Parenting

Stimulasi Kecerdasan si Kecil dengan AVM

Stimulasi, kata yang sangat lekat dengan aktivitas mengupayakan kemajuan dan pencapaian tertentu bagi buah hati di masa-masa keemasan usia 0-5 tahun. Memiliki anak cerdas dalam segala bidang adalah kebanggaan bagi orang tua. Kecerdasan tak hanya diwariskan secara genetika namun juga memerlukan stimulasi untuk mengoptimalkan bakat dan potensi yang dimiliki ananda.

Saya memiliki dua anak lelaki dan cara saya menstimulasi mereka berbeda sesuai dengan bakat, kemampuan dan sifat bawaan mereka. Si sulung misalnya, dia adalah sosok yang aktif, kritis maka stimulasi yang cocok baginya adalah stimulasi yang berkaitan dengan kemampuan motorik. Sementara adiknya lebih introvert, tidak mudah bergaul maka saya menstimulasinya untuk lebih mudah bersosialisasi dengan sering-sering mengajaknya bertemu orang-orang asing, mengikuti permainan yang melibatkan banyak orang.

Berbagai bentuk stimulasi diberikan kepada anak secara bertahap sesuai dengan usia. Ahli tumbuh kembang bahkan mememukan kaitan kecerdasan dengan bentuk dan warna. Stimulasi dengan cara mengenal bentuk dan warna tidak hanya mengasah daya ingat tetapi juga kemampuan imajinatif dan artistik, pola berpikir kreatif, ketrampilan kognitif dan pemahaman ruang.

Menurut ahli tumbuh kembang anak hendaknya si kecil dikenalkan pada bentuk dan warna sedini mungkin. Pendapat ini mengacu pada pola pendidikan dari Jerman yang dilontarkan salah satu pakarnya yaitu John Hendrick Pestalozzi. Pembelajaran pada anak batita harus menekankan pada Auditory, Visual dan Memory (AVM). Pengenalan AVM ternyata berperan besar pada perkembangan intelegensi anak.

Menurut penelitian lebih lanjut terhadap perkembangan intelegensi manusia ditemukan fakta bahwa 74 persennya diperoleh dari kemampuan visual, 12 persennya dari pendengaran dan sisanya dari sumber pengetahuan lain. Hasil penelitian ini memamparkan fakta bahwa pengembangan auditori visual atau pendengaran dan penglihatan merupakan gerbang masuknya pengetahuan dan berkembangnya semua fungsi intelektual manusia.

Tahapan Mengenalkan AVM Secara Bertahap

toys

Mengenalkan Auditory, Visual dan Memory bisa dilakukan sejak bayi berusia 40 hari. Pada usia tersebut bayi telah mampu melihat sekitarnya lebih jelas sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuan mengingat peristiwa atau kekuatan memorinya. Pengenalan AVM ini sekaligus berfungsi untuk menguji tingkat kenormalan indera penglihatan dan pendengaran tanpa test medis khusus yang memerlukan biaya lebih besar. Hmmm jadi ingat si sulung. Usia sebulan dia sudah bisa berkontak mata dengan orang yagn menggendongnya.

Pengenalan AVM dapat dilakukan dengan cara sederhana misalnya dengan menggunakan mainan yang mengeluarkan bunyi dan berwarna-warni yang diperdengarkan di salah satu sisi telinga bayi. Jika indera pendengaran sang bayi normal maka ia akan menunjukkan respon dengan cara memalingkan kepala mencari sumber suara. Saat ia menemukan sumber suara dan memperhatikannya maka ia telah belajar berorientasi pada suara sekaligus mengenal warna dan bentuk.

Pada tahapan awal mengenalkan AVM pada bayi hendaknya mendahulukan warna primer atau dasar terlebih dahulu. Warna dasar seperti biru, kuning dan merah dikenalkan pada sang bayi sejak indera penglihatannya sudah berfungsi sempurna. Satu per satu warna dikenalkan secara intensif melalui dialog seeprti mengucapkan: “ini mobil adik berwarna merah” Pengenalan model dialog ini akan lebih mudah terekam dalam ingatan anak. Pengenalan warna tersebut harus diulang lebih intensif saat anak sudah menginjak usia satu tahun dan memberikan respons ketika diajak bercakap-cakap.

Demikian pula halnya ketika mengenalkan bentuk kepada sang bayi. Ayah bunda bisa menstimulasi sang bayi dengan memanfaatkan mainannya. Kenalkan melalui percakapan bahwa gulingnya berbentuk lonjong, bantal bulat, bola bundar, mobil-mobilan persegi dan sebagainya. Meski sekilas tampak sederhana namun stimulasi ini sangat bermanfaat.

Saat usia anak menginjak dua tahunan akan tampak hasil dari stimulasi AVM ini. Sang anak bisa menunjuk atau mengambil benda favoritnya ketika ayah bundanya meminta secara spesifik. Mengenalkan bentuk pun sebaiknya dilakukan tanpa mengkhususkan bentuk dan ruang tertentu. Sebaiknya anak-anak dikenalkan dasar-dasar bentuk geometri seperti lingkaran, silinder, segitiga atau segi empat maupun setengah lingkaran yang bisa ditemukan dari mainan yang digunakan sehari-hari oleh sang anak.

Mengenalkan bentuk-bentuk dasar tersebut membantu anak-anak memiliki daya imajinasi luar biasa. Saat memasuki usia sekolah sang anak bisa sangat mahir menyusun bangun sederhana dari berbagai obyek. Menurut kajian para ahli tumbuh kembang dalam susunan intelegensi ada suatu sub potensi intelektual yang disebut pemahaman ruang (spasial). Anak-anak yang kemampuan pemahaman ruangnya kurang pada awalnya mungkin tidak mampu mengenali bentuk-bentuk khusus tersebut pada sebuah ruangan. Sedangkan anak-anak dengan kemampuan spasial mumpuni bisa mengenal bentuk atau ciri khusus dengan hanya melihat sekilas misalnya bidang yang tidak simetris atau ketidakseimbangan garis dalam ruang.

Image source: pixabay.com

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Yuhuu ikutan yuk...lumayan banget nih hadiahnya ! #Repost @ifisinema (@get_repost)
・・・
Ikuti #Mygeneration Experience Quiz
Hadiah Rp.5.000.000,- untuk 1 orang Pemenang!
.
Caranya:
.
1. Repost/Regram foto di atas
2. Tag, Mention dan Follow akun instagram @IFISinema @Mygenerationfilm
3. Click link di bio akun @IFISinema
4. Ceritakan secara singkat pengalaman paling konyol kalian bersama para sahabat dalam 1 paragraf caption
5. Ajak 1 orang teman kamu untuk turut berpartisipasi dalam kuis
6. Gunakan hashtag #mygeneration #mygenerationfilm #meversustheworld #ekspresimillennial #IFISINEMA
7. Jangan Private akun IG agar postingan bisa kami nilai
8. Pemenang diumumkan pada tanggal 4 Oktober 2017 di akun instagram @IFISinema @Mygenerationfilm
.
Contoh:
Pengalaman paling konyol gue dan para sahabat adalah ngumpet di kuburan sampe maghrib gara-gara ngindarin guru yg lagi razia siswa bolos.
.
Ayo @tag1orangtemankamu ikut partisipasi di kuis ini, caranya bisa dilihat di akun instagram @IFISinema @Mygenerationfilm
.
#mygeneration #mygenerationfilm #meversustheworld #ekspresimillennial #IFISINEMA #filmindonesia #filmbioskop #teenlife #serbakuis #giveaway

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top