Menulis Yuk

Tayangan TV Tidak Terkontrol vs Tayangan TV Orde Baru

Teknologi dan perkembangan informasi merupakan dua hal yang saling berkaitan. Perkembangan teknologi yang demikian pesat semakin membuat informasi semakin cepat diterima. Contohnya adalah tayangan informasi melalui media televisi. Kini kita bisa menyaksikan kejadian di belahan dunia lain hanya dalam hitungan sepersekian jam saja. Segala hal baik maupun hal buruk bisa disaksikan oleh pemirsa di belahan dunia manapun. Begitulah dampak perkembangan teknologi terhadap pesatnya perkembangan informasi.

Peristiwa pengeboman di Indonesia dapat dengan cepat diketahui oleh bangsa lain dalam hitungan jam. Tentu saja semua memberikan pengaruh terhadap segala aspek kehidupan salah satunya adalah nilai tukar mata uang. Kondisi ini tentu saja tidak baik untuk negara maupun rakyatnya. Hal ini terjadi akibat kurangnya pengawasan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang siaran televisi.

Kini zaman memang sudah semakin parah. Tayangan TV pun kian tidak terkontrol. Acara-acara yang tidak layak dilihat anak-anak justru ditayangkan pada jam-jam dimana anak masih mengakses informasi. Bahkan film anak-anak pun banyak diselipkan adegan-adegan yang tak pantas yang membuat kita miris. Contoh saja kartun Naruto yang mengajarkan kekerasan pada anak, sehingga anak menjadi suka memukul. Benar yang ditayangkan adalah kartun, namun dalam kartun itu sendiri telah diselipkan adegan atau dialog yang tak umum dilakukan oleh seorang anak. Istilah cinta, pacaran dan ciuman sudah mulai masuk dalam ranah tayangan anak, contohnya adalah serial kartun asing Dragon Ball dengan salah satu tokohnya yang acap melakukan pelecehan seksual. Belum lagi tayangan sinetron Anak Jalanan yang ditayangkan pada jam tayang anak. Keberadaan undang-undang penyiaran tidak cukup mampu mengendalikan tayangan – tayangan tersebut. Hal ini terbukti dengan semakin vulgarnya pemberitaan ataupun informasi yang kini beredar. Sungguh disayangkan bila dampak teknologi justru membuat keadaan bukan semakin teratur dan aman tetapi kian membuat kita para orangtua menjadi was-was dan khawatir setiap saat.

Bila kita flash back ke masa Orde Baru dimana tirani masih berkuasa, dan teknologi informasi tidak sepesat sekarang, kita hanya bisa tersenyum masam. Terlebih saat melihat meme bertuliskan,”Gimana? Masih enak jamanku tho?”

Beeeuh, tentu rasanya seperti menelan biji kedondong, kan? Zaman orde baru yang pada akhirnya banyak mendapat kecaman dari para aktivis, ternyata masih jauh lebih aman bagi generasi muda bangsa. Pengawasan ketat yang dilakukan oleh Badan Sensor pertelevisian justru membuat pengaruh buruk TV masih bisa dihindari. Hal ini disebabkan campur tangan pemerintah dalam menjaga siaran-siaran tersebut agar layak ditonton oleh segala umur. Salah satu siaran tv favorit saat orde baru adalah Si Unyil, Losmen, dan aneka film dokumenter. Pada zaman ini partai komunis tak bisa melakukan siaran komunis. Ketegasan pemerintah walau harus menggunakan tangan besi dalam penertiban setiap kasus membuat semua yang terkait menjadi semakin hati-hati dalam mengajukan acara.

Bagaimana dengan sekarang? Sekarang semakin mudah saja kita menyaksikan siaran-siaran tak layak yang berbau bullying, pornografi, serta kekerasan. Tingkat kejahatan pun semakin tinggi. Begitu banyak modus dan motif kejahatan baru yang muncul. Terlebih lagi semakin maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan kaum wanita. Yah inilah dampak teknologi bila tidak dibarengi fungsi kontrol yang kuat. Kondisi ini tidak boleh berlarut, kita sebagai orangtua jangan berpangku tangan. Laporkan bila ada tayangan yang merugikan kita ataupun pihak lain. Atau kalau tidak..perubahan takkan pernah terjadi dan hanya kita yang bisa wujudkan.

Haruskah kita kembali ke zaman batu untuk menyelamatkan generasi muda bangsa dari kerusakan moral? Tentu itu hal yang tak masuk akal, namun sebagian orangtua kini mengkondisikan rumahnya kembali ke zaman batu. Tak ada televisi, radio ataupun gadget. Tujuannya tidak lain agar anak terhindar dari pengaruh buruknya.

Mari kita peduli pada generasi muda bangsa, selamatkan mereka dari tayangan yang tidak mendidik. Laporkan pada pelayanan konsumen ataupun lembaga penyiaran terkait.

 

 

Source image: morguefile.com

Editor: Indoblognet

Sri_rahayu

i'm a mother, momwriter, blogger and mompreneurwith two children. I like cooking, hyking, traveling, reading and shooping. I don't like the dark but i love shining nigth. I just wanna be usefull women for my family, friend and others

Latest posts by Sri_rahayu (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys πŸ˜„
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 πŸ˜†
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww πŸ˜‹ Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top