Kuliner

Yuk Jelajah Rasa Beragam Bakso di Malang

Bagi kawan-kawan pecinta kuliner,  terutama bakso, maka Malang merupakan kota yang tepat untuk jelajah rasa. Oleh karena di kota inilah penikmat bakso benar-benar dimanjakan. Mau bakso urat, bakso bakar, atau bakso plus kikil dan aneka jerohan? Hemmm…semuanya gurih dan nikmat.

Oleh karena lahir di kota bakso, maka sejak kecil saya sudah berinteraksi dengan bakso. Dulu ada banyak penjaja bakso yang lewat di depan rumah. Sejak Ashar biasanya penjaja bakso dengan pikulan ataupun dengan gerobak dorong bersileweran.

Dulu tidak banyak variasi dalam bakso. Umumnya pentol atau bakso polos, siomai goreng, tahu dengan di atasnya ada lapisan bakso kanjinya, dan mie kuning. Sebagai pelengkap adalah irisan daun bawang dan taburan bawang merah goreng.

Jajan bakso sudah hal biasa bagi kami. Biasanya seminggu sekali pasti Ibu atau tante, membelikan kami semangkuk bakso dan bisa nambah sepuasnya. Kadang-kadang paman mengajak kami mencicipi bakso di berbagai tempat terkenal, seperti bakso Presiden yang hingga kini masih eksis, bakso tenis yang berukuran besar, dan berbagai warung bakso yang terkenal.

Ada saja kreativitas pedagang bakso agar dagangannya beda dan dilirik. Ada yang menambahkan gajih alias lemak dan tulang daging alias balung sapi agar makin gurih. Jika masih hangat, gajih ini enak disantap asal jangan banyak-banyak. Ada juga yang menjual menu sampingan berupa kikil sapi dan jerohan. Tentunya dengan tambahan ini harga perporsinya jadi lumayan di kantong.

Waktu itu pedagang bakso keliling yang menyajikan menu tambahan berupa jerohan ini sangat laris. Banyak tetangga yang tertarik membelinya, bahkan tiap sore pembelinya antri. Oleh karena malas lihat antrian maka saya hanya membayangkan nikmatnya bakso dengan babat. Eh belum sempat icip-icip, pedagangnya menghilang. Ada kabar yang menyebutkan jerohan yang digunakan bukan berasal dari sapi, melainkan sesuatu yang diharamkan. Entah kabar itu benar atau tidak, yang pasti menu bakso dan jerohan rupanya diminati oleh sebagian warga kota Malang.

Meski sempat beredar isu tidak sedap, pedagang bakso tidak kehilangan kreativitasnya. Ada bakso urat yang mewabah. Duh waktu kali merasainya, saya menganggap jenis bakso ini terlezat. Lebih lezat dibandingkan bakso isi telur puyuh yang waktu masih kecil saya favoritkan.

Sampai sekarang saya sangat doyan menyantap bakso urat. Rasanya itu lho, juara!!! Gurih, kenyal dan juga ada segurat rasa manis yang samar-samar. Tekstur yang kenyal itulah yang membuat sensasi menyantap bakso itu berbeda. Wah jika ada yang tahu siapa penggagasnya, rasanya saya ingin bertemu dan bersalaman atas gagasannya yang jenius ini.

Setelah saya kuliah, pengalaman bersantap bakso berkurang. Lantas kakak mengajak saya yang mencobai bakso bakar. Apalagi itu kak?

Bakso bakar ini lebih dulu kondang di daerah pasar loak Comboran, dekat SMA 2 Malang. Baksonya itu dibakar dan disantap dengan cocolan saus kacang.

Kakak makan dengan lahap. Waktu itu tempat makannya berupa warung tenda yang terbuka, namun pembelinya cukup berjubel. Saya memandangi bakso bakar tersebut. Tetap disediakan kuah bakso dan juga ada menu bakso ‘normal’. Saya coba mencicipinya. Rasanya gurih dan manis. Enak. Tapi bukan jenis favorit saya. Sejak bakso bakar kondang, maka dimana-mana bermunculan warung bakso bakar, tapi kata kakak belum ada yang menyamai bakso bakar di Comboran.

Sejak wisata kuliner menjadi sebuah tren maka warung bakso di Malang pun makin laris dan banyak di antaranya yang makin eksis. Salah satunya bakso Presiden. Depot bakso ini dinamakan Presiden karena lokasinya di belakang bioskop Presiden yang sudah tutup dan kemudian berubah menjadi pusat perbelanjaan dan saat ini menjadi hotel. Lokasi persisnya di Jalan Batanghari.

Seporsi Bakso Presiden ( gambar ini pernah dimuat di adirafacesofindonesia.com)

Seporsi Bakso Presiden ( gambar ini pernah dimuat di adirafacesofindonesia.com)

Lokasi bakso Presiden tak jauh dari rel kereta. Di sini depotnya tak jauh berbeda dengan saat saya masih kecil diajak ayah atau paman ke sini, cuma diperluas. Menunya pun semakin beragam. Ada siomai basah dan goreng, juga menu bakso bakar.

Selain Bakso Presiden, Bakso Kikil Seruni di Jalan Sukarno Hatta dan Bakso Prima di Jalan Kalpataru juga menambahkan menu tambahan. Bakso Kikil Seruni seperti namanya, memiliki menu tambahan berupa kikil sapi yng dipotong kecil-kecil. Sedangkan Bakso Prima lebih fokus dengan menu tambahan kikil dan aneka jerohan. Wah akhirnya saya bisa pesta bakso plus kikil dan jerohan hehehe. Makan jerohan sesekali tidak apa-apa, bukan?! Hihihi.

Menu jerohan di Bakso Prima di antaranya babat, paru dan usus. Satu porsi dengan kikil, bakso urat, bakso polos, siomai dan aneka jerohan berkisar Rp 14 ribu. Agak mahal sih tapi memang kikil dan jerohan juga tidak murah. Bisa dimakan berdua atau sendirian juga bisa sih jika sedang kemaruk.

Menu Sampingan Bakso yang Menggoda (dokpri)

Menu Sampingan Bakso yang Menggoda (dokpri)

Penjelajahan bakso belum berakhir. Di daerah Kesatrian ada warung bakso dimana pengunjung mengambil sendiri alias swalayan. Ada selada, mie kuning, bihun, dan bakso serta pelengkapnya. Setelah mengambil, baru si petugasnya menghitung dan Kalian membayarnya. Bakso di sini juga enak meski warung baksonya terbilang sederhana.

Kakak waktu libur lebaran kemarin juga membelikan bakso super alias bakso berukuran sebola tenis di daerah Kemirahan dengan gorengan siomainya yang seperti sosis solo. Kuah dan bakso berukuran super itu juga nikmat dan gurih.

Oh ya ada juga keripik bakso yang juga bisa dibuat oleh-oleh. Rasanya gurih dan rasa bakso yang khas terasa. Oleh-oleh kripik bakso ini mudah dijumpai di kawasan oleh-oleh daerah Sanan dan sekitarnya.

Bagaimana? Kalian siap jelajah bakso di kota Malang?

 

Puspa

Saya suka membaca dan menulis apa saja.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Selamat kepada 200 blogger terpilih yang akan membuat berisik jagad maya tentang realitas remaja milllenial : Generasi Z yang begitu kritis menyikapi hidup yang dinilainya tak sesuai dengan pola asuh.. Orang tua...wake up ! jangan lagi memandang anak sebagai objek yang bisa dengan leluasanya diatur. Mereka punya mata, hati dan nurani yang bisa berteriak bahkan memberontak sekiranya melihat prilaku orang tua yang tak sesuai dengan yang dilisankan dengan tameng "mendidik" ... >>> untuk blogger terpilih akan diemail hari ini.

Terima kasih kepada lebih dari 400 pendaftar.. semoga yang belum terpilih masih bisa berkesempatan join program berikutnya.. #Repost @miramiut (@get_repost)
・・・
Kami ada 
Dalam peradaban *Berilah kami kepercayaan untuk membuat karya yang bermanfaat
*Berilah kami kesempatan untuk menunjukkan bahwa hidup itu sangat berarti

Walau itu berbeda 
Walau tak semua tersusun rapi

Coming soon "My Generation" : film garapan Sutradara Upi yang layak ditunggu akan banyak sentuhan natural dan ide cerita yang unik serta berisi.

@mygenerationfilm
@upirocks
@Indoblognet

#MyGenerationFilm
#FilmMyGeneration

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top