Entrepreneur

#WOWCREATIVITYDAY Smesco : Kawinkan Beautypreneur dengan Digitalpreneur

beautypreneur

Sekarang adalah eranya entrepreneurship. Gamblang saya mudah menyebutnya begitu. Jika dulu, anak-anak ditanya akan menjadi apa saat dewasa nanti? Maka jawabannya biasanya pada seputar profesi yang sudah ajeg, misalnya menjadi dokter, guru, pegawai negeri sipil, atau karyawan.  Tetapi jika anak sekarang ditanya, terutama di perkotaan, jangan terkejut, kalau akan menjawab, mau jadi pengusaha. Atau profesi-profesi unik yang mencerminkan “kemandirian”

Saya pernah menanyakan kepada seorang anak usia 11 tahun yang hobi bikin video dengan smartphone, anak lelaki hitam manis itu sigap menjawab ingin menjadi yutuber. Saya tersenyum sambil melihat dia yang tengah sibuk memainkan tripod androidnya. Ada lagi, anak-anak SMU penyuka game, dengan santai jika ditanya akan menjawab ingin menjadi gamer. Hmm..era digital memang sedang menghipnotis generasi kekinian tampil “berani beda”. Termasuk berani beda dengan menjadi pengusaha games misalnya heheh…atau pengusaha aplikasi.

Ramainya semangat wirausaha yang ditiupkan di berbagai kesempatan memang memberikan pengaruh besar pada  anak-anak sekarang berani dan agresif menjadi pengusaha, daripada daftar PNS, atau pekerjaan nyaman lainnya. Spekulatif ? ya karena dituntut berani bersikap, mengambil keputusan di tengah himpitan suasana, dan tantangan jaman. Start up-star up mulai bergentayangan bergelayut dalam mimpi-mimpi anak muda kita. Terlebih ga kalah eksis angle investor yang siap mendanai para start up muda yang memiliki visi dan misi baik untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mahluk bumi.

Meski kita akui, dibandingkan negara lain seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand,  presentasi jumlah pengusaha kita baru 1,65% dari jumlah populasi, sementara Singapura mencapai angka 7%, Malaysia 5 %, dan Thailand 3%. Walaupun begitu, Global Enterpreneurship Monitor atau GEM melakukan srvei tahun 2013 dan hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki keinginan berwirausaha yang sangat tinggi, kedudukannya tertinggi kedua di ASEAN, nomor satunya Filipina. Hal tersebut membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk menjadi wirausaha dan menumbuhkan presentasi jumlah pengusaha di Indonesia.

SMESCO bekerja sama dengan Mark Plus Indonesia mengadakan event bertajuk #WOWCREATIVITYDAY yang diadakan setiap bulan. Tujuan dari event tersebut yaitu sebagai ajang promosi dari para para pemilik UKM untuk memperkenalkan produk-produknya di event SMESCO. Event bulan Mei ini bertema S.M.E ECO-System diadakan pada 29 Mei 2016 pukul. 10.00 – 15.00 WIB di SME Tower, Jl. Jenderal Gatot Subroto, Kav.94, Jakarta. Tema S.M.E ECO-System diangkat bertujuan agar masyarakat mengenal fungsi SMESCO sebagai wadah untuk membangun ekosistem kewirausahaan di Indonesia, khususnya di Galeri Indonesia WOW!

Peluang Menjadi Beautypreneur di Indonesia

Pada event kali ini, SMESCO mengundang para pembicara untuk sharing mengenai seluk beluk membangun bisnis, terutama bisnis UKM. Pada sesi pertama, Beautyprenuer menjadi bahasan. Seperti kita tahu, saat ini bidang kecantikan merupakan lahan bisnis yang terus berkembang. Data menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan bisnis kecantikan ini naik sekitar 10-15% setiap tahunnya.

Perkembangan bisnis  kecantikan memunculkan banyak peluang bisnis, salah satunya Beautypreneur yang makin hari, makin menjanjikan digeluti. Apa saja sih profesi Beautypreneur itu? Profesi Beautypreneur rupanya bukan sekedar ngurusin yang terlihat di wajah saya, tetapu rupanya lingkupnya begitu luas.  Meliputi manufacturing, salon kecantikan, salon dan klinik kecantikan seperti spa kulit, slimming, dan sebagainya. Beautypreneur juga mencakup make up artis, hairdresser, spa therapist, artis atau model, dan blogger loh..khususnya beauty blogger.

Lalu, apa saja tips untuk memulai sebuah bisnis kecantikan? Pemateri pertama yang merupakan perwakilan dari PT Sari Ayu Martha Tilaar menjelaskan bahwa ada 7 hal yang harus diperhatikan jika akan memulai bisnis kecantikan atau Beautypreneur, yaitu di antaranya.

  1. Harus memiliki sertifikat International dengan skill lebih dari satu.
  2. Memahami tren.
  3. Memperbanyak pengalaman.
  4. Menggunakan produk berkualitas tinggi.
  5. Menampilkan style sendiri
  6. Memiliki values dan philosophy yang menjadi dasar dalam menjalankan Beautypreneur.
  7. Managerial skill, termasuk marketing activity
  8. Networking

PT Sari Ayu Martha Tilaar sendiri sebagai perusahaan yang sudah lama bergerak di bidang kecantikan di Indonesia. Visi utama Ibu Martha Tilaar – pendiri PT Sari Ayu ini membangun usahanya adalah ingin  mempercantik perempuan Indonesia dengan memanfaatkan hasil alam dan budaya Indonesia. Ya, kita sudah mahfum, Indonesia memiliki sumber alam yang sangat kaya dan budaya yang beraneka ragam sehingga jika diramu dengan baik akan menghasilkan produk-produk kecantikan yang berkualitas dan tidak kalah saing dengan produk dari luar negeri. Filosofi yang dianut salah satunya adalah Localism Go Gobal, yang bisa ditafsirkan bahwa sumber alam dan budaya lokal Indonesia jika diramu dengan tepat akan menghasilkan produk global yang mampu bersaing di pasar internasional.

Salah satu profesi Beuatypreneur yang sekarang sedang mulai dilirik adalah menjadi Beauty Blogger. Pihak PT Sari Ayu Sendiri tidak menampik peranan para Beauty Blogger yang memperkenalkan dan merekomendasikan produk-produk Sari Ayu hingga dikenal oleh masyarakat luas, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Kimono Batik Representasi Cinta dari Ai Hasuda Sensei

Era Enterpreneurship di #WOWCREATVITYDAY Smesco

Kimono Batik by Ai Hasuda

 

Jika orang mendengar kata Kimono pasti akan langsung teringat pada negeri matahari terbit yaitu Jepang karena Kimono merupakan pakaian tradisional Jepang. Lalu bagaimana jika mendengar kata batik? Tentunya orang akan langsung merujuk pada Indonesia karena batik sendiri sudah disahkan oleh Unesco sebagai warisan budaya Indonesia.

Dialah Ai Hasuda Sensei, perempuan asli Jepang yang sudah 7 tahun menetap di Indonesia. Ternyata Ai Hasuda yang belum fasih berbahasa Indonesia ini jatuh cinta dengan kebudayaan Indonesia, terutama batik. Ai Hasuda pertama kali ke Indonesia saat peristiwa gempa di Padang. Lalu, Ai Hasuda menjelajah beberapa daerah di Indonesia sampai mendirikan Project Ai. Tujuannya ingin memperkenalkan budaya Jepang di Indonesia dan melakukan pertukaan budaya dengan budaya Indonesia. Ai Hasuda pun jatuh cinta dengan batik dan terinspirasi membuat produk Kimono Batik.

Di Jepang, kimono ternyata merupakan pakaian yang harganya sangat mahal. Harga satu buah kimono bisa berkisar 30 juta yen atau jika dirupiahkan bisa mencapai harga tiga ratus juta rupiah. Wow, harga yang sangat fantastik untuk sebuah pakaian. Namun, Ai Hasuda menyatakan bahwa harga Kimono Batik produknya tidaklah mahal dan pastinya masih terjangkau oleh kantong kita. Bagaimana ingin mencobanya?

Era Enterrenurship di #WOWCREATIVITYDAY Smesco

Tarian Ai Hasuda Sensei

Ai Hasuda dan dua orang muridnya pun mempersembahkan tarian Jepang kepada para hadirin. Ia menampilkan tarian khas Jepang dengan gerakan yang sangat halus sesuai dengan musiknya yang mengalun syahdu.

Tahun ini, AI Hasuda akan mengadakan Ai Matsuri yaitu sebuah event yang diselenggarakan sebagai ajang pertukaran budaya Jepang dan budaya Indonesia. Ai Matsuri ini akan diadakan di dua kota yaitu Padang dan Jakarta.

Peluang Menjadi Pegusaha pada Era Digital

Era Enterpreneurship di #WOWCREATIVITYDAY Smesco

Tiga Narasumber yang memaparkan pentingnya digitalpreneur

Untuk sesi ini hadir 3 narasumber yaitu Fahmi Aditya Putra, Sabri Rasyid dari PT Telkom, dan Doni dari @dagelan. Ketiganya memaparkan bagaimana teknologi digital begitu penting dalam era entrepreneurship saat ini.

Sabri Rasyid dari PT Telkom menjelaskan mengenai Telkom sebagai perusahaan yang sangat mendukung perkembangan UKM di Indonesia. Salah satu programnya yaitu memajukan UKM Indonesia dengan mendirikan kampong digital untuk UKM. Targetnya adalah 3 juta UKM goes digital. Menurut data yang dimiliki oleh Telkom, saat ini sudah sekitar 1,4 juta UKM yang sudah melek digital. Tantangannya adalah banyak para pemiliki UKM yang sudah berusia di atas 40 tahun dan bingung mengenai teknologi digital. Namun, pihak Telkom sendiri terus memberikan support, berupa berbagai pelatihan dan dukungan wifi 10 MB – 100 MB.

Salah satu kampung digital yang sudah digarap oleh Telkom yaitu kampong nelayan. Para nelayan sudah diperkenalkan dengan teknologi digital sehingga bisa tetap terhubung walaupun sedang berada di tengah lautan. Para nelayan sudah dapat memberikan informasi mengenai hasil tangkapannya kepada para pembeli yang sudah menunggu di tempat lelang ikan. Kampung nelayan yang sedang digarap oleh Telkom yaitu kampong nelayan Muara Baru dan kampung nelayan Muara Angke.

Fahmi sebagai CEO sebuah perusahaan yang bergerak di bidang periklanan luar ruang menjelaskan betapa media promosi sangat penting bagi para UKM. Salah satu media promosi yang digunakan adalah media iklan luar ruang seperti billboard. Fahmi sendiri ingin menjembatani UKM untuk bisa menangkap pasarnya dengan media promonya. Bahkan, Fahmi sendiri sedang menggarap aplikasi yang memudahkan para UKM untuk bisa beriklan dengan media promo luar ruang. Aplikasi tersebut memberikan penjelasan detail mengenai media promo yang bisa dipilih, ukuran, harga, dan lain-lain. Tentunya harganya sesuai dengan kemampuan para UKM.

Doni dari @dagelan menjelaskan betapa teknologi digital bisa menjadi sebuah lahan bisnis tersendiri. Hal tersebut dibuktikan oleh @dagelan sebagai akun media sosial Instagram yang berhasil memiliki banyak follower, saat ini followernya sudah mencapai 39,6 juta. Dengan jumlah follower yang sangat banyak tersebut, memungkinkan @dagelan membuka peluang bagi siapa saja untuk memasang iklan di akunnya. Bahkan, @dagelan sukses dengan programnya Indonesia Mencari Jodoh, hingga akan mengadakan event High Quality Jomblo versi @dagelan. Sebuah inovasi bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital lewat sosial media.

IMG_20160529_132206

Di akhir sesi, Sabri memberikan pesan kepada para pengusaha UKM harus mulai memanfaatkan teknologi IT sehingga bisnisnya bisa lebih berkembang. Sementara itu, Fahmi memberi saran kepada para entrepreneurship untuk berani ambil risiko dalam memulai usaha. Fahmi berharap kepada para wirausaha untuk lebih kreatif dibandingkan dengan pesaing dan gunakan konsep offline to online dan sebaliknya sehingga bisnisnya bisa terus menungkat.

Faktor yang Mempengaruhi Majunya UKM 

ASPIRASI berbagi cerita

ASPIRASI berbagi cerita

Sesi ini dikupas oleh ASPIRASI atau Asosiasi Penulis dan Inspirator Indonesia yang membawakan tema faktor-faktor yang mempengaruhi majunya UKM yang nantinya dapat meningkatkan perekonoman di Indonesia.

Prof. Roy, salah seorang tokoh ASPIRASI menjelaskan 6 faktor yang harus dikembangkan oleh seorang pebisnis UKM, hal tersebut yaitu.

  1. SDM yang kompeten, motivasi dan semangat entrepreneurship
  2. Pemerintah membuat peraturan yang memfasilitasi UMKM.
  3. Pemerintah membangun infrastruktur yang memadai sehingga bisa menekan biaya-biaya logistisk yang harus dikeluarkan UMKM.
  4. Pemerintah membantu UMKM untuk bisa membuka pasar untuk produk-produk UMKM.
  5. Pemerintah harus punya orang-orang yang berpihak pada UMKM.
  6. Harus dibangun budaya entrepreneurship di masyarakat, mulai dibangun dari lingkup terkecil seperti keluarga.

ASPIRASI sendiri merupakan sebuah wadah yang bisa membuat UMKM menjadi besar karena di sana diadakan pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan menulis bagi pebisnis untuk kepentingan personal branding, adanya networking, dan akses bagi para UMKM. Salah satu program yang diunggulkan oleh ASPIRASI adalah program untuk mendidik para pebisnis agar bsa menulis, seperti menulis artikel, menulis di blog, dan menulis buku. Tujuannya agar para pebisnis UMKM bisa melakukan branding sehingga usahanya lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Era Enterpreneurship di #WOWCREATIVITYDAY Smesco

Prof. Roy berpesan kepada pebisnis UMKM jika ingin sukses berbisnis kuncinya adalah belajar…belajar… dan belajar dari berbagai sudut kehidupan sehari-hari, belajar dari buku, pelatihan, mau menjalin networking, punya semangat enterprenuership, dan memiliki komunitas yang mendukung. Thomas Sugiharto juga menambahkan bahwa mau menjadi pengusaha itu tidak tergantung siapa orang tua kita, apa suku kita, bagaimana latar belakang pendidikan, lingkungan, agama, tapi tergantung pada keyakinan diri kita bahwa kita bisa sukses dalam berwirausaha.

#WOWCREATIVITYDAY untuk pegiat usaha dan kalangan kreatif

Event #WOWCREATIVITYDAY merupakan event bulanan SMESCO yang diadakan kerja sama dengan Mark Plus. Tujuannya untuk mempromosikan Galeri Indonesia Wow pada masyarakat luas, khususnya anak muda, netizen, women, dan netizen yang merupakan tiga kelompok yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang. Berikut wawancara dengan Bagus Rahman, selaku Direktur Bisnis dan Pemasaran SMESCO.

Bagus Rahman, Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco

Bagus Rachman, Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco

Apa komentar Pak Bagus Rahman mengenai event #WOWCREATIVITYDAY sekarang?

Event ini sebenarnya merupakan media promosi Galeri Indonesia Wow yang sudah dilaunching bulan Oktober 2015. Galeri Indonesia Wow sendiri merupakan resbranding dari UKM Galery yang memiliki co-working space, marketing space, creative space, investor meeting point, store, dan pop up store. Galeri Indonesia Wow menjadi tempat pusat generasi muda untuk menjadi mitra usaha yang kreatif dan produktif. Sehingga tema event kali ini yaitu S.M.E ECO-System karena tujuannya untuk membangun ekosistem kewirausahaan di SMESCO, khususnys di Galeri Indonesia Wow. Sehingga setiap bulannya, event yang diselenggarakan memiliki tema-tema yang berbeda. Jika sebelumnya, tema yang diusung tentang music dan bisnis di bidang music, event kali ini tema yang diusung adalah tentang peluang bisnis kepenulisan dan blogger. Pihak SMESCO pun selalu mendatangkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidang masing-masing.

SMESCO pun bisa menjadi tempat berkumpulnya orang-orang kreatif dan produktif, saling memberikan motivasi, ruang eksistensi  UKM untuk belajar mengenai enterprenuership, media pembelajaran, laboratorium bagi siapa pun yang ingin belajar tentang wirausaha

Adanya event ini diharapkan MESCO  ikut terbranding. Orang akan mengenal lebih jauh tentang SMESCO sebagai tempat para entrepreneurship berkumpul dan saling bertukar informasi.

Apa realisasi dan pengembangan promosi SMESCO?

SMESCO hadir untuk menjelaskan produk-produk UMKM, promosi produk unggulan di masing-masing daerah, dan mengadakan event di SMESCO. Secara online pun SMESCO memiliki tempat untuk promosi yaitu websie smescoindonesia.com, akun media sosial di FB dan Twitter pun aktif memberikan informasi mengenai SMESCO, info-info, dan promosinya.

Apa yang harus ditingkatkan dari event ini?

Tentunya setiap event akan memberikan celah untuk diperbaiki, sehingga event berikutnya akan lebih sukses daripada event sebelumnya. Hal yang perlu ditingkatkan adalah semua yang pernah ikut dan hadir dalam event ini ada di database SMESCO sehingga SMESCO akan mudah saat akan mengadakan event berikutnya. Selanjutnya adanya peningkatan kualitas event dengan promosi yang lebih gencar sehingga pengunjung lebih banyak dan semakin banyak  merasakan manfaat dari event ini.

Peserta pameran #WOWCREATVITYDAY

Peserta pameran #WOWCREATVITYDAY

Editor : Kartina Ika Sari

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Fotografi adalah seni, jadi saat kita bisa melakukannya dengan rasa senang, itu akan memberi warna positif pada hasil fotomu. Setuju? .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE .
.
.
#indoblognet #mbcommunication #photography #funphotography #tipsfotografi #photographer #trendingpost

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top