Opini

Si Doel “Rano Karno” Menduduki Singgasananya

Pagi ini saya terlibat satu diskusi dengan teman-teman politik saya. Berhubung saya dan teman-teman saya adalah mahasiswa politik, tentu pembahasan yang kita lakukan tidak jauh dari ranah itu, ya. Awalnya kita hanya membuat diskusi biasa tentang pejabat-pejabat negara dan para elit politik negeri ini. Tapi diskusi itu semakin dilanjutkan jadi semakin hangat (hehe..). Dan semakin membuat saya dan teman-teman terbuka luas wawasan politiknya.

Mulai dari topik yang kita vocal kan tentang “Gampang Kepoin Kerja Pejabat!?,” dari celotehan itu muncul ide ide yang membuat saya benar-benar ingin “kepo” dengan para petinggi negara. Jika saya boleh membahas satu contoh sosok pejabat, saya akan membahas “Si Doel”. Si Doel atau Rano Karno adalah seorang aktor dan sutradara, ia memulai karir keartisannya sejak kanak-kanak. Bahkan dari umur 9 tahun Rano Karno telah di ajak oleh ayahnya untuk membintangi film Lewat Tengah Malam. Lalu nama nya melejit saat ia membintangi film Si Doel Anak Betawi tahun 1972. Film doel ini pun berlanjut sampai sinetron Si Doel Anak Sekolah yang di garap oleh saudara-saudara Rano Karno dalam PT Karnos Film.

Sebagai lulusan Ilmu Pemerintahan, Abdi Negara Jakarta, Si Doel tentunya ahli dalam pemerintahan dan Ilmu Politik. Dengan gelar S.IP nya ia mulai memasuki dunia politik tahun 2007 dan merelakan dunia keartisannya. Dalam memasuki ranah politik gampang untuk Si Doel meraup suara tentunya. Dengan popularitasnya, masyarakat jadi mudah menilai sosok Rano Karno.

Pada awal kariernya sebagai aktor politik ia mengikuti Pilkada DKI Jakarta sebagai Wakil Gubernur, namun ia tidak berhasil menduduki kursi wakil Ibu Kota tersebut. Justru muncul rumor yang mengatakan bahwa Rano mundur dari kancah Pilkada DKI setelah menerima uang miliaran rupiah dari Fauzi Bowo. Meski hal itu akhirnya ditepis oleh kedua pihak. Akhir penghujung 2007 Rano muncul sebagai Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

Tidak habis disitu saja sang Aktor ini menjalankan kursi pemerintahan. Pada tahun 2011 Rano maju bersama Ratu Atut Chosiyah sebagai Wakil Gubernur Banten dan resmi di umumkan KPUD Banten 30 Oktober 2011. Mungkin sekarang beban yang dipikul Si Doel lebih berat, iya seperti nya begitu. Semenjak Ratu Atut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pilkada MK dan kasus korupsi yang serentak diberitakan media, sang aktor pun di lantik sebagai (Plt) atau Pelaksana tugas Gubernur tanggal 13 Mei 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Tidak banyak berita semenjak ia menduduki kursi pengganti Gubernur Banten ini. Lain hal dengan sosok Si Doel, anak angkat Rano yaitu Raka Widyarma sering tersandung kasus, seperti kepemilikan narkoba tahun 2012. Dan akhir dari kasus kepemilikan narkoba 5 butir, Raka hanya dikenakan proses rehabilitasi selama 1 tahun. Baru-baru ini, Rabu 9 Maret 2016, Direktur PT Karnos Film ini juga tersangkut kasus kecelakaan di Perimeter Utara, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Terlepas dari biografi dan latar belakang Si Doel, kini Rano diresmikan sebagai Gubernur Banten setelah 1 tahun menjabat sebagai (Plt), oleh Presiden Jokowi pada 12 Agustus 2015. Bicara kinerja Rano sebagai Gubernur, banyak berita yang menilai kinerjanya atau sekadar berkomentar. Seperti beberapa berita di media online.

Contoh masalah Rano yang sedang hangat adalah Sisa lebih penghitungan anggaran (Silpa). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Banten 2015 yang membengkak hingga mencapai Rp 1,19 triliun dari anggaran belanja daerah sebesar Rp 9,27 triliun. Ini membuat Rano banyak mendapatkan kritikan. Dan menilai bahwa kepemimpinan Rano sungguh buruk. Dan tidak banyak memberikan perubahan pada Banten.

Jauh dari belenggu politik, Si Doel adalah artis yang cukup banyak mendapatkan penghargaan dari awal kariernya. Banyak karya-karya indah yang sukses ditangannya. Tapi mengapa saat memasuki dunia politik seolah karya yang ia ukir lenyap. Politik memang kejam, orang yang mengambil keputusan untuk terjun ke dunia politik hanyalah orang-orang yang berani menerima risiko. Karena sesungguhnya politik tidak lepas dari satu masalah.

Menurut saya, Rano sendiri dapat mengikuti sedikit demi sedikit jejak Presiden Jokowi, mengapa begitu? Karena di lihat latar belakang Jokowi bukan dari seorang politikus dan hanya seorang Pengusaha Kayu yang bisa dibilang sukses. Dengan tekat Jokowi ingin memberikan perubahan di kota Solo. Mulai dari tekadnya ia sukses dalam politik hingga menjabat sebagai orang nomor 1 di Indonesia.

Rano pun begitu, dari awal ia hanyalah aktor yang bisa di bilang sukses dalam dunia perfilman Indonesia dan banyak mendapatkan penghargaan atas karya-karyanya. Akankah jalan Rano di politik semulus jalan kariernya di dunia akting? Karna sesungguhnya politik bukanlah panggung drama yang banyak menampilkan artis-artis nya. Tapi politik adalah satu jalan menuju perubahan yang lebih baik dalam suatu negara.

Meskipun tidak banyak yang dapat dilihat dari kinerja Rano sebagai Gubernur Banten. Tapi sesungguhnya tidak ada pemimpin yang akan menghantarkan rakyatnya ke dalam jurang. Pantas tidak pantasnya seorang artis menjadi politisi semua bergantung pada prosesnya, karena semua orang dapat berubah. Dan penutup dari tulisan saya hanya satu kalimat, “Pemimpin tidak dilahirkan banyak, tapi pemimpin lahir dari sosok yang sederhana dan berani memberikan satu keputusan besar”.

 

 

Source image: cnnindonesia.com

Sumber referensi: cnnindonesia.com

bio.or.id

Editor: Indoblognet

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Selamat Pak Danny. Semoga Allah lancarkan bapak menjalankan amanah ini. Aamiin.

#CitySanitationSummitMakassar2017

repost @dpramdhanpomanto (@get_repost)
・・・
Menjadi Ketua Umum Akkopsi 2018-2021
.
Alhamdullilah, saya diberikan kepercayaan menjadi Ketua Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) dalam City Sanitation Summit (CSS) XVII dan Munas Akkopsi 2017.
.
Tantangan ke depan begitu berat. Namun, saya yakin keberhasilan memberi sebuah tanda optimisme. Saya berharap ke depan aliansi ini bisa menjadi kuat guna menjalankan tugas masing-masing di kotanya dan membentuk jaringan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.
.
Mohon bimbingan amanah ini, saya dan teman-teman perlu banyak belajar. Amanah ini saya akan jalankan sebaik-baiknya.
.
#makassarduakalitambahbaik
#makassarkotanyamanuntuksemua
#janganbiarkanma
#Repost @dpramdhanpomanto (@get_repost)
・・・
Menjadi Ketua Umum Akkopsi 2018-2021
.
Alhamdullilah, saya diberikan kepercayaan menjadi Ketua Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (Akkopsi) dalam City Sanitation Summit (CSS) XVII dan Munas Akkopsi 2017.
.
Tantangan ke depan begitu berat. Namun, saya yakin keberhasilan memberi sebuah tanda optimisme. Saya berharap ke depan aliansi ini bisa menjadi kuat guna menjalankan tugas masing-masing di kotanya dan membentuk jaringan, baik di luar negeri maupun di dalam negeri.
.
Mohon bimbingan amanah ini, saya dan teman-teman perlu banyak belajar. Amanah ini saya akan jalankan sebaik-baiknya.
.
#makassarduakalitambahbaik
#makassarkotanyamanuntuksemua
#janganbiarkanmakassarmundurlagi

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top