Indo Blog Net

Inspirasi

Sukses Juragan Cilik Jalani Usaha Laundry Kiloan dengan Hati

Usahab rumahan laundry kiloan

Ini cerita tentang sosok remaja yang belajar usaha rumahan dengan modal kecil. Mengetengahkan sosok Syaifulsa yang sukses dengan usaha rumahan membuka jasa cuci-setrika kiloan. Usaha ini dilakukan setelah melihat emaknya setiap pagi harus bekerja mencuci pakaian di rumah tetangganya yang kaya raya. Ayahnya yang menjadi petani penggarap telah meninggal dunia ketika Syaifulsa masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

“Emak, daripada mencuci pakaian tetangga di rumahnya apakah tidak sebaiknya kita membuka usaha cuci-setrika di rumah sendiri,” kata Syaifulsa pada suatu hari.

“Emangnya membuka usaha itu nggak pakai modal, Nak,” sahut emaknya.

“Modalnya kan nggak  begitu banyak, Mak. Paling sabun cuci doank. Setrikaan kan kita sudah punya. Mencuci pakaiannya pakai mesin tenaga nasi pecel saja dulu. Entar setelah ada uang baru kita beli mesin cuci. Saya siap kok mencuci dan setrika.”

“Aduh, Nak. Kamu kan harus konsentrasi belajar agar kelak menjadi manusia berpendidikan, nggak kayak Emak gini.”

“Insya Allah saya bisa membagi waktu. Nanti saya akan bilang kepada teman-teman dan tetangga agar mau memakai jasa kita untuk mencuci pakaian mereka. Kita harus menjemput bola, Mak.” Terlihat mata emaknya berkaca-kaca.

Syaifulsa bukan hanya menebar janji tetapi memberi bukti. Pada minggu pertama baru satu dua tetangga yang memakai jasa cuci-strikanya. ABG berbadan kekar itu mencuci pakaian tetangga dengan sungguh-sungguh lalu disetrika dengan rapi. Sebelum mengantar hasil setrikaan kepada tetangganya tak lupa Syaifulsa menyelipkan secarik kertas bertuliskan: KAMI MELAYANI PESANAN ANDA TEPAT WAKTU, TEPAT JUMLAH, TEPAT MUTU, DAN TEPAT ALAMAT. KEPUASAN ANDA, KEPUASAN KAMI JUGA.’ Wah..pintar juga Syaifulsa berpromosi. Entah mengutip dari mana kalimat sakti itu. Dengan promosi dari mulut ke mulut tak sampai sebulan jasa cuci-setrika sudah mulai terkenal di kampungnya. Emak juga tak segan-segan membantu menyuci walaupun Syaifulsa melarangnya.

Emaknya terharu, lalu dipeluknya anak laki-laki satu-satunya  itu. ”Bapakmu tentu bangga dan bahagia jika usahamu ini berhasil, Nak.”

Enam bulan kemudian usaha rumahan cuci-setrika itu sudah kelihatan hasilnya. Pelanggannya bukan hanya dari kampung sendiri tetapi sudah menjalar ke kampung tetangga. Para suami-isteri yang bekerja di kota lebih memilih mengirimkan pakaian kotornya kepada Syaifulsa daripada menumpuk pakaian di rumahnya. Kini Syaifulsa sudah memiliki 2 orang tukang cuci dan seorang tukang setrika.

“Alhamdulillah, usaha kami berjalan dengan lancar. Saya dan emak selalu meluruskan niat yaitu bekerja untuk ibadah agar hasilnya barokah dan kami tetap pada koridor yang benar. Bagi kami, penghasilan seberapapun selalu kami syukuri. Usaha ini sedikit banyak juga ikut memberikan lapangan kerja untuk tetangga yang kurang mampu. Yaaaa bagi-bagi rejeki kepada mereka,” kata Syaifulsa ketika diwawancarai oleh reporter majalah remaja yang cukup terkenal .

Syaifulsa tahu benar bahwa untuk memelihara loyalitas pelanggannya diperlukan sebuah komitmen. Motonya tetap dipedomani secara ketat. Dia tak menerapkan ‘aji mumpung’ untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Walaupun pelanggannya sudah semakin banyak dia tetap menjalankan usaha rumahannya dengan rapi dan menjaga kualitas cuci dan setrikaannya. Syaifulsa juga memperlakukan tetangga yang membantu dengan baik. Dia tak menganggap mereka sebagai pembantunya tetap lebih sebagai mitra kerjanya. Tukang cuci dan tukang setrika menerima upah yang pantas. “Mari kita melayani langganan dengan baik agar mereka tetap setia kepada kita,” ajak Syaiful.

Kadang tukang cuci dan tukang setrikanya memanggil Syaifulsa dengan sebutan GAN atau Juragan. “Caelaaaaa, jangan panggil aku GAN,” ujarnya sambil tertawa.

Cerita seorang remaja yang sukses dengan usaha rumahan laundry kiloan bisa dijadikan teladan bagi anak-anak yang lain. Dengan modal kecil mereka bisa mengawalinya dengan berjualan pulsa, membuat kerajinan dengan bahan limbah, dan lain sebagainya. Usaha rumahan yang awalnya kecil dan remeh mungkin kelak akan menjadi bisnis yang hasilnya menggiurkan. Kuncinya adalah kerja keras, tekun, ulet, dan sabar, Jangan lupa, basahi bibir dengan doa dan dzikir.

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • 7 Blogging Myths That Will Prevent You From Success 🤑
.
To save you some trouble, here’s a list of common BLOGGING MYTHS that you should be aware of:
.
Myth #1 – It’s Easy to Make Money Blogging
.
For you to make money blogging, you’ll need to grow your reputation on social media, write consistently, implement SEO, and figure out new marketing strategies to get traffic on your blog 🤓
.
Myth #2 – You need high traffic to make blog income
.
You can have a low TRAFFIC blog that earns just as much income as a high traffic blog
.
Maybe not ad income but certainly product and service income 😉
.
Myth #3 – You need to post everyday
.
It’s actually better to post every few days or once a week because you’ll have more time to write HIGH-QUALITY, in-depth articles — something your readers will appreciate very much
.
Myth #4 – Blogging is a competition
.
Yes, it’s good to become the top authority in your niche but you won’t be able to do that without the support from other bloggers 😘
.
Myth #5 – Blogging is Expensive
.
Blogging is much more of a TIME INVESTMENT then a monetary investment
.
Some people think they have to pay much to get someone to design their blog but the truth is it’s easy to create a blog yourself 😍
.
Myth #6 – You need to be on all social media platforms
.
You should decide which platforms you love the most and do the most for your blog and stick to them!
.
Myth #7 – Just write and readers will come
.
It’s not enough to just write content. You have the duty as a blogger to figure out different ways to generate traffic on your blog 🚦🚦
.
Credit: aspiringbloggers.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top