Indo Blog Net

blog

Tip Membuat Desain Konten Visual yang Menarik dan Nggak Membosankan untuk Blogger

Ngeblog memang nggak hanya nulis aja sekarang. Banyak hal mesti dipelajari oleh seorang blogger, mulai belajar coding sedikit-sedikit, hingga belajar membuat konten visual yang bagus.

Nah, konten visual  nih yang akan kita bahas sekarang.

Konten visual ini ada beberapa macam sebenarnya. Tapi untuk blogger, biasanya mereka akan menggunakan foto, infografis, dan video sih kebanyakan yah.

Semakin lama memang semakin kerasa deh, bahwa kita butuh konten visual yang bisa ikut mengangkat konten tulisan secara keseluruhan. Sudah nggak bisa lagi “asal ada”. Kita semakin dituntut untuk memberikan konten-konten yang lebih bagus lagi setiap harinya; mesti posting juga di Instagram, atau bikin foto produk untuk review yang bagus, atau bikin infografis supaya howto kita jadi lebih mencerahkan, dan seterusnya.

Karena oh karena, ada beberapa hal yang harus disadari mengenai konten visual dalam artikel blog, di antaranya:

  • Artikel yang menyertakan konten visual akan mendapatkan engagement  650% lebih tinggi ketimbang yang tanpa pendukung visual. (Menurut Larry Kim, founder Wordstream)
  • Otak kita mampu memproses data visual 60.000 kali lebih cepat ketimbang hanya teks. (Seperti yang disebutkan dalam salah satu artikel di 3m.com)
  • 65% manusia yang ada di bumi ini adalah mereka yang suka belajar melalui visual (visual learners type)

And then … Selama beberapa waktu perjalanan dan pengamatan, akhirnya saya ngerti juga kalau enggak semua orang paham prinsip desain. Saya lantas merasa beruntung sih, dulu sempat sekolah desain (meski bukan desain grafis) tapi seenggaknya saya tahu prinsip dasarnya. Jadi, meski outputnya berbeda, sebenarnya “cara kerja” ngedesain itu sebenarnya sama aja.

Saya pernah menulis soal 3 prinsip dasar desain for dummies ini, boleh dibaca kalau belum pernah baca yah. Dan, artikel ini akan melengkapi artikel mengenai 3 prinsip dasar tersebut.

So, saya akan mencoba kasih tip untuk bikin konten visual yang bagus dan praktis buat para blogger di sini. Simak terus sampai selesai yah.

 

5 Hal yang harus diperhatikan untuk membuat desain konten visual yang menarik

1. Temukan tool yang paling cocok dan mudah

So, karena blogger itu tidak harus seorang desainer, maka kita boleh memakai tools desain instan 😆 Itulah enaknya zaman sekarang yeuh. Dulu saya mah pas masih belajar cuma ada Photoshop, CorelDraw, InDesign, atau Illustrator.

Sekarang? Banyak! Mulai dari yang web based, seperti BeFunky, PicMonkey, dan sebagainya, sampai yang aplikasi mobile, seperti Canva, Adobe Spark, Pixlr, SnapSeed, dan sebagainya.

Saya pernah ulas 5 tool untuk desain konten visual di sebelah sini, dan juga rekomendasikan 25 aplikasi Android yang bisa dipakai untuk bikin desain dan edit foto.

Boleh ditengok yah, sebagai referensi.

Anyway, saya sendiri orangnya gampang bosen. Kalau banyak orang sudah pakai satu tools–apalagi lalu desainnya jadi pasaran–saya biasanya akan nyari yang lain lagi. Moga-moga kapan-kapan masing-masing artikel itu bisa saya update dengan tools baru 😆

 

2. Persiapkan sejak semula

Kesalahan lain yang sering dibuat oleh para blogger terkait desain konten visual adalah mereka memikirkannya nanti setelah tulisan selesai.

Nah, ini yang harus diubah.

Coba konsepkan konten visualnya sekalian saat teman-teman membuat kerangka berpikir atau outline. Coba dikira-kira, oh bagian ini dilengkapi dengan foto begini  nih, biar oke. Oh, bagian yang onoh sepertinya bakalan cetar kalau dilengkapi dengan infografis nih, step-step untuk melakukan ina inu. Oh, mesti bikin video nih untuk bagian anu nih, biar yang baca semakin jelas dan bisa mengikuti artikel howto yang sudah dibuat dengan baik.

Dengan demikian, kita pun enggak asal nempel gambar, foto, atau apa pun itu. Konsep konten visualnya pun bisa menyatu dengan baik dengan konsep konten kita secara keseluruhan.

 

3. Take it simple

Kesalahan yang lain lagi adalah kebanyakan mau 😆

Misalnya, mau milih font aja milihnya sampai mbulet. Susah banget memutuskan mau pakai font apa yang dipakai. Akhirnya karena udah kecapekan milih, font yang dipakai pun jadi kurang oke. “Ah, udahlah bingung. Gini aja deh.”

“Gini aja” itu tuh yang bahaya 😆

Nah, coba simak artikel saya mengenai 3 prinsip desain grafis yang sudah saya tautkan di atas. Jangan terlalu ribet milih font–kalau umpamanya persoalannya ada di font. Pilih 2 font saja: satu font yang stylized, dan font lainnya yang readable. Sudah, itu aja. Simpel.

Begitu juga dengan elemen gambar. Nggak perlu terlalu ribet. Yang penting: pesan kita tersampaikan dengan baik. Jangan mikir terlalu jauh atau rumit. Desain itu nggak seheboh itu juga kok.

 

4. Tentukan mood dengan warna

Soal warna ini juga biasanya jadi masalah tersendiri. Saya pikir tadinya persoalan warna ini bukan hal yang penting, semua orang pasti bisalah me-matching-kan warna dengan baik.

Ternyata enggak juga 😆

Di artikel prinsip desain yang sudah ditautkan di atas juga ada, warna apa saja yang bisa matching dan mana yang sebaiknya jangan disatukan dalam satu artwork.

Mood warna dalam desain konten visual

Mood warna dalam desain konten visual. Via toprankblog.com

Selain soal per-matching-an, warna itu juga bisa menentukan mood. Jadi, hati-hati memilih warna. Kalau enggak cocok dengan “sifat” konten secara keseluruhan, ya bisa nggak nyampai pesannya. Maunya bikin orang prihatin, pakai warna-warnanya yang terlalu setrong. Ini nggak akan bawa orang bersimpati.

Jadi, putuskan warna utama sejak awal. Mau arahkan pembaca ke rasa apa? Aplikasikan ke warna utama. Baru putuskan warna-warna sekundernya.

 

5. Penggunaan font dan layout secara kreatif

Nah, kalau teman-teman menggunakan tool-tool pembuat desain konten visual instan seperti yang saya sebutkan di atas, tantangan berikutnya adalah membuatnya supaya jadi lebih unik.

Karena semakin ke sini, saya aja semakin sering liat desain yang sama dipakai di mana-mana, layout yang itu-itu aja, font-font yang sama, sehingga tak lagi ada yang menarik untuk diperhatikan 😆

Perlu diketahui, bahwa mata kita punya titik jenuh tertentu. Kalau ia sudah mencapai titik jenuh itu, ia akan cenderung skip sehingga tak lagi memperhatikan secara detail.

Ini sering kejadian banget nih di sini, terutama buat teman-teman yang suka pakai Canva. Yes, Canva memang sepertinya yang paling user friendly sekarang ya. Dengan berbagai template yang tinggal pakai, font-font yang kombinasinya juga udah disediakan, warna-warna sudah disiapkan, ini cenderung menjebak kita untuk nggak kreatif. Kita jadi malas eksplor, malas berusaha untuk menghasilkan yang lebih baik.

Jadi, lebih baik cobalah untuk nggak puas dengan template yang ada. Coba ulik lagi, biar beda sama yang lain.

 

Nah, demikian beberapa tip membuat desain konten visual yang menarik. Jika ada tambahan atau mau diskusi lebih lanjut, kuy, langsung ditulis di komen yah.

Semoga bermanfaat 🙂

Meet me

CarolinaRatri

Content & Copywriter. Sketcher. Editor. Visual Communicator. Graphic designer. Mood swinger. INFJ-T Sagittarian. Sarcasm speaker.
Meet me
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top