lomba blog zakiah hijab

Terus Berusaha untuk Menjadi Ibu Idaman Anak

Motherhoods is all about choices you make everyday. What to do, what to do, when to do all the right things for our kids. It’s the time when yyou put someone else’s needs ahead of your own (Meta Hanindita).

Memiliki keturunan adalah idaman setiap pasangan yang menikah. Begitu juga dengan saya, memiliki anak adalah impian saya sejak menikah. Rasanya akan semakin lengkap hidup ini dengan kehadiran anak dalam keluarga yang akan meneruskan garis keturunan.

Anak yang saya idam-idamkan sudah Allah SWT wujudkan dengan hadirkan sepasang anak laki-laki dan perempuan yang ganteng dan cantik, serta insyaallah mudah-mudahan menjadi anak soleh dan solehah. Mereka menjadi sumber semangat saya untuk terus berbuat sesuatu dengan lebih baik lagi. Mereka sumber inspirasi saya dalam menulis. Mereka jarang mengeluh kalau saya masak ini dan itu, serta mau makan apa saja masakan saya. Mereka adalah teman saya dalam berkeluh kesah tentang kehidupan.

Anak-anak merepotkan? Mungkin iya dalam situasi tertentu. Misalnya saja ketika saya harus melakukan pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa ditinggalkan dan anak-anak malah meminta perhatian saya. Hal itu biasanya terjadi di awal-awal saya melahirkan bayi. Tapi bagaimanapun, saya seharusnya bisa menghandl e situasi tersebut. Toh saya sendiri yang mengidamkan anak di kehidupan saya sehingga saya harus bertanggungjawab terhadap mereka.

Ya, tanggung jawab. Memiliki anak itu bukan semata-mata meneruskan garis keturunan, ada teman, ada yang disayangi, dan sebagainya. Tapi juga ada tanggung jawab besar yang dipikul. Dari mulai memenuhi nafkahnya, memenuhi kebutuhan kasih sayangnya, memenuhi pendidikannya, dan sebagainya. Salah satu orang yang memberikan hak anak adalah ibunya.

Menjadi ibu adalah pembelajaran sepanjang masa. Sampai saat ini saya terus berjuang menjadi ibu idaman anak. Menurut berbagai sumber, ibu idaman anak itu idealnya adalah sebagai berikut.

  1. Ibu yang baik

Memiliki ibu yang baik adalah hak anak. Ada satu kisah dari sahabat Nabi SAW. Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorang tamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, “Anakku ini sangat bandel.” tuturnya kesal.

Amirul Mukminin berkata, “Hai Fulan, apakah kamu tidak takut kepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu?” Anak yang pintar ini menyela. “Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak punya kewajiban memenuhi hak anak?”

Umar RA menjawab, “Ada tiga, yakni pertama, memilihkan ibu yang baik, jangan sampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga, mendidik mereka dengan Al-Qur’an.” Dari kisah Umar bin Khaththab tersebut, kita bisa mengetahui bahwa ketika hendak menikah, jangan hanya memilih calon suami atau istri, tapi juga memilih calon ayah dan calon ibu yang baik untuk anak kita kelak.

  1. Ibu yang menyusui anaknya

Banyak penelitian ilmiah dan penelitian medis yang membuktikan bahwa masa dua tahun pertama sangat penting bagi pertumbuhan anak secara alami dan sehat, baik dari sisi kesehatan maupun kejiwaaan. Dan Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik untuk anak yang sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian kesehatan. Bahkan Allah SWT pun berfirman dalam Alquran, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Al-baqarah: 233).

Namun kondisi setiap ibu berbeda satu sama lain. Ada yang karena alasan kesehatan tidak bisa menyusui anaknya sendiri. Dalam agama diperbolehkan mencari ibu susu yang baik akhlaknya sebagaimana ibunda Nabi Muhammad SAW melakukannya.

  1. Ibu yang mendidik anak-anaknya

Ibu adalah sekolah pertama anak. Dari ibulah anak pertamakali belajar rasa sayang ketika ibu mengelus kandungannya, dan belajar bahasa ketika ibu mengajaknya bicara selama dalam kandungan. Lalu anak belajar duduk, berjalan, tersenyum dan dasar kehidupan lainnya melalui ibu.

Mendidik anak itu adalah hal yang luas. Dalam Alquran dan hadist banyak disebutkan perintah untuk mendidik anak, tiga diantaranya adalah:

  • Ajarkan anak meminta ijin ketika masuk kamar orangtua, sebagaimana firman allah SWT dalam Alquran Surat An Nuur ayat 58-59.
  • Ajarkan anak untuk mencintai Nabi SAW, cinta keluarga, dan cinta Alquran. Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali ra, “ Ajarkanlah tiga hal kepada anak-anak kalian, yakni mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya dan membaca al-qur’an. Sebab, para pengusung al-qur’an berada di bawah naungan arsy Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, bersama para nabi dan orang-orang pilihanNya. Dan, kedua orang tua yang memperhatikan pengajaran al-qur’an kepada anak-anak mereka, keduanya mendapatkan pahala yang besar
  • Ajarkan anak untuk shalat. Allah SWT berfirman dalam Alquran, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.” (QS. 20:132)

Jadi, sudahkah saya menjadi ibu idaman anak? Rasanya belum. Saya belum merasa cukup baik sebagai pribadi, masih suka spontan marah ketika anak yang besar membuat adiknya menangis, kadang masih suka kesal kalau anak-anak berteriak dan berlari-lari di dalam rumah, dan sebagainya. Saya juga tidak sempurna sebagai muslimah, ilmu agama saya masih minim dan hanya bisa mengajarkan anak sepengetahuan saya.

So What if this life isn’t perfect? it’s not jannah. (Nouman Ali Khan)

Ya, kenapa memangnya kalau saya tak sempurna sebagai ibu. Saya bukan bidadari. Saya tinggal di dunia yang fana dengan segala permasalahan dan keindahannya. Dengan ketidaksempurnaan sayalah, saya terus berusaha menjadi ibu idaman anak.

Sebelum menikah, saya tidak bisa memasak sama sekali. Bahkan kalau ingin belajar masak, ibu malah menyuruh saya menjaga warung. Setelah menikah barulah saya belajar masak untuk suami dan anak. Bahkan kadang saya mengajak anak saya membantu saya di dapur, memotong atau mencuci sayuran. Saya ingin mereka mendapat pengalaman yang banyak, mengenal cara mengolah makanan, mengetahui darimana masakan berawal, dan empati pada orangtua. Alhamdulillah, meski masakan saya sangat sederhana, anak-anak hampir tak pernah protes.

Saya tidak bisa mengendarai motor dan mobil. Pernah satu ketika, anak pertama saya membuat surat di kelasnya. Ia ingin sekali saya mengantarnya ke sekolah. Sedih sekali mengetahui saya tak bisa memenuhi keinginannya. Memang banyak kendaraan umum. Namun situasi tidak memungkinkan saya mengantar jemput anak karena harus membawa anak yang satu lagi. Akhirnya saya harus menitipkan anak pertama pada kendaraan antar jemput sekolah. Hal ini menguatkan tekad saya agar anak-anak saya kelak memiliki keterampilan mengendarai kendaraan, agar ia bisa mandiri dan bahkan menolong keluarga serta orang lain. Langkah awal diawali dengan membekalinya rasa percaya diri dan belajar bersepeda.

Pernah juga pada suatu hari, anak saya bertanya ini itu, baik masalah agama maupun akademis. Saya sungguh frsutasi karena hampir tak bisa menjawab semua pertanyaan yang ia ajukan. Anak pertama saya memang senang bertanya karena rasa ingin tahunya besar. Masalah itu sedikit terpecahkan ketika saya mengenal dunia blogging dan internet. Ketika ada pertanyaan anak yang sulit saya jawab, saya minta bantuan suami atau googling di internet.

Aaah, rasanya jadi ibu idaman anak itu butuh usaha yang banyak dan prosesnya panjang, sepanjang usia ibu. Biarlah, saya memang tidak sempurna. Tapi semoga saja saya tetap semangat dan bisa terus berusaha menjadi ibu idaman anak. Sehatkan, kuatkan, berilah sabar dan ikhlas pada ibu yang tak sempurna ini, Ya Rabb. Itu yang saya mohon pada Allah SWT dalam mendampingi anak-anak.

 

Kanianingsih

Ibu 2 anak yang senang menulis di blog. Salah satu blognya beralamat di www.petualanganzara.com

Latest posts by Kanianingsih (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top