Gaya Hidup

Waspadalah Terhadap Syndrom Inferiority Complex!

 

Awalnya gue merasa kalau teman gue ini terlalu “drama” dengan ketidak percaya diri-annya. Setiap kali diajak menghadiri sebuah acara (resepsi, kondangan, party) atau acara apa pun yang berhubungan dengan keramaian, dia selalu menolak dengan alasan yang tidak masuk diakal.

“Gue nggak pede nih. Apa nanti kata orang kalau gue ada diacara tersebut?” ucapnya dengan mimik wajah cemas.

Melihat sikapnya gue malah mengguyoninya dengan kalimat-kalimat agar dia tidak terlalu meresahkan dirinya. “Emang lu artis? Emang lu bakal diperhatiin orang? Biasa saja kelesss..”

Tapi, akhirnya gue memahami sikap teman gue tersebut. Karena bukan satu atau dua kali saja dia bersikap demikian. bahkan dia rela mengirimkan pesan singkat hanya meminta kepastian apakah dia makin gemuk dan kelihatan jelek. Intinya dia selalu minder, rendah diri dan malu dengan dirinya sendiri. Besar kemungkinan teman gue mengalami sindrom Inferiority Complex atau bisa disebut gejala kejiwaan dimana kamu merasa inferior alias minder terhadap orang lain. Orang yang mengalami gejala ini selalu merasa kalau dirinya itu kurang pintar, kurang berharga, kurang penting dibandingkan orang lain.

Dan, ternyata semua itu ada pada diri teman gue.

Karena dia selalu merasa dirinya serba kekurangan, bahkan gara-gara itu, dia enggan bersosialisasi dan lebih mengurung diri di rumah. Dia merasa nyaman jika tidak berada dipusat keramaian. Padahal, sebagai manusia, kita wajib bersosialisasi kepada siapa saja, agar kita bisa lebih mengenal banyak orang dan memahami kekurangan dan kelebihan orang lain. Tapi, jika Anda berkurung diri terus di dalam rumah, itu sama dengan merugikan diri Anda sendiri.Banyak dampak negatif yang di timbulkan dari Sindrom Inferiority Complex ini. Jika kita selalu merasa kalah sebelum berperang atau menyerah sebelum mencoba, maka teman atau orang lain pun tidak akan pernah memberikan kesempatan atau kepercayaan kepada kita untuk melakukan hal-hal yang di anggap penting.

Kalau kesempatan sudah tertutup dan kemauan diri sudah terkubur, mustahil kesuksesan akan datang menghampiri Anda. Selalu berfikir positif bisa membantu kita menjauh dari Sindrom Inferiority Complex. Terapkan dalam pikiran kamu kalau setiap orang di dunia ini diciptakan berbeda. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dengan kelebihan yang dimiliki, kamu bisa berbagi tanpa harus menyombongkan diri, dan kamu bisa menjadikan kekuranganmu sebagai pemicu untuk menggali potensi lain yang ada pada diri kamu.

Banyak yang mengira kalau sindrom ini menyerang orang-orang yang tidak berpendidikan. itu salah! Karena bukti nyata adalah teman gue. Dia seorang Sarjana Ekonomi dari sebuah Universitas terkemuka dengan nilai yang memuaskan. Bahkan dia tergolong berprestasi. sindrom ini justru menyerang banyak orang yang mempunyai kemampuan tinggi. Tak jarang pula yang memegang gelar pasca sarjana. Tetapi, ketika mereka dihadapkan pada situasi-situasi tertentu; mereka tidak mempunyai rasa percaya diri yang memadai.

Jika kita jeli, sebenarnya banyak diantara orang-orang terdekat kita mengalami Sindrom ini. Hanya saja, kita suka lupa kalau apa yang mereka derita itu merupakan penyakit yang merugikan mereka. Sebagai orang terdekat seharusnya bisa lebih aware akan keanehan-keanehan itu. Kita harus bisa memberikan pertolongan agar mereka tidak “terpenjara” dalam sindrom tersebut.

Berikut ini beberaja gejala orang yang menderita Sindrom Inferiority Compleks.

  1. Suka cemas berlebihan akan penampilan.
  2. Suka tidak percaya diri dengan bentuk tubuh.
  3. Suka merasa tidak bermanfaat bagi banyak orang.
  4. Suka merasa paling bodoh diantara teman-temannya.
  5. Suka berkurung diri di dalam rumah atau kamar. Jika diajak ke tempat keramaian atau acara-acara yang mengundang banyak orang, dia akan menolak dengan alasan yang tidak make sense.
  6. Tidak suka melakukan kontak mata langsung dengan orang baru di kenal. Karena selalu timbul kecemasan dan pikiran-pikiran negatif.
  7. Suka merasa gagal dan gagal, meski sebenarnya tidak.

Image source: pixabay.com

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, smart people 🤗 Happy Monday 😍
.
Berapa kali sih, kamu ceki-ceki Instagram-mu? Kalau Minet sih gak keitung sehari berapa kali bolak-balik buka Instagram, hihi.. 😆
.
Eh, tau gak, berdasarkan hasil survei JakPat, disebutkan bahwa media sosial yang paling menarik di kalangan millenials yang rata-rata berusia 16-25 tahun adalah Instagram, lho. Dengan persentase pengguna di rentang usia tersebut mencapai lebih dari 70% 😀
.
Sebagian besar pengguna Instagram menggunakannya untuk mencari informasi produk online shop dan meme, kemudian sebanyak 48% pengguna Instagram gemar mengunggah foto-foto liburan dan wisata
😎
.
Sumber: dailysocial.id
.
#indoblognet #mbcommunication #instagram #socialmedia #survey #millenial #instadaily #trending #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top