Entrepreneur

Wujud Bela Negara dengan Membeli Produk Dalam Negeri

Galeri Indonesia Wow (GIW) adalah rebranding dari UKM Gallery yang telah  berjalan dua tahun. GIW tidak sekadar ruang pamer, juga wadah peningkatan dalam bentuk inkubasi. Ada proses peningkatan kualitas, pemasaran, dan nilai tambah dari produk UKM yang menjadi mitra GIW.

Setelah proses rebranding itu apa yang terjadi dengan GIW? Strategi apa yang dilakukan oleh GIW untuk mencapai tujuan? Untuk itu pada diskusi Strategi Peningkatan Produktivitas KUKM melalui Galeri Indonesia Wow pada 2 Juni 2017 telah hadir tiga pembicara, yakni

Direktur Utama LLP KUKM Ahmad Zabadi, founder FOKUS UMKM Cak Samsul, dan Ita Yudi dari Poes Craft.  Zabadi memaparkan, GIW digerakkan sebagai ruang inkubasi dan pelayanan yang lebih luas untuk startup. UKM Gallery mulanya adalah display produk yang kemudian direbranding menjadi tempat transaksi dan kunjungan dari buyer. Dua tahun terakhir dilakukan optimalisasi dari potensi yang dimiliki Smesco sehingga menjadi sarana berkembangnya UKM dan lahirnya startup. Untuk itu ada perubahan atau diferensiasi dari UKM Gallery, seperti pop up store yakni bisa difungsikan sebagai venue acara.

Produk yang didisplay di GIW diperoleh dari roadshow guna mendapatkan produk unggulan kota-kota di Indonesia. Produk itu telah dikurasi. Di samping itu ada makerspace yang dimaksudkan sebagai ruang workshop, praktik kerja bagi peningkatakan kapasitas kualitas produk. Selain itu ada coworking space yang difungsikan sebagai ruang pertemuan dengan mitra. GIW bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata menggelar Wonderful Startup Academy yang disiapkan untuk menjadi startup di bidang pariwisata. “Harapannya pada Oktober nanti kita memiliki startup yang kompeten dan sudah siap menjadi pelaku usaha,” kata Zabadi.

GIW juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa secara reguler. Diharapkan bisa menginspirasi khususnya dalam kajian kewirausahaan. GIW juga menjembatani produk UKM untuk memasuki Carrefour dan Seven Eleven. Ita Yudi dari Poes Craft menganggap  GIW adalah rumah sehingga UKM tidak bertengkar, bisa saling curhat, serta saling memotivasi dan menyemangati. Di GIW dimungkinkan adanya sinergi yang saling menguatkan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kami saling memotivasi, saling menyemangati. UKM disatukan di dalam GIW. UKM saling memberikan info. Ada kenyamanan dan persaudaraan yang didapat. “Bergabung di GIW artinya mendapatkan branding dalam bentuk kepercayaan dari orang,” kata Ita yang sudah lima tahun bergabung di GIW.

Founder FOKUS UMKM Cak Samsul menjelaskan, GIW adalah layanan pemerintah bagi masyarakat. Artinya ini kesempatan bagi siapapun untuk memanfaatkan agar bisnisnya meningkat. Layanan pemerintah ini ada batasnya. Menurut UU No. 20 Tahun 2008, UKM  naik kelas itu diukur dari omset dan aset. Artinya kalau omset dan asetnya meningkat maka ia naik kelas. Naik kelas itu dari usaha mikro ke usaha kecil atau dari usaha kecil ke usaha menengah. Dengan kata lain pindah kuadran, pindah skala usahanya. Selain itu diukur kelembagaan (semula tidak berbadan hukum kemudian berbadan hukum, itu artinya naik kelas), SDM (dari 20 SDM meningkat menjadi 40 SDM atau SDM lulusan SD menjadi lulusan SMA, itu artinya naik kelas), produksi (teknologi produksi atau cara produksi), dan akses pembiayaan (semula hanya mengandalkan dana CSR atau hibah kemudian menggunakan KUR, itu artinya naik kelas). “Pemasaran tidak hanya diukur dari omset, juga varian dan inovasi produk,” tutur Cak Samsul.

Inspirasi

Zabadi menyampaikan, dalam berbagai kesempatan pameran yang difasilitasi GIW terutama di luar negeri, furniture dan craft mendapat permintaan yang cukup tinggi. Ada progress yang cukup signifikan, bahwa hari ini Smesco dikenal baik bukan hanya orang melihat miniatur produk unggulan Indonesia, juga proses pengembangan talenta startup. Tidak kalah penting adalah startup dengan basis pendidikan yang cukup. Harus diakui, pendidikan terakhir 70% UKM adalah SD. Mereka dihadapkan pada era global dengan kompetitor yang amat mudah  merambah pasar. Idealnya harus naik kelas yang ditunjukkan dengan meluluskan wisudawan baru. Mulai tahun kemarin GIW menyelenggarakan UKM Award dan Smesco Inspiring Award. “Harapannya setelah wisuda, bisa digantikan dengan UKM yang baru, sukses mengangkat teman-temannya,” kata Zabadi.

Menurut Cak Samsul, rebranding adalah alat, bukan tujuan. Ukuran paling simpel adalah kunjungan orang. Ramainya apakah sudah sesuai dengan harapan atau tidak. Karena itu berhubungan dengan potential buyer. Berapa banyak UKM baru yang terinspirasi untuk tumbuh dan berkembang. Zabadi mengutarakan, 50-100 buyer internasional setiap bulan mengunjungi GIW. Mereka memberi apresiasi yang luar biasa bahwa produk Indonesia memiliki kualitas yang kompetitif. Saat berpameran di luar negeri, produk Indonesia tidak kalah dengan produk dari negara lain. Persoalannya bukan pada produk, melainkan biaya logistik sehingga daya saing relatif lebih rendah. Biaya logistik di Indonesia masih sangat mahal sehingga harga jual lebih mahal dibandingkan produk dari luar negeri. “Biaya logistik itu 30%-40% terhadap harga sehingga harga jual terbebani,” tutur Zabadi.

Produk UKM Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan produk yang dibuat secara masif. Sangat tidak adil produk handmade ini dibandingkan dengan produk mesin. Saatnya kita berpihak pada UKM, membela habis-habisan. Bela negara dengan membeli produk UKM. Kalau kita masih membandingkan produk Indonesia dengan produk impor artinya kita membela negara lain. Dengan kata lain tidak menumbuhkan ekonomi di dalam negeri. Cak Samsul mengatakan, Gorontalo, Surakarta, dan Surabaya adalah tiga daerah yang sedang menerapkan UKM Naik Kelas. Mereka menjalankannya karena ada kebutuhan.

.

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai Mitra Blogger dan Netizen Bekasi!  Yang suka jalan2 dan tertarik mengabadikan perjalananmu dalam visual foto yang menarik ! Kayaknya sayang banget melewatkan kesempatan ini.  Ngelmu foto bersama Polytron Prime 7 dan  travel blogger keren Ashari Yudha @catatanbackpacker

Gratis loh, plus berkesempatan ikutan lomba IG berhadiah merchandise dan lomba blog berhadiah uang tunai. 
Kesempatan terbatas!!! Buruan daftar ya >> bit.ly/PolytronBekasi

Info lebih lanjut hubungi @miramiut : 0858 8335512

Ditunggu pendaftaran paling lambat Minggu, 17 Desember 2017, pukul 12:00 Wib.

#Breakresistant
#Prime7
#ARSC #smartphonepolytron

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top