Indo Blog Net

Tips and Trick

Yuk Kenali Kriteria dan Manfaat Menu Makan Sehat bagi Anak

Yuk Kenali Kriteria dan Manfaat Menu Makan Sehat bagi Anak

Memberikan asupan makanan sehat bagi anak sangat penting. Yuk Kenali Kriteria dan manfaat menu makan sehat bagi Anak

Bagikan Jika Bermanfaat

Sudah sehatkah menu makan anak-anak kita, Mom? Kalau diajukan pertanyaan seperti itu, mungkin sebagian ibu-ibu akan ragu menjawab IYA. Karena di zaman seperti sekarang ini, aneka makanan kemasan, cepat saji, ataupun makanan instan sangat mudah kita temukan sehari-hari, membuat menu menu makan sehat seringkali terabaikan.

Kriteria Menu Makan Sehat bagi Anak

Makan merupakan kebutuhan sehari-hari bagi manusia. Tapi sebaiknya makan itu bukan asal makan, ya. Makan dengan menu sehat tentunya jadi pilihan terbaik bagi kita, terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sebenarnya seperti apa kriteria menu makan sehat bagi anak?

1. Halal dan Thayyib

Sebagai muslim tentunya kriteria ini jadi yang utama, ya. Makanlah makanan yang halal dan juga thayyib. Thayyib artinya baik bagi tubuh kita. Misalnya, ikan lele adalah makanan yang halal, namun jika ikan tersebut tidak dimasak hingga matang, maka bukan termasuk makanan thayyib, karena daging ikan yang masih mentah bisa mengandung bakteri yang tidak baik untuk tubuh.

Makanan yang bersih juga termasuk makanan yang thayyib. Kebersihan ini dimulai dari proses mencuci bahan masakan, peralatan masak, cara penyajian, dan juga cara makan. Memperhatikan kebersihan makanan akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh, karena makanan yang kotor bisa merugikan kesehatan.

2. Gizi seimbang

Menu makan sehat dengan gizi seimbang yaitu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah dan porsi yang sesuai, sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang. Makanan juga harus memenuhi berbagai zat yang dibutuhkan tubuh, diantaranya: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Sebaiknya pilih jenis karbohidrat kompleks. Karbohidrat ini akan dicerna lebih lama sehingga gula darah lebih stabil. Karbohidrat kompleks diantaranya: beras merah, singkong, kentang, gandum, oats.

Selain karbohidrat, lemak juga termasuk sumber energi bagi tubuh. Namun sebaiknya batasi konsumsi lemak buruk yang bisa merugikan kesehatan. Lemak buruk misalnya: lemak pada daging, makanan yang digoreng (khususnya gorengan), serta makanan cepat saji. Pilihlah lemak baik yang terdapat pada daging tanpa lemak, kacang-kacangan, alpukat, ikan tuna, atau ikan salmon.

3. Tidak terlalu banyak gula dan garam

Kandungan gula dan garam memang terdapat pada berbagai jenis makanan, namun jika jumlahnya berlebihan maka akan berdampak tidak baik bagi kesehatan. Gula yang ditambahkan pada makanan dalam jumlah tinggi bisa berdampak buruk pada tekanan darah, penyakit jantung, obesitas, serta memicu diabetes. Begitupun dengan garam, jika jumlahnya berlebihan bisa menyebabkan hipertensi ataupun stroke.

Asupan gula terbaik adalah yang alami, seperti pada buah-buahan ataupun madu. Namun berhati-hatilah dalam memilih madu, karena di pasaran banyak beredar madu yang ditambahkan gula (bukan madu alami).

4. Tidak mengandung pengawet, perasa buatan, dan pewarna buatan

Zaman sekarang banyak makanan dan minuman yang diberi bahan-bahan tambahan, seperti pengawet, perasa/pemanis buatan, serta pewarna buatan. Bahan-bahan tersebut banyak kita temukan pada makanan dan minuman kemasan, yang bisa jadi sering kita konsumsi sehari-hari, termasuk anak-anak.

Jika bahan-bahan tambahan tersebut kita konsumsi dalam jumlah banyak maka bisa mengganggu sistem kesehatan tubuh.

Sebaiknya biasakan untuk selalu mengecek komposisi makanan dan minuman yang kita konsumsi. Pada makanan dan minuman kemasan kita bisa membaca detail komposisinya yang tercantum pada bungkusnya. Memilih makanan yang bebas dari bahan-bahan tambahan tentunya akan lebih baik untuk kesehatan tubuh anak.

5. Diolah dengan cara yang tepat

Selain keempat hal diatas, kriteria menu makan sehat juga dilihat dari bagaimana makanan tersebut diolah. Makanan yang kaya nutrisi sekalipun bisa berubah jadi makanan yang kurang sehat apabila diolah atau dimasak dengan cara yang salah.

Misalnya, masak dengan suhu terlalu tinggi bisa menghancurkan vitamin dalam sayuran. Begitupun masak dengan cara digoreng ataupun deep fry, ini termasuk cara masak yang kurang tepat jika ingin menyajikan menu makan sehat bagi anak.

Beberapa cara memasak yang sehat diantaranya dengan metode merebus, mengukus, memanggang, atau menumis. Agar anak tidak bosan, kita bisa memasak dengan cara yang berbeda-beda setiap harinya.

Manfaat Menu Makan Sehat bagi Anak

Sebenarnya menu makan sehat tak hanya dibutuhkan oleh anak-anak saja tapi juga oleh orang dewasa. Namun anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan tentunya lebih memerlukan asupan nutrisi yang baik untuk menunjang pertumbuhannya agar lebih maksimal.

Yuk, kita bahas beberapa manfaat menu makan sehat bagi anak!

1. Mendukung tumbuh kembang anak

Menu makan sehat dapat membantu agar tumbuh kembang anak berjalan optimal, baik secara fisik, mental, dan sosial. Bahkan asupan makanan bergizi diperlukan sejak anak masih ada dalam kandungan. Setelah bayi lahir, semua asupan makanan yang dikonsumsi anak akan berpengaruh pada pertumbuhannya.

Anak yang sejak dini terbiasa dengan menu makanan sehat maka proses tumbuh kembangnya akan lebih baik. Itu sebabnya penting bagi orangtua untuk memperkenalkan dan membiasakan anak untuk makan sehat sejak anak mulai mengonsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Yuk Kenali Kriteria dan Manfaat Menu Makan Sehat bagi Anak

2. Menjaga daya tahan tubuh anak

Asupan menu makanan sehat dapat membantu membentuk daya tahan tubuh anak agar kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit. Sebenarnya tahan tubuh ini berkaitan erat dengan kesehatan saluran cerna. Dimana dengan mengonsumsi menu makan sehat akan membuat kesehatan saluran cerna terjaga dengan baik. Hal inilah yang kemudian dapat memperkuat daya tahan tubuh.

Sel kekebalan tubuh alami hidup pada saluran pencernaan yang sehat, dan mewakili hampir 70% dari seluruh sistem kekebalan tubuh. Jika saluran cerna sehat, maka kekebalan tubuh pun meningkat.

3. Mendukung kecerdasan anak

Asupan nutrisi yang baik sangat penting bagi perkembangan otak anak, apalagi bagi anak-anak yang berada pada usia di bawah 5 tahun. Jika otak berkembang dengan optimal, maka kecerdasan anak pun akan berkembang dengan baik, termasuk kemampuan akademisnya di sekolah.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Public Economics, anak yang memperoleh gizi lebih baik akan memiliki prestasi yang lebih baik pula di sekolahnya.

Dalam penelitian lainnya yang dipublikasikan dalam Journal of School Health, menyatakan bahwa anak-anak dengan kualitas makan yang tidak sehat (misalnya, kurang asupan buah dan sayur) cenderung memperoleh nilai akademis yang buruk dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan asupan buah dan sayur setiap hari (menu makan sehat).

Jadi, kalau kita ingin anak tumbuh dengan baik, punya daya tahan tubuh kuat (gak gampang sakit), plus cerdas, jangan lupa untuk memberikan menu makan sehat setiap harinya, yaa 🙂 Anak sehat Mama pun happy ya, kan?

 

Sumber gambar: pixabay.com

See me on

Arifah Abdul Majid

[Content Writer] - [Work at home mom] - [Natural lover]

Contact me at: [email protected]
Arifah Abdul Majid
See me on
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top