Gaya Hidup

Traveling Gak Identik dengan Party, Kok

 

Entah kenapa, setiap kali pulang dari traveling entah dari mana pun, hal utama yang ditanyakan teman-teman gue adalah,”Bagaimana party disana?”

Entah kenapa mereka selalu beranggapan kalau setiap kali gue traveling, entah itu ke negara mana atau ke kota mana, gue pasti party dan party. Edan!

Dulu, memang gue akui, setiap kali traveling kemana pun itu, hal utama yang gue cari adalah tempat party. Mau itu ke Singapura, KL, Bangkok, Hongkong, Macau, Phuket, Vietnam,Bali, Gili, Manado dll..dll.. Sebisa mungkin gue selalu menyempatkan diri untuk datang ke sebuah tempat party. Gue bisa betah disana sampai nge-drop. Tapi, itu duluuuu banget!

Sekarang beda!

Sekarang, setiap kali pergi traveling, hal utama yang gue cari adalah ketenangan jiwa. Gue suka pergi ke tempat-tempat yang bisa membuat jiwa gue benar-benar tenang dengan suasana dan keadaannya. Karena disitulah gue bisa melakukan intropeksi diri dan gue juga bisa bersosialisasi dengan warga lokal. Gue suka gunung, gue suka sebuah pedesaan, sebuah perkampungan terpencil bahkan gue suka berkemah di tempat-tempat yang menurut gue “This is it!”

Semkain gue mencintai dunia traveling, semakin gue bisa mengenal siapa diri gue sesungguhnya dan apa yang gue inginkan akan hidup ini. Dan juga, gue merasa benar-benar sangat dekat dengan alam dan juga mahluh hidup lainnya. Sangat bertolak belakang dengan kehidupan-kehidupan gue sebelumnya yaitu Traveling is Party!

Misalkan gue pergi ke Bali, hal utama yang gue kejar adalah Night life-nya. Gue bisa party seminggu berturut-turut. Sebelum tempat party tidak tutup kagak bakalan pulang ke hotel. Bahkan gue hafal betul tempat-tempat party yang lagi happening di Bali. Rasanya berdosa besar banget kalau tidak datang ke tempat tersebut. Ada kebanggaan tersendiri ketika gue sudah menginjakkan kaki ke tempat itu.

Bahkan, gue rela datang ke Bali hanya demi menonton aksi DJ kondang berskala internasional yang sedang show di Bali. Harga tiketnya juga nggak main-main cuy! Menguras isi dompet!

Tapi itu dulu….

Rasanya gue pantas mengutuk dan membodohi diri gue sendiri yang kala itu rela menghabiskan masa-masa liburan hanya untuk party dan party. Tapi sekarang beda. Setiap kali pergi ke Bali, hampir tidak pernah lagi gue menikmati dunia malamnya. Ya, kalau pun menikmati dunia malam bukan untuk party. Hanya sekedar dinner di tempat yang hits menikmati suasana tanpa harus mabok-mabokan. Ternyata begitu banyak lokasi yang perlu di eksplore di Bali selain daerah Kuta dan Legian serta Seminyak (kawasan night life).

Setiap ke Bali, gue lebih memilih mengasingkan diri dari tempat keramaian (night life). Gue memilih Ubud untuk mencari ketenangan. Pergi ke desa-desa terpencil, ke pematang sawah atau ke kawasan lebih tinggi di daerah Kintamani. Oneday, gue akan mendaki gunung di Bali. Ya, oneday!

Jadi, siapa bilang traveling identik dengan party? Tidak semua penggila traveling kehidupannya erat dengan dunia malam. Dunia serba bebas. Masih banyak hal-hal menarik yang bisa digali ketika kita melakukan traveling. Kita bisa mengenal lebih dalam daerah atau Negara yang kita kunjungi. Mulai dari objek wisatanya, budayanya, kulinernya hingga tradisi-tradisinya. Semuanya bisa Anda kumpulkan dalam sebuah cerita yang kelak bisa Anda jadikan bahan tulisan. lihat saja, betapa banyak traveler yang akhirnya menjadi penulis. Ya, karena begitu banyak kisah perjalanan hidup mereka yang begitu menarik dan sayang kalau tidak diceritakan.

So, menjadi seorang traveler itu sesungguhnya membuat Anda membuka lebar-lebar rasa ingin tahu Anda. membuka lebar-lebar cara berpikir Anda dan juga membuka lebar-lebar toleransi dan solidaritas Anda. Karena sesungguhnya, Anda juga menemukan jati diri Anda ketika sedang melakukan perjalanan. Ya, life is a journey..

So, Traveling nggak harus identik dengan party bukan..?

 

 

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top