Parenting

Menjadikan Anak Cerdas Sejak Dini

Bukan sesuatu yang dirahasiakan lagi ya, Moms, setiap orangtua banyak yang berlomba-lomba memintarkan anak-anak mereka, entah dengan memberikan beragam les-sekolah terbaik dan termahal, memberikan segala macam fasilitas stimulasi, dll. Ada yang dimulai dari usia sedini mungkin, ada yang bertentangan harus usianya sudah matang agar tidak jenuh-agar tidak terbebani dan sebagianya. Lalu yang benar yang mana sih?  Mungkin ini yang berkecamuk dalam pikiran sebagian orangtua. Termasuk saya tentunya.

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar bertajuk: Mengoptimalkan Anak -Kemampuan Belajar & Elastisitas Pada Anak Usia Dini, dengan pembicara  Ms. Hanlie Muliani, M.Psi, Psychologist dan penulis buku “How To deal With Your Child”.

Ms.Hanlie mengatakan: Anak dapat dipintarkan sedini mungkin, namun caranya HARUS TEPAT.  Sebab, dalam otak setiap anak terdapat neuron-neuron atau sinap-sinap yang masih belum tersambung dengan sempurna. Bagaimanakah kita dapat menyambungkannya dengan sempurna atau baik?

Tentu Saja selain dengan  nutrisi adalah dengan stimulasi-stimulasi yang tepat yang dimulai sedini mungkin karena brain plasticity anak-anak itu sangat baik. Apa yang kita isi di otak anak-anak akan tersimpan dengan baik. Dan, jika stimulasi terabaikan akan banyak sinap-sinap yang tidak tersambung, KOSONG… menyedihkan jika kita memahami ini dan mengabaikannya.

Seperti  yang pernah saya tulis sebelumnya, macam-macam stimulasi kecerdasan majemuk atau dikenal juga dengan Multiple Intelligence:

  • Linguistic Intelligence
  • Logical Mathematica Intelligence
  • Visual Spatial Intelligence
  • Musical Intelligence
  • Bodily Kinesthetic Intelligence
  • Interpesonal Intelligence
  • Intrapesonal Intelligence
  • Natural Intelligence
  • Moral Intelligence

Nah, beberapa hal yang salah dalam pola asuh kita  sehingga anak-anak kesulitan memahami bahasa tubuhnya (Intrapesonal Intelligence), bingung dengan apa yang diinginkan dan dirasakan untuk dikeluarkan dalam kata-kata membuat anak ‘TANTRUM’. Jadi anak-anak tantrum ini adalah anak-anak yang tidak tahu bagaimana mengeluarkan perasaannya. Apakah si kecil mudah tantrum, Moms? Mari mulai pahami si kecil…

Sikap orangtua dalam melarang anak bermain tanah, air, lumpur. Ternyata ini sama juga kita membatasi perkembangan Natural Intelligence anak kita. Otak menangkap semua kata “TIDAK”, “JANGAN” yang kemudian akan membentuk kepribadian anak yang pasif, terlihat malu-malu, enggan menunjukkan kemampuannya. Jadi jangan salahkan si kecil bila menunjukka sikap seperti itu, tapi mulai intropeksi diri…sudah benarkah pola asuh kita?

Ketidak pahaman orangtua dalam mengenalkan bahasa lain yang dikuasai anak selama ini seperti bahasa inggris itu juga berefek  sejauh mana kelak  anak bisa menguasai bahasa tersebut, usia yang paling bagus adalah sejak usia dini hingga 12 tahun. Di sini saya langsung jleb, anak saya sudah usia 10 tahun lebih dan saya masih galau tempat belajar bahasa inggris mana yang (bukan sekedar bagus) cocok untuk anak saya.

Cocok di sini adalah cara atau gaya belajar yang digunakan (modalitas belajar)  untuk si anak sehingga tugas perkembangannya dapat tercapai dengan baik. Bener-bener PR buat saya sebagai orangtua. Sebab banyak anak dibilang bodoh lalu tidak naik kelas hanya karena mendapat nilai merah dalam beberapa mata pelajaran, tanpa melihat aspek lain dalam diri anak tersebut. Bisa jadi kan, itu karena salah metode belajar.

Padahal setiap anak dapat menjadi cerdas bila semua kemampuannya dapat distimulasi dengan baik, dan mendapat tempat pembelajaran yang tepat.

Tips buat Orangtua&Guru

  • Ada banyak aspek kemampuan anak yang perlu dikembangkan. Ingatlah bahwa setiap anak memiliki aspek-aspek kecerdasan majemuk dalam dirinya
  • Setiap anak memiliki kapasitas yang berbeda, jadi jangan membanding-bandingkan kecerdasan setiap anak.
  • Setiap anak memiliki modalitas belajar, yang perlu dilakukan orangtua&guru adalah melatih sehingga memudahkan anak untuk belajar dan menerima informasi dari lingkungannya
  • Hargai setiap perkembangan yang dicapai oleh anak.

 

 

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Cara termudah untuk menghasilkan konten visual yang bagus adalah: buat konten yang memiliki keterikatan dengan audiens, mengandung unsur emosional, dan juga orisinal .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #trendingpost #popularpost #viralpost #content #brandingcontent

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top