Menulis Yuk

Ternyata Kereta Juga Ada Sistem Check In dan Boarding Pass

 

Ketika kembali menuju Jakarta beberapa hari lalu, tiket kereta api yang saya sodorkan ke petugas untuk dapat masuk ke ruang tunggu penumpang ditolak. Ia menjelaskan saya perlu melakukan check in untuk mendapatkan boarding pass seperti di pesawat. Saya yang jarang-jarang naik kereta pun penasaran dan kemudian mencobai mencetak boarding pass lewat mesin yang mirip dengan mesin cetak tiket mandiri.

Barisan calon penumpang yang akan melakukan hal yang sama seperti saya, masuk ke ruang tunggu, pun kemudian berpencar. Yang paham dengan maksud petugas pun segera mengerumuni mesin cetak tiket mandiri. Sedangkan mereka yang masih mengolah penjelasan petugas atau kebingungan melakukan caranya pun menggerutu karena kurangnya sosialisasi sebelumnya.

Ya, sejak 12 Juli PT Kereta Api Indonesia menerapkan inovasi lagi. Mereka menyebutnya sistem check in dan boarding pass, meniru armada penerbangan. Latar belakangnya beberapa waktu lalu sempat terjadi pemalsuan tiket dan beredarnya tiket yang ternyata tanggalnya sudah kadaluarsa.

Pada boarding pass tersebut, data yang tertera sebenarnya tak jauh berbeda dengan tiket yang berwarna kebiruan. Di dalamnya terdapat nama penumpang, nomor identitas, kode booking, tipe penumpang, nama kereta api, nomor gerbong dan tempat duduk, stasiun dan jam keberangkatan, dan stasiun tujuan dan perkiraan kedatangan. Oh iya di bagian kanan bawah terdapat tanggal dan jam check in. Check in bisa dilakukan sejak 12 jam hingga 10 menit sebelum keberangkatan.

 

 

Dengan demikian ketika boarding pass itu ditunjukkan ke petugas, maka oleh petugas yang menjaga di pintu masuk ruang tunggu pun dipindai. Baru data diri penumpang tersebut jadi berangkat dengan kereta api tersebut tercatat dengan sistem. Alhasil PT KAI dapat mengetahui siapa-siapa saja penumpang yang naik dari stasiun A, B dan seterusnya secara riil.

Dengan adanya sistem ini saya bisa membayangkan bagaimana PT KAI dapat menjual tiketnya secara mendadak. Ya, seandainya penumpang dari stasiun Surabaya tidak jadi berangkat, otomatis kursinya pun kosong sehingga calon penumpang dari kota Semarang, misalnya, yang masih beberapa jam dari stasiun awal bisa membelinya dan mendapatkan kursi penumpang. PT KAI bisa untung, bukan?! Selain tentunya juga mendapat data riil jumlah penumpang dan siapa-siapa saja yang menjadi penumpang saat itu.

Cara mendapatkan boarding pass ini sama seperti kita membeli tiket kereta api seperti biasa. Jika Kalian membeli secara online dimana hanya berupa faktur pembelian maka Kalian bisa mencetak boarding pass tersebut dengan mesin cetak tiket mandiri. Caranya mudah, cukup menyebutkan kode booking yang biasanya terdiri atas enam digit, berupa kombinasi angka dan huruf. Setelah kode booking diinput dan menekan tombol cetak tiket, voila boarding pass siap diambil.

Petugas siap membantu penumpang untuk cetak tiket mandiri

Model tiket KAI ala boarding pass ini baru diimplementasikan di stasiun-stasiun besar, seperti kota Surabaya, Semarang, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Madiun dan Jakarta. Waktu itu saya perlu mencetak boarding pass ini saat hendak menumpang KA Sembrani dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya.

Sebenarnya boarding pass ini bukan sesuatu yang baru bagi mereka yang sering naik kereta api dari Stasiun Bandung. Karena uji coba sistem ini dilakukan sejak Februari di stasiun tempat kantor pusat KAI berada.

Menurut petugas KAI, stasiun di kota-kota lainnya masih menggunakan tiket model lama dan belum menggunakan sistem check in ini . Dan oleh karena pemesanan tiket bisa dilakukan sejak 90 hari sebelumnya, maka tiket model lama ini baru habis sekitar pertengahan Oktober. Untuk memudahkan para calon penumpang melakukan cetak boarding pass secara mandiri, ada beberapa mesin yang disiapkan bersama petugas yang siap membantu.

Sayangnya dalam realitanya masih cukup banyak penumpang yang kebingungan dengan sistem ini, termasuk bingung bagaimana cara mencetak tiket secara mandiri. Ada seorang bapak yang mengaku matanya sudah kurang awas membaca kode booking meminta bantuan saya mencetakkan boarding pass-nya. Di mesin sebelah saya juga nampak sepasang suami istri yang menoleh ke kanan kiri mencari petugas yang seharusnya berjaga di mesin pencetak tiket tersebut.

KAI Terus Berbenah Diri
Bagi yang jarang naik kereta api seperti saya mungkin bakal kagum dengan perubahan yang terjadi di stasiun. Di stasiun Pasar Turi yang dulunya terkesan sumpek dan banyak supir taksi dan tukang becak yang terkesan memaksa penumpang menggunakan jasa layanannya sekarang mulai rapi. Memang tetap ada layanan taksi dan becak, tapi mereka lebih sopan dan ada petugas yang mengawasi.

Ada juga jalur kedatangan dan keberangkatan sehingga penumpang yang baru turun tidak bercampur baur dengan yang hendak masuk ke stasiun. Di berbagai stasiun juga terdapat ruang tunggu bagi para penumpang ekonomi dimana dipisahkan dengan ruang tunggu kereta eksekutif. Kalau saya perhatikan fasilitasnya sih tidak berbeda jauh. Mereka yang bisa masuk ke ruang tunggu dibatasi agar di dalam mereka bisa duduk nyaman. Ada stasiun yang menerapkan satu jam sebelumnya tapi ada juga stasiun yang padat penumpang menerapkan limabelas menit sebelumnya baru bisa masuk ke ruang tunggu.

 

Tidak perlu was-was kehabisan baterai ponsel

Di stasiun kereta api selain toilet dan alat untuk charger juga terdapat klinik kecil yang memang disediakan khusus bagi penumpang dengan menunjukkan tiket kereta apinya. Gratis sih, tapi jam operasionalnya masih terbatas.

Dengan berbagai inovasi tersebut, saya dan pengguna kereta api berharap penumpang semakin nyaman menggunakan kereta api. Jika ada banyak pengguna kendaraan pribadi beralih ke transportasi publik saat mudik tentunya bisa mengurangi kepadatan kendaraan.

 

 

Image source: pixabay.com

Puspa

Saya suka membaca dan menulis apa saja.
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Habits of SUCCESSFUL Social Media Experts ๐Ÿค“
.
Guys, itโ€™s no surprise that social media is super IMPORTANT when it comes to your business! ๐Ÿค‘
.
Social media is how you connect with clients and potential customers; itโ€™s how you give your company and brand that authentic personal touch
.
1. THEY LISTEN TO THEIR AUDIENCE
.
They understand the importance of listening to what their customers want ๐Ÿ˜
.
If they just sat back and spit out whatever content they felt like with no regard to their audience, they would be missing a ton of potential ๐Ÿ™Š
.
2. THEY UTILIZE THE DIFFERENT SOCIAL MEDIA PLATFORMS IN DIFFERENT WAYS
.
Each platform caters to different demographics. Depending on the industry of their business, marketers choose to focus on the few platforms that will benefit them the most, instead of spreading themselves too thin by trying to tackle all of them ๐Ÿ˜œ
.
3. THEY SET CLEAR, ATTAINABLE GOALS
.
In order for social media experts to meet a goal they have to have one. The more specific the better, that way they can easily tell if what they were doing is working or not
.
Also, donโ€™t set goals that are too far out of your reach. Start your goals small, okay! ๐Ÿ˜‰
.
4. THEY TRACK & ANALYZE THE IMPORTANT DATA
.
In order to get insights from their social media efforts, experts track and analyze a lot of information. Which information do they look at directly? Well that depends on the goal they have
.
5. THEY ENGAGE AND CONNECT WITH THEIR CUSTOMERS
.
Social media marketers try to build meaningful relationships with their customers, because without their customers, thereโ€™s no business ๐Ÿ˜Œ
.
Credit: mirandanahmias.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright ยฉ 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top