Gaya Hidup

Tips Mengemas Bawaan Backpacking

Bepergian dengan cara bacpacking kini sudah jadi tren. Banyak keuntungan yang diperoleh bepergian dengan cara tersebut. Selain ekonomis, sisi kepraktisan menjadi pilihan para bacpacker. Ekonomis karena jika menggunakan pilihan alat transportasi, pasti akan mencari harga tiket yang paling ekonomis/terjangkau. Sisi praktisnya adalah tak perlu membawa barang yang berjibun. Sehingga apabila naik pesawat atau kereta api bisa over weight. Resikonya adalah harus membayar biaya kelebihan bagasi.

Pengalaman penulis dan rekan-rekan sesama backpacker mungkin bisa membantu. Ada beberapa tips yang selama ini penulis lakukan dalam memperlakukan barang bawaan. Bagi sebagian pelancong yang berkantong tebal, tentu hal ini menjadi pengeculian lho. Sebab tips yang penulis sampaikan ini adalah model para backpacker hitchhicker. Atau biasa disebut juga backpacker yang kadang menggunakan trik nebeng untuk meminimalkan biaya perjalanan. Bahkan bisa meminimalkan biaya akomodasi.

Bobot ransel saya tersebut cuma 5 kg. (dok pribadi)

Bobot ransel saya tersebut cuma 5 kg. (dok pribadi)

Berikut tips yang bisa dicoba untuk dipraktikkan oleh para (calon) backpacker.

  1. Gunakan sebuah backpack (tas punggung) yang kuat dan memiliki spesifikasi anti air. Ini bisa juga disiasati dengan menggunakan parasut anti air yang banyak dijual terpisah.
  2. Pilihlah backpack yang memiliki bobot ringan. Tas outdoor dengan bahan parasut banyak dijumpai di pasaran. Namun bisa juga gunakan ransel semi outdoor yang memiliki kantung khusus laptop atau tablet. Ini biasanya digunakan oleh travel  jurnalis atau blogger. Kantung khusus yang cukup tebal, sehingga bisa melindung laptop atau tablet dari benturan keras atau jatuh. Bagi para fotografer pun kini sudah banyak dijumpai tas punggung dengan kantung khusus kamera DSLR dan bisa menampung juga asesorisnya. Biasanya tas model ini memiliki volume antara 20-60 liter.
  3. Bawalah juga tas pinggang dengan ukuran yang profesional. Hal ini untuk mengantisipasi jika kita harus bepergian ke destinasi yang lumayan banyak. Sementara ransel utama kita tinggalkan sementara di hotel atau penginapan.
  4. Membawa pakaian hendaknya seminimal mungkin. Ini salah satu ‘kebingungan’ kita saat mau bepergian jauh dalam durasi yang cukup panjang (3 hari lebih). Apalagi bagi para backpacker perempuan. Perasaan pakaian semua mau dibawa saja. Padahal kenyataan di lapangan seringkali banyak pakaian yang tak terpakai. Apalagi jika di perjalanan kita akhirnya membeli atau mendapat souvenir berupa pakaian/kaos. Bisa jadi penyesalan bukan? Penulis sendiri, untuk perjalanan 3 hari cukup membawa satu kaos dan satu baju. Perjalanan 4-7 hari cukup membawa 2 helai kaos dan 1 helai baju. Toh, kaos bisa dicuci selama perjalanan.
  5. Memilih pakaian luar dan dalam dengan bahan yang ringan, tidak tipis, kuat, dan menyerap keringat. Hal ini diperlukan agar bagi produsen keringat seperti penulis, pakaian menjadi tidak cepat bau. Model pakaian seperti ini biasanya mudah dicuci dan mudah dikeringkan meski hanya dengan diangin-anginkan saja. Usahakan membawa baju batik, siapa tahu mendadak dapat undangan resmi dari presiden atau pejabat setempat. Ini penulis pernah mengalaminya beberapa kali.
  6. Membawa jaket parasut jika diperlukan. Membawa jaket parasut sangat penting bagi mereka yang tidak begitu biasa dengan angin atau hawa dingin. Pilihlah bahan parasut panas dingin menjadi alternatif yang fleksibel. Tapi pengalaman penulis sendiri, lebih memilih untuk menggunakan kaos lengan panjang (bila ke daerah berhawa panas). Ditambah dengan sarung plus bandana. Sebab sarung bisa banyak fungsi. Selain bisa digunakan untuk salat, sekaligus bisa digunakan sebagai pelindung badan pengganti jaket. Sementara bandana bisa digunakan untuk menutup kepala agar tidak kepanasan. Bisa juga digunakan sebagai penutup leher, telinga, mulut, dan hidung agar tak terkena debu.
  7. Bawa perlengkapan mandi seperlunya saja. Perhatikan ukuran botol sabun cair, sampo, pembersih wajah, sunblock, dan lainnya. Gunakan ukuran mini atau yang proporsional, sehingga tak banyak makan tempat.
  8. Membawa sandal jepit. Ini berguna apabila sepatu yang kita pakai rusak di tengah jalan.
  9. Membawa obat-obatan pribadi secukupnya dan yang benar-benar dibutuhkan.
  10. Membawa asesoris elektronik yang multi guna. Misalkan powerbank dengan ukuran mini dengan kapasitas besar dan bisa berfungsi sebagai senter/alat penerang. Flash disk, MMC, atau sejenisnya saat ini menjadi menu wajib bawa yang harus menghuni ransel.
  11. Menyimpan uang secukupnya dan sebagian kartu identitas di ransel atau tas pinggang. Siapa tahu dompet kita dicopet atau tanpa sengaja terjatuh di tengah perjalanan. Jangan lupa juga untuk menyiapkan semua fotokopi kartu identitas.
  12. Membawa buku saku dan alat tulis. Menulis manual tetap diperlukan pada kondisi tertentu.
  13. Membawa botol minum dari bahan yang kuat dan ringan. Bisa untuk menyimpan air hangat, kopi, atau teh hangat.
  14. Untuk perjalanan sendirian, saya lebih menyukai membawa kamera saku digital dibandingkan kamera DSLR.
Apa saja masuk dan cukup 5 kg. (dok pribadi)

Apa saja masuk dan cukup 5 kg. (dok pribadi)

Sangat praktis bukan? Dengan 14 item di atas plus beberapa suvenir, penulis bisa membawa tentengan yang beratnya cuma 5 kg. Padahal penulis bepergian ke luar pulau selama 6 hari 5 malam. Praktis jika ingin nebeng motor atau mobil. Tak perlu merepotkan orang yang kita tebengi. Bayangkan kalau Anda membawa koper atau ransel segede gaban. Yang kita mintai tebengan pasti akan mikir 1000 kali mau kita tebengi. Bawaannya itu lho boook….  Hehehe….

Semoga tips yang saya berikan ini bisa mencerahkan. Bepergian jauh dan lama tak perlu direpotkan dengan bekal bawaan. Pilihlah yang benar-benar akan kita pakai.

 

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top