Indo Blog Net

Sosial Budaya

Tak Semua Kebudayaan Perlu Dilestarikan, Lho

Ungkapan, tepatnya sih pemikiran ini sesungguhnya timbul setelah saya menghadiri sebuah acara yang di undang oleh indoblognet tanggal 11 Agustus 2016 di Joglo House Beer Kemang. Acara yang usai hingga larut tapi karena wilayahnya sangat dekat dengan rumah orangtua, jadilah saya-emak-emak yang punya batita ini  bisa hadir.

Pokok acaranya sebenarnya kumpulan forum dan LSM yang berjumlah 23 menandatangi deklarasi  dengan tajuk acara: Gema Bhineka Tunggal Ika, selain deklarasi masing-masing perwakilan dari forum dan LSM mengeluarkan isi pikiran mereka, ide-ide, dsb. Dari tentang UU pornoaksi dan pornografi, UU minol, UU LBGT dan segala hal yang mengisi kepala mereka.

Saya pribadi dalam acara ini lebih menanggapi pada masalah budaya yang menjadi tema pokoknya, karena seperti yang kita ketahui Indonesia negara dengan keanekaragaman budaya, negara dengan keanekaragaman budaya memiliki struktur majemuk.

Menurut C.W. Watson (1998) dalam bukunya Multiculturalism, pada hakikatnya masyarakat multikultural adalah masyarakat yang terdiri atas berbagai macam suku yang masing-masing mempunyai struktur budaya (culture) yang berbeda-beda. Disinilah makanya timbul berbagai konflik yang kerap terjadi di Indonesia seperti :

Konflik agama di Ambon

Yang merupakan konflik agama paling tragis meletup tahun 1999 silam, yang merenggut ribuan jiwa.

Tragedi Sampit, suku Dayak VS suku Madura

Konflik yang menggegerkan Indonesia terjadi tahun 2001 ini ratusan orang meninggal, dan peristiwa pemenggalan kepala oleh suku Dayak kepada suku Madura.

Sentimen Etnis

Kerusuhan Mei 1998 diperiode lengsernya Soeharto yang membuat Ibu Kota Indonesia membara. Penjarahan dan pembakaran terjadi diluar kendali.

Dan, banyak lagi konflik-konflik serupa, karena memang negara multikultural riskan dengan: Etnosentrisme, Primordialisme, steorotip, prasangka dan diskriminatif, konflik. Karena itu tidak mudah membangun kesatuan dalam negara seperti Indonesia. Dibutuhkan masyarakat yang multikulturalisme atau  masyarakat yang memiliki ideologi yang sangat mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan agar segala konflik tidak terjadi hingga perdamaian bisa diwujudkan.

Apalagi kita tahu Indonesia merdeka dan dibangun di atas banyak agama, bahasa, dan golongan. Lebih dari 300 kelompok etnis dan suku bangsa di Indonesia yang dahulu kala bahu membahu  menjadi kekuatan terbesar sebuah bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Maka dibentuknya semboyan Bhineka Tunggal Ika: Berbeda-beda tetapi satu jua.

Dari pandangan-pandangan ini maka sekolompok anak muda  dan LSM yang berkumpul malam itu bermaksud menyuarakan ide-ide mereka yang bertentangan dengan keputusan pemerintah tentang beberapa UU seperti UU Pornoaksi dan Pornografi, UU Minol yang disinyalir berbenturan dengan budaya yang telah dimiliki bangsa Indonesia sejak dahulu.

Saya pribadi mengamini akan adanya budaya Batak, tuak adalah ikon budaya bangsa Batak. Bagi suku Batak acara adat tanpa tuak, rasanya akan hambar. Begitu pun dengan adat ngarisin (menyadap tuak) di Desa Tri Eka Buana-Bali, disana penduduknya 90% memiliki mata pencarian sebagai ngirisin secara turun temurun. Jadi warga Desa Tri Eka Buana-Bali mayoritas menggantungkan mata pencarian mereka dengan menyadap tuak, begitu juga dengan Toraja-bahkan Toraja data Riskesdas menunjukkan daerah dengan prevalensi minum alkohol tertinggi di Sulawesi Selatan adalah Kabupaten Toraja, dan beberapa daerah atau suku lainnya di Indonesia.

Sementara itu tentu kalian semua juga tahu bagaimana pakaian adat asli Papua dimana yang pria mengenakan semacam buah mirip ketimun yang dikeringkan untuk menutupi kelamin mereka, dikenal dengan nama KOTEKA. Yang wanita bertelanjang dada hanya mengenakan Sali, semacam rumput kering yang dibuat rok. Bahkan dalam acara Gema Bhineka Merdeka, Rudolf Dethu– ketua MBB mengatakan:

“Juga pakaian adat Bali yang  mengenakan kemben, apakah ini akan dihapus karena masuk ranah UU Pornografi?”

So, memang sangat perlu melestarikan budaya dan menghormati kebudayaan kita, seperti mengutif kalimat berikut ini: Tanpa manusia, budaya tidak ada, namun lebih dari itu, tanpa budaya, manusia tidak akan ada (Clitford Geetz). Tapi mengutif juga ucapan Rocky Gerung-dosen filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia:

“Ada kebudayaan yang disebut berbahaya yang tidak boleh dilestarikan, seperti budaya Misoginis…kebudayaan yang memojokkan wanita.”

Maka menurut saya bangsa ini bangsa yang cerdas, mampu memilah mana kebudayaan yang perlu dipertahankan atau dilestariskan, sebagai penutup ada kalimat manis yang sangat saya suka dari Paus Johanes Paulus II (1920-2005):

“Kebebasan bukan terkandung dalam tindakan-tindakan yang kita sukai, tapi ada pada hak kita saat mengerjakan sesuatu yang seharusnya”

indoblognet

Team Indoblognet dalam reportase Gema Bhinneka Merdeka

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com
Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Headline styles for your blog post 👓👓
.
Headlines are important, right? 😜 They're the first impression people get of your blog. And they can be the difference between someone clicking through to your post or not! Hehe.. 🙈
.
Try some of these headline styles out for your blog post:
.
💦 NUMBERED headlines - preview how much content is in the blog post: '13 ways to improve your writing'
.
💦 GUIDE headlines - suggest a beginning to end process is contained in the blog post: 'The ultimate guide to becoming a better writer'
.
💦 HOW TO headlines - tell the reader you can solve a problem: 'How to write great headlines'
.
💦 COMPARISON headlines - help reader’s make decisions: 'Why I use a professional instead of editing my own copy (and why my reader’s love it)'
.
💦 URGENCY headlines - compel the reader to get the information or miss out: 'Stop making these writing mistakes or you could lose your loyal readers'
.
💦 CURIOSITY headlines - trigger FOMO (fear of missing out) with readers: 'The secret tricks I use to write a blog article every day'
.
Credit: digitaldecluttered.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top