Inspirasi

Sosok Multitalenta, Dialah Ibu

Al Ummu Madrosatul Uula Wal Aula, ibu adalah madrasah yang pertama dan yang utama.

Pepatah Arab ini mengingatkan betapa penting posisi sebuah ibu dalam rumah tangga. Kedudukan seorang wanita bernama ibu dalam agama Islam memang istimewa. Surat Maryam, salah satu surat dalam Al Quran menceritakan kisah seorang ibu. Perjuangan Siti Hajar dalam mencarikan sang bayi Ismail, setetes air diabadikan dalam ritual Sa’i, berlari kecil antara Shofa dan Marwa setiap kali menunaikan ibadah haji. Khadijah, seorang ibu dan wanita yang pertama kali mengimani bahwa Muhammad, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah seorang nabi. Keistimewaan ibu juga menjadi perhatian dunia hingga Mother’s day pun diperingati secara global sebagai salah satu hari terpenting dalam kehidupan manusia.

 

Surga berada di bawah telapak kaki ibu. Pepatah bijak yang menegaskan kembali posisi seorang ibu sebagai orangtua yang wajib dihormati. Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bahkan bersabda dalam sebuah riwayat hadits, bahwa yang mendapat prioritas untuk dihormati adalah Ummi, Ummi, Ummi atau Ibu..ibu..ibu baru kemudian disebutkan ayah. Dalam sebuah majelis taklim yang saya ikuti, sang ustadzah melempar pertanyaan: apakah maksud dari Surga berada di bawah telapak kaki ibu? Mayoritas hadirin menjawab: karena mentaati ibu adalah wajib dan diganjar surga oleh Allah. Menurut ustadzah, jawaban tersebut tidaklah salah namun kita tetap harus memandangnya dari dua perspektif, yaitu makna kalimat tersebut menurut sang anak dan makna ditinjau dari sudut pandang sang ibu. Dilihat dari sudut pandang anak mentaati ibu adalah sebuah kewajiban karena durhaka kepada ibu (dan ayah) termasuk dosa besar dan terancam masuk neraka. Sementara dilihat dari sisi sang ibu, kalimat tersebut hendaknya ditekankan pada kata “kaki”, mengapa kaki yang menjadi sarana masuk Surga? Karena kaki adalah sebuah simbol sebagai bagian tubuh yang meninggalkan jejak. Artinya, jika perilaku ibu membekas berupa jejak yang baik bagi sang anak, maka insya Allah ganjaran surga dijanjikan bagi ibu maupun anak.

 

Tausyiah ustadzah tersebut membekas di hati saya. Teringat kembali jejak-jejak yang saya tinggalkan terutama ketika membaca buku Madrasah itu Bernama Ibu, 40 Kiat Menjadi Wanita Hebat, karya Pakde Cholik. Membaca buku setebal 237 halaman ini membuat saya takjub membayangkan betapa besar jasa dan pengaruh ibu terhadap kehidupan anaknya. Sekaligus mengingatkan saya kembali untuk menjaga perilaku dan tauladan yang saya contohkan di depan anak-anak. Pakde Cholik dengan gaya bicara yang lugas, mengalir mengingatkan bahwa sosok ibu harus mampu menjalankan perannya. Keikhlasan akan membantu ibu tak merasa sebagai pembantu rumah tangga manakala harus bekerja di dalam rumah dari dini hari hingga malam meski tanpa gaji. Seorang ibu adalah sosok yang multitalenta. Ibu diharapkan mampu melempar humor segar namun juga sanggup dengan tegas berkata “tidak” jika permintaan sang anak bukanlah sesuatu yang mendesak dan belum waktunya untuk dikabulkan. Seorang ibu adalah motivator handal tetapi rela memahami pilihan anak sekaligus bertugas sebagai mediator ngetop. Ibu adalah wanita yang rela berkorban, chef hebat, sosok pendengar yang baik sekaligus pendoa yang rajin. Bagi sang anak ibundanya diharapkan untuk senantiasa tampil menyenangkan atau serius tapi santai karena tak ada yang senang memandang wajah ibu yang judes, muram dan galak. Karena tugas ibu adalah abadi sepanjang nyawa masih dikandung badan, maka hendaknya menjadi ibu tak mudah meniru. Ilmu parenting bukanlah ilmu pasti, bukan pula matematika yang rumusnya harus tetap dan menghasilkan nominal sama. Cara mendidik anak antara satu ibu dan ibu lainnya tidaklah sama. Ibu seyogyanya juga menyadari bahwa setiap anak berbeda dan tak mempermalukan anak di depan publik. Sebagai sosok percaya diri dan percaya nalurinya, maka sang ibu haruslah senantiasa berkata benar, selalu menepati janji yang diucapkan kepada anaknya dan mampu menempatkan diri ketika membuat keputusan penting.

 

Pakde Cholik menulis buku bersampul biru nuansa hijau tosca ini dengan mengambil hikmah dan kisah dari sang ibunda tercinta, dari putri-putri beliau juga teman-teman blogger beliau lengkap dengan foto-foto koleksi pribadi menjadikannya sebuah karya yang hangat dan terkesan begitu dekat. Membaca buku ini membawa kita kepada kenangan tentang ibu dan cintanya yang tak pernah layu. Sudahkah kita berbakti kepada madrasah pertama yang telah mengorbankan segalanya demi anak-anaknya?

 

Ibu

 

Editor: Indoblognet

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hellooo, sahabat Indoblognet πŸ˜‰ Kamis manis nih, yuk perbanyak optimis 😍
.
Bagi seorang pebisnis atau penjual, memiliki banyak konsumen tentunya adalah hal yang sangat penting, ya 😁 Masalahnya konsumen gak akan datang sendiri tanpa dijemput, artinya penjual perlu melakukan berbagai cara untuk menarik konsumen πŸ˜„
.
Salah satu cara yang bisa dilakukan oleh penjual adalah dengan menerapkan konten marketing. Dengan konten marketing, kamu menarik perhatian konsumen dengan konten-konten berkualitas, menarik, dan disukai konsumen 😍
.
#instagram #indoblognet #mbcommunication #thursday #instadaily #followme #business #tips #viral

Follow Me

Copyright Β© 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top