Indo Blog Net

kesehatan

Tips Mengonsumsi Temulawak untuk Memperoleh Hasil yang Optimal

tips mengonsumsi temulawak

Anda pastinya sudah mengenal tanaman herbal yang satu ini. Belakangan ini namanya sedang ‘naik daun’ sejak dikabarkan bahwa tanaman ini dapat menangkal virus Corona. Ya, Temulawak yang merupakan tanaman herbal asli Indonesia ini memang termasuk salah satu rempah yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Temulawak ini sering dijadikan sebagai salah satu bahan dalam pembuatan jamu.

Manfaat temulawak yang poluler adalah untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan, mulai dari penyakit maag, sembelit, asam lambung (GERD), Sindrom Iritasi Usus (IBS), dan lain-lain.

Tak hanya bermanfaat untuk mengatasi masalah pencernaan, temulawak pun ternyata mampu meningkatkan imunitas. Dengan imunitas yang baik, Anda akan lebih sehat dan tak mudah terserang penyakit. 

Dan bukan hanya itu, selain untuk mengatasi berbagai masalah pencernaan dan untuk meningkatkan imunitas, temulawak juga bisa dimanfaatkan untuk perawatan kecantikan alami.

Temulawak dapat membantu melembabkan kulit, mencegah penuaan dini, mencerahkan kulit, mengatasi jerawat, menghaluskan kulit, menyamarkan noda pada kulit, hingga meremajakan kulit. 

Tips Mengonsumsi Temulawak untuk Memperoleh Hasil yang Optimal

Mengetahui banyaknya khasiat dari temulawak ini bagi kesehatan dan kecantikan, tentunya sayang sekali jika Anda tidak memanfaatkannya, bukan? Selain kaya manfaat, temulawak juga mudah didapat dan harganya pun cukup terjangkau.

Tapi tunggu dulu, sebelumnya Anda perlu mengetahui apa saja tips mengonsumsi temulawak untuk memperoleh hasil yang optimal. Mari simak ulasannya berikut ini!

1. Pilih Temulawak berkualitas

Pertama-tama pilih temulawak yang berkualitas. Semakin baik kualitasnya tentu akan semakin baik pula hasilnya (manfaat yang Anda peroleh).

Jika Anda ingin menggunakan temulawak yang masih dalam bentuk rimpang, belilah temulawak yang masih segar kondisinya. Temulawak yang masih segar kondisinya akan mengeluarkan aroma yang sangat khas. 

Perhatikan pula bagian kulitnya. Pilih temulawak yang kulitnya masih mulus, ini merupakan ciri temulawak yang segar. Temulawak yang kulitnya keriput menandakan bahwa temulawak tersebut sudah lama dipetik sehingga telah berkurang kesegarannya. 

Jika Anda membeli temulawak dalam bentuk bubuk, ekstrak, maupun jamu kemasan, telitilah sebelum membeli. Pastikan bahwa produk yang Anda beli dalam kondisi baik dan berkualitas, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Caranya lihat kemasannya, pilih produk dengan kemasan yang baik. Lalu cek labelnya, pilih temulawak yang tanpa tambahan bahan kimia di dalamnya . Kemudian pastikan produk tersebut telah ada izin edarnya dari BPOM. 

2. Dosis aman mengonsumsi Temulawak

Jika Anda mengonsumsi temulawak dalam bentuk kemasan, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dosis yang dianjurkan pada kemasan. Secara umum dosis aman mengonsumsi temulawak adalah 500 – 3000 mg per harinya.

Namun jumlah tersebut bisa meningkat hingga 8000 mg jika digunakan untuk membantu pengobatan penyakit tertentu, misal kanker.

Jika Anda mengonsumsi temulawak segar yang digunakan untuk membuat jamu atau minuman, batasi penggunaannya maksimal 1 – 3 gelas per hari.

Jika sedang sakit atau dalam masa pengobatan, Anda bisa mengonsumsinya hingga 3 gelas per hari. Namun, untuk pencegahan atau menjaga imunitas cukup dikonsumsi 1 kali per harinya. 

3. Mulai dari dosis yang kecil

Biasakan untuk mengonsumsinya mulai dari dosis yang kecil terlebih dahulu. Jangan langsung mengonsumsi dalam jumlah yang banyak. Perhatikan respon tubuhmu saat mengonsumsi temulawak, jika tak ada keluhan apapun Anda bisa menambah dosisnya sesuai kebutuhan. 

4. Cara menyimpan Temulawak

Untuk temulawak yang masih dalam bentuk rimpang, sebaiknya simpan dalam wadah bersih yang kedap udara dan letakkan di tempat yang sejuk atau kering serta terhindar dari sinar matahari. Sebelumnya jangan lupa untuk mencucinya terlebih dahulu, agar temulawak benar-benar dalam keadaan bersih saat disimpan. 

Sedangkan untuk temulawak dalam kemasan, Anda bisa ikuti bagaimana petunjuk penyimpanannya yang tertera pada kemasan. Pada umumnya sebaiknya temulawak kemasan pun diletakkan di tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari sinar matahari agar kualitasnya tetap terjaga. 

Anda juga bisa menaruh temulawak segar maupun kemasan di dalam kulkas. Namun untuk temulawak segar sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, pastikan Anda telah mengeringkannya terlebih dahulu setelah dicuci.

Temulawak yang dimasukkan ke dalam kulkas dalam kondisi basah akan membuatnya jadi lembab dan mudah membusuk. 

5. Perhatikan respon tubuhmu

Jika terjadi keluhan saat Anda mengonsumsi temulawak, sebaiknya hentikan penggunaannya sementara waktu, beri jeda tubuhmu untuk beradaptasi. Setelah itu Anda bisa lanjut untuk kembali mengonsumsi. Namun jika terjadi keluhan kembali, segera hentikan pemakaian. 

6. Efek samping

Meskipun tanaman herbal alias pengobatan alami seperti temulawak ini sedikit sekali menimbulkan efek samping, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya secara berlebihan dan terus menerus. Temulawak bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam dosis yang berlebihan maupun dalam waktu yang terus menerus.

Untuk itu perhatikan dosis yang tepat saat mengonsumsi temulawak. Selain itu, sebaiknya temulawak tidak dikonsumsi lebih dari 18 minggu secara terus menerus. 

Efek samping yang bisa ditimbulkan temulawak ini jika dikonsumsi berlebihan maupun terus menerus, diantaranya memicu iritasi lambung, gangguan pencernaan, mual dan muntah, detak jantung lebih cepat (berdebar-debar), meningkatkan risiko infeksi kandung kemih, memperparah gangguan liver, hingga memperparah kerusakan ginjal. 

Jadi, sebaiknya konsumsi temulawak dalam jumlah yang tepat sesuaikan dengan kondisi tubuh Anda. Dan jangan konsumsi terus menerus dalam jangka panjang.

7. Berbagai cara mengonsumsi Temulawak

Ada beberapa cara dalam mengonsumsi temulawak. Cara ini bisa Anda coba secara bergantian agar tidak bosan. 

  • Anda dapat mencampurkan bubuk temulawak dalam makanan, seperti saat membuat telur dadar, mencampurnya dalam masakan/sayuran, atau nasi goreng. 
  • Bisa juga mencampurkan temulawak dalam minuman, seperti smoothie atau jus buah maupun sayuran.
  • Selain itu temulawak juga dapat disajikan sebagai minuman, seperti jamu atau teh. Anda bisa mencampurkan madu atau bahan-bahan alami lainnya.
  • Terakhir, yang paling praktis jika Anda mengonsumsi temulawak kemasan. Anda bisa mengonsumsinya secara langsung atau meminumnya dengan air hangat.

Dengan melakukan tips-tips di atas semoga Anda akan memperoleh khasiat yang optimal dari temulawak. Jangan lupa juga sertakan doa, ya. Selamat mencoba!

Credit photo: 1md.org

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top