Agama

Uang, Lagi Lagi Uang..!

Menurut Wikipedia, uang adalah alat tukar yang bisa diterima di mana saja dan kapan saja. Uang bisa digunakan untuk pembayaran yang sah untuk suatu barang atau jasa. Ambil contoh saja saat kita belanja kebutuhan sehari-hari di mall. Kita pasti membutuhkan uang untuk membayar semua belanjaan, kan? Makanya uang selalu dianggap penting oleh semua orang.

Bisa jadi setiap hari yang kita pikirkan hanyalah UANG. Saat baru bangun tidur saja yang terpikirkan adalah uang. Yang terlintas adalah sebuah pekerjaan kantor yang harus segera diselesaikan. Kalau sampai telat sedikit saja, bisa-bisa nanti malah dimarahi oleh bos besar. Ujung-ujungnya nanti di akhir bulan tidak gajian.

Bahkan tidak jarang ada sebagian kalangan yang merajakan UANG. Artinya begini, semua hal yang kita lakukan itu harus bayar. Misalnya seperti saat parkir motor di ATM. Karena kehabisan uang cash, akhirnya mengambil uang di ATM. Tapi pernahkah anda merasa jengkel sekali saat keluar dari ATM dan menghampiri motor, disitu sudah ada tukang parkir yang menunggu dan nagih uang parkir. Padahal kita mengambil uang di ATM juga tidak lama, cuma sekitar 5 menit.

Bukan bermaksud untuk tidak mau bayar uang parkir dan lari dari tanggung jawab. Ya, lebih baik kan harga uang parkirnya juga dibedakan dengan yang di mall. Masak hanya parkir di depan ATM harus bayar 3.000. Harganya sama dengan bayar parkir di mall. Seharusnya harganya dibedakan, karena pelayanannya itu berbeda dan durasi parkir juga tidak terlalu lama.

Saya di sini tidak mencoba menyalahkan tukang parkirnya. Tapi di sini saya lebih menekankan regulasi peraturan perundangan tentang parkir. Masih banyak sekali pungli parkir yang ujung-ujungnya hanya masuk kantong sendiri. Uang parkir hanya dinikmati oleh segelintir orang yang tidak tanggung jawab. Seharusnya uang parkir itu masuk ke pajak negara. Sehingga nantinya uang itu bisa digunakan untuk pembangunan infrastrukur. Dengan begitu orang yang bayar parkir tidak akan merasa keberatan.

Contoh lain yang sering kita temui adalah pada saat ingin berobat. Pernahkah anda melihat orang yang kurang mampu dalam segi ekonomi namun sangat kesulitan untuk berobat. Padahal orang itu sudah memiliki BPJS Kesehatan. Yang mana seharusnya rumah sakit itu memberikan pelayanan kepada pasiennya. Namun pihak rumah sakit malah seolah tutup mata dan tidak mau memberikan obat hanya gara-gara tidak ada uang.

Inikah sumpah seorang dokter yang katanya akan selalu membantu orang sakit di mana saja, kapan saja, dan bagaimana saja keadaannya. Coba Anda bayangkan kalau yang sakit itu adalah keluarga Anda sendiri. Bahkan bisa jadi yang sakit adalah sosok ibu tercinta. Bagaimana rasanya? Tentu sangat sakit bukan.

Ibu yang dari kecil sudah mendidik kita. Mulai dari kita tidak tahu apa-apa, hingga kita bisa tahu segalanya. Pengorbanan seorang ibu sangat besar sekali. Kita tentu tidak bisa tinggal diam begitu saja. Sebagai seorang anak yang baik, pasti kita akan melakukan apa saja demi kesembuhan ibu.

Lagi, lagi, dan lagi. Saya tekankan saya disini tidak mau menyalahkan siapapun. Dari pada mencari siapa yang salah, lebih baik kita langsung mencari solusi untuk masalah tersebut.

Menurut saya, solusi terbaik bila hal itu terjadi adalah dengan langsung menangani pasien yang sakit. Kenapa juga harus berdebat hanya gara-gara uang. Lagi pula kalau keluarga pasien tidak bisa membayarnya, anggap saja itu sebagai sedekah dari pihak rumah sakit. Saya yakin dengan begitu Tuhan Yang Maha Esa akan jauh lebih senang kepada Anda.

Bersedekah itu tidak harus berupa uang atau apalah itu namanya. Yang terpenting adalah ikhlas. Kita kadang sangat sulit sekali untuk ikhlas. Ikhlas sendiri maknanya sangat luas sekali. Tapi saya yakin kalau salah satu ciri orang yang ikhlas adalah merasa bahagia. Walaupun saat itu kita berada di titik yang sangat sulit sekalipun.

Kalau kita simpulkan dari kedua penjelasan saya di atas tentang bayar parkir dan membantu orang miskin untuk berobat adalah hanya tentang sebuah rasa ikhlas. Jika kita lebih berorientasi pada dunia. Kita sulit mengeluarkan uang yang sedikit karena merasa kurang seimbang dengan apa yang didapat. Uang Rp 3.000 serasa seperti mengeluarkan uang Rp. 300.000.

Seharusnya, kita juga berorientasi pada kehidupan kita kepada Sang Pencipta. Kita tidak akan merasa keberatan untuk mengeluarkan uang yang banyak dan juga tenaga untuk membantu orang lain. Karena kita sudah tahu, kita akan mendapatkan hal yang luar biasa. Yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

 

Source image: morguefile.com

*Editor: Indoblognet

ikhwanazmi

I'am newbie, but i want to learn more.
Don't be lazy, let's study.
More about me visit to inma-xp.com
Thanks ^_^

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top