Kesehatan

Waspadalah! Ini 6 Penyakit yang Biasa Mengintai Pemudik

selamat mudik

Mudik adalah fenomena yang tak bisa dilepaskan dari Lebaran. Malah seolah-olah mudik merupakan bagian dari Lebaran. Tidak lengkap rasanya merayakan Lebaran tanpa melakukan perjalanan mudik. Terutama bagi yang bekerja jauh dari kampung halaman dan sanak-saudara.

Tuntunan agama dan norma ketimuran sangat menganjurkan kita untuk menghargai orang tua. Salah satu bentuk respek tersebut adalah dengan sungkem sembari meminta maaf di Hari Raya. Tak peduli jarak dan biaya, sepanjang orang tua masih sehat segar bugar pulang kampung menjadi hal wajib saat Lebaran.

Bagi yang orang tuanya sudah tidak ada, biasanya keberadaan saudara ayah-ibu sudah cukup sebagai alasan untuk mudik. Mengunjungi pakde, bude, paman, bibi, atau kakek-nenek jadi semacam pengganti orang tua. Pendek kata, mudik wajib dilakukan sepanjang masih ada kerabat di kampung halaman. Berapapun biayanya, bagaimanapun perjalanannya, semua tak dipikirkan asal bisa berlebaran di tempat asal.

Jalur yang biasa ditempuh pemudik adalah jalan darat. Baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum, naik sepeda motor dan mobil atau bus dan kereta api, perjalanan darat lebih mendominasi saat mudik. Karena banyaknya pemudik, kemacetan dan keterlambatan selalu terjadi di setiap musim mudik. Tengok saja bagaimana tahun ini banyak pemudik yang mengeluh karena terjebak macet puluhan kilometer selama belasan jam di jalan tol Brebes Timur.

Panjangnya jarak tempuh serta lamanya perjalanan seperti ini membuat pemudik rentan dihinggapi penyakit. Apalagi jika perjalanan dilakukan sembari tetap berpuasa. Bukan berarti menyarankan tidak berpuasa saat mudik, tapi perut kosong seharian menambah besar peluang pemudik untuk terserang penyakit. Lebih-lebih bila setelah waktu berbuka tiba perut tak kunjung diisi karena terjebak di tengah jalan tol yang jauh dari warung makan.

Mengutip uraian dr. Meldy Muzada Elfa di blog pribadinya, ditambah pengalaman pribadi saya, berikut enam penyakit yang mengintai pemudik. Jangan kuatir, tulisan ini juga memberikan obat-obatan yang diperlukan untuk mengatasinya kok.

1. Masuk Angin

Ini sebenarnya bukan penyakit. Secara medis tidak ada diagnosa atau penyakit bernama masuk angin. Ini hanyalah sindrom atau kumpulan gejala yang disebabkan oleh menurunnya daya tahan tubuh penderita. Gejala-gejala yang biasa ditunjukkan penderita masuk angin adalah badan terasa hangat seperti demam, bersin-bersin seolah akan flu, terkadang juga batuk-batuk, kepala nyeri, serta otot-otot linu.

Masuk angin sebenarnya semacam alarm tubuh yang memberi tahu bahwa penderitanya kelelahan. Sistem daya tahan tubuhnya menurun drastis sehingga mengalami berbagai macam gejala sekaligus. Perjalanan mudik yang jauh, kurang istirahat, pola makan dan pola istirahat yang berubah, cuaca selama perjalanan, semuanya membuat tubuh kelelahan. Saat daya tahan tubuh menurun, bakteri-bakteri dalam tubuh menjadi lebih kuat sehingga badan kita tidak enak.

Istirahat cukup sebenarnya obat mujarab untuk mengatasi masuk angin. Tapi lebih baik lagi jika mengonsumsi obat-obatan sebagai upaya berjaga-jaga. Nah, dr. Meldy menyarankan kita untuk membawa parasetamol alias obat penurun panas. Begitu badan terasa hangat, langsung deh minum parasetamol dan beristirahatlah.

2. Maag

Maag merupakan penyakit yang berhubungan dengan lambung. Kata “maag” sendiri berasal dari bahasa Belanda yang berarti “lambung” dan mengacu pada berbagai keluhan menyangkut lambung. Ini penyakit yang kerap dipandang sepele, padahal efeknya sangat berbahaya cenderung mematikan. Naiknya asam lambung dapat menyebabkan nyeri pada ulu hati, mual-mual dan muntah, serta sakit kepala. Tak sedikit kasus kematian yang disebabkan oleh asam lambung.

Kebanyakan dari kita memahami maag sebagai gangguan akibat terlambat makan. Tidak sepenuhnya salah. Namun pola makan yang berarti pengaturan komposisi menu makanan juga memegang andil dalam memicu maag. Misalnya, memakan protein hewani dan karbohidrat secara bersamaan tidak baik bagi lambung dan berpotensi memicu maag. Atau setidak-tidaknya kembung.

Nah, ketika mudik kita seringkali tidak dapat mengontrol komposisi makanan secara sehat. Apa saja dimakan asalkan perut terisi. Malah ada pemudik yang memilih menahan diri untuk tidak makan sebelum sampai tujuan, hanya minum saja. Ini tentu tidak baik.

Sebagai bentuk jaga-jaga, dr. Meldy menyarankan untuk membawa antasida. Ini obat untuk mengatasi peningkatan asam lambung. Ada banyak merek obat seperti ini yang bisa dipilih, sesuaikan saja dengan kebutuhan.

3. Nyeri Sendi dan Nyeri Otot

Dua keluhan ini adalah hal yang biasa disampaikan pemudik, terutama yang harus berdesak-desakan di dalam angkutan umum atau naik sepeda motor. Perjalanan panjang dengan istirahat minim membuat sendi dan otot kaku sehingga menyebabkan nyeri. Keluhan biasanya baru dirasakan beberapa hari setelah tiba di tujuan.

Bagian-bagian yang sering terasa nyeri adalah sendi lutut, sendi bahu, dan tulang belakang. Tak terlalu berbahaya sih, tapi nyeri otot dan nyeri sendi dapat mengganggu aktivitas. Beberapa merasa tak nyaman saat tidur sehingga mengganggu istirahat. Berita baiknya, nyeri sendi dan nyeri otot dapat menghilang dengan sendirinya jika kita cukup beristirahat.

Sebagai tindak pencegahan, dr. Meldy menganjurkan untuk mengonsumsi vitamin B Kompleks untuk meringankan keluhan nyeri sendi dan nyeri otot. Vitamin B Kompleks merupakan suplemen penunjang. Fungsinya mengasup kebutuhan nutrisi bagi tubuh saat kita kekurangan asupan akibat makan tidak teratur atau makanan yang disantap asal membuat perut kenyang.

4. Nyeri Kepala

Ini keluhan yang biasa dirasakan oleh pengendara. Pemicunya adalah pelebaran pembuluh darah di kepala atau karena otot kepala tegang. Sepanjang perjalanan pengendara dituntut untuk selalu siaga, sehingga otot-otot wajah dan leher tegang. Selain itu paparan polusi menyebabkan otak kekurangan oksigen sehingga pembuluh darah melebar agar dapat memasok lebih banyak oksigen.

Saat nyeri kepala menyerang, sangat disarankan untuk segera menepikan kendaraan dan beristirahat. Atau kalau dalam rombongan ada yang bisa mengemudi, kemudikan kendaraan secara bergantian. Biarkan otot-otot kembali relaks, dan otak mendapat suntikan oksigen cukup.

Mengonsumsi obat sakit kepala tidak disarankan untuk keluhan nyeri kepala. Istirahat adalah obat paling mujarab sekaligus teraman untuk penyakit satu ini. Jadi, jangan paksakan diri untuk terus mengemudi saat kepala terasa nyeri. Ingat tulisan yang biasa kita lihat di belakang bak-bak truk, utamakan keselamatan!

5. Dehidrasi

Perjalanan mudik seringkali jadi perjalanan penuh ketidak-pastian. Waktu tempuh yang harusnya hanya empat jam bisa molor menjadi dua kali hingga empat-lima kali lipat akibat kepadatan arus lalu lintas. Akibatnya, bekal-bekal yang disediakan terkadang jadi tidak cukup dan habis sebelum sampai tujuan.

Kita bisa tahan tidak makan seharian dan tetap segar bugar, tapi tidak demikian halnya jika kekurangan minum. Normalnya kebutuhan cairan tubuh kita sekitar 30 ml/KgBB/24 jam. Jadi kalau berat badan kita, katakanlah, 60 Kg kita butuh minuman sebanyak 30 ml x 60 alias 1.800 ml selama sehari semalam. Itu kebutuhan minimal di waktu normal.

Saat mudik, kebutuhan cairan tubuh meningkat. Perjalanan panjang nan melelahkan, sekalipun naik mobil dengan penyejuk udara, membuat tubuh mengeluarkan banyak cairan. Jika pemudik melakukan perjalanan dalam kondisi berpuasa, lalu buka dengan minum ala kadarnya, ia berpotensi mengalami dehidrasi.

Untungnya solusi untuk masalah ini terbilang paling gampang. Dehidrasi cukup diatasi dengan banyak minum. Biasakan minum banyak sebelum makan saat berbuka agar tubuh segera mendapat cukup cairan. Jangan kuatir perut penuh sehingga tak bisa makan kenyang, sebab cairan sangat cepat diserap tubuh. Atau cara terbaik mencukupi kebutuhan cairan tubuh tanpa membuat perut kembung oleh air adalah dengan makan buah-buahan.

6. Diare

Penyakit terakhir ini dimasukkan dalam daftar berdasarkan pengalaman pribadi saya. Semasa kuliah di Jogja, saya harus menempuh perjalanan selama 36 jam perjalanan darat untuk mudik ke Jambi. Itu baru perjalanan dari terminal ke terminal. Untuk menuju ke rumah orang tua, saya masih harus naik angkutan lagi selama 2-3 jam.

Sepanjang perjalanan Jogja-Jambi saya biasanya naik bus eksekutif. AC-nya kencang, sehingga di malam hari bisa membuat tubuh menggigil. Yang membuat tidak enak, bus punya jadwal makan yang disesuaikan dengan letak rumah makan. Maksudnya, bus baru akan berhenti makan kalau sudah melewati rumah makan langganan mereka.

Akibatnya, sering terjadi penumpang harus berbuka ala kadar di atas bus saat waktunya berbuka puasa. Yang punya bekal banyak bisa makan roti, biskuit atau buah. Tapi mahasiswa seperti saya sudah harus puas berbuka dengan air dan permen. Bus baru akan berhenti ketika sampai di rumah makan langganan mereka, tak peduli jam berapapun.

Sering lho bus berhenti pada tengah malam saat penumpang sedang lelap tidur. Saya yang tidurnya kebluk (susah bangun) sering sekali tak ikut turun untuk makan. Dipapar AC terus-menerus dan perut kosong, saya biasanya sampai di rumah membawa diare. Mencret-mencret selama beberapa hari pertama di rumah.

Untunglah ibu saya paham benar cara mengatasi diare. Ibu biasanya membuatkan wedang jahe untuk menghangatkan perut, yang rutin saya minum sampai perut terasa nyaman. Lalu cara paling ampuh menghambat diare adalah dengan makan seperti biasa, kalau perlu lebih banyak porsinya. Jangan malah tidak makan karena akan membuat tubuh lemas.

Demikianlah enam penyakit yang biasa mengintai pemudik, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang tengah pulang kampung jelang lebaran.

 

 

 

Sumber gambar: GambarGambar.co

Eko Nurhuda

A happy blogger. Social media enthusiast. Amateur video-maker. Father of two. Love culinary, music, and football. #YNWA

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet πŸ˜‰ Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen πŸ˜„
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top