Agama

Sekali Lancung ke Ujian, Seumur Hidup Orang Tak Percaya

Seorang pedagang peralatan rumah tangga dengan sistem kreditan mengeluh ketika seorang pembeli menyatakan belum bisa membayar angsuran. “Yaelah, kok besok-besok terus,” ujarnya sambil memperlihatkan muka masam. Bisa dimaklumi karena pedagang yang menagih para penghutang dari pintu ke pintu itu bukan hanya capek jasmaninya tetapi juga batinnya. Jika tukang kredit itu modalnya pas-pasan tentu tak akan lama bisa-bisa gulung tikar. Tak sedikit pula para pengkredit sepeda motor yang menunggak angsuran berbulan-bulan, sehingga sepeda motornya diambil kembali oleh dealer. Perjanjian tertulis yang telah ditandatangani seolah tanpa makna.

Apa yang Anda rasakan ketika seorang yang Anda percayai tidak menepati janji yang sudah diucapkan atau dituliskan? Awalnya pasti ndongkol dulu, iya kan? Apalagi janji itu berkaitan dengan sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan. Ketidaktepatan janji orang itu bisa menyebabkan Anda rugi besar, bukan hanya materi tetapi juga citra yang sudah Anda bangun dengan susah payah. Anda mungkin akan marah besar karena merasa dipermainkan atau dikhianati. Jika tidak menepati janji itu sebuah perilaku yang tidak baik maka kita pun jangan melakukan hal yang sama.

Saya juga pernah dikhianati dan merasa dipermainkan oleh orang lain. Ada yang meminjam uang lalu berkali-kali berjanji akan melunasi tetapi tak kunjung ditepati dengan aneka alasan. Karena uang itu hasil jerih payah saya bertahun-tahun maka saya mengambil tindakan. Mobil yang dipakai untuk urusan bisnisnya saya sandera. Setelah itu barulah orang itu membayar hutangnya.

Saya juga dengan berat hati terpaksa mengajukan usul pemecatan anak buah yang berulangkali melakukan pelanggaran. Peringatan, teguran, tindakan, dan hukuman disiplin  tampaknya tak membuat dia jera. Janji untuk tidak mengulangi lagi pelanggaran yang pernah dia lakukan tidak ditepati. Agar anggota yang lain tidak meniru perbuatannya, maka harus diambil tindakan tegas. Ada peraturan yang memberi kewenangan kepada setiap atasan untuk mengajukan usul pemecatan kepada anak buah yang sudah tidak mau diperbaiki lagi.

Jangan melarikan diri dari janji yang telah diucapkan. Jika karena suatu hal, keadaan darurat, sehingga kita tidak bisa menepati janji, maka sesegera mungkin beritahukan kepada orang yang kita beri janji. Jika kita jujur, kemungkinan besar orang yang kita beri janji bisa memakluminya. “Mohon maaf, Komandan. Draft yang Komandan perintahkan untuk diserahkan lusa belum bisa saya penuhi. Baru saja saya mendapat pemberitahuan bahwa ayah saya meninggal dunia. Saya sekaligus minta izin untuk pulang guna menghadiri pemakaman beliau”. Dengan pemberitahuan tersebut maka Komandan akan mengambil langkah seperlunya, misalnya dengan menugasi staf lain untuk menyelesaikan draft  yang dimaksud.

Secara tak terduga, mitra bisnis saya meninggal dunia. Dia masih mempunyai hutang fee yang dijanjikan.  Janji itu berulang kali tak bisa dipenuhi. Besak, besok, besak, besok. Dia meninggal dunia sebelum kami bertemu dan sebelum dia memenuhi janjinya. Tak ada jalan lain bagi saya kecuali mengikhlaskannya.

Janji adalah hutang.  Hutang harus dilunasi agar kita tak menanggung beban. Tak jarang ada gadis yang putus asa dan mengakhiri hidupnya karena cowok yang berjanji menikahinya ingkar. Cowok itu malah menikahi gadis lain.  Tak ada pemberitahuan, tak ada permintaan maaf. Itu yang membuat si gadis merasa dipermainkan dan dikhianati.

Orang yang menepati janji adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain, juga bermanfaat bagi dirinya sendiri. “Insya Allah besok jam sepuluh pagi tiket itu sudah di tangan bapak.” Benar, pada jam yang ditentukan petugas travel sudah menyerahkan tiket yang dipesan konsumen. Si bapak mengucapkan terima kasih seraya menyelipkan sejumlah uang ke saku karyawan yang menepati janji itu. “Terima kasih, dik. Dengan tiket ini saya bisa hadir pada rapat penting di Jakarta”.

Ketika seorang karyawan berjanji akan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh maka janji itu harus ditepati. Demikian pula jika seorang karyawan berjanji tidak akan melakukan pelanggaran lagi, maka dia tak boleh mengingkarinya. Karyawan hendaknya jangan melanggar janji yang telah diucapkan dengan melakukan pelanggaran berulangkali. Risikonya pasti akan segera ditanggungnya. Bisa saja dia dialihtugaskan atau bahkan di PHK karena prilakunya yang  sering melanggar janji.

Para pejabat yang sudah bersumpah di bawah kitab suci pun masih ada yang melanggarnya. Dalam perjalanan tugasnya ternyata ada yang melanggar sumpahnya yang berbunyi: “Bahwa saya, untuk diangkat dalam jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung, dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan memberi  sesuatu kepada siapapun juga”. Akibatnya dia harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya di meja hijau. Sumpah atau janji tak selayaknya dipermainkan atau hanya sekadar pelengkap upacara belaka.

Mari kita berusaha untuk menepati janji agar kepercayaan orang kepada kita tidak hilang. Orang yang tidak menepati janji dapat digolongkan sebagai orang yang munafik. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati.” (HR Al-Bukhari)

Mengingkari janji juga bisa menyebabkan orang lain tidak percaya lagi kepada kita. Peribahasa berbunyi: ‘Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya’ selayaknya mendapat perhatian kita bersama.

Source image: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Mitra Blogger dan Netizen Gorontalo, kalian keren ya ! Terima kasih atas dukungannya untuk @klink_indonesia_official. 
Semoga makin sering diadakan event-event di sana. Netizennya semangat untuk belajar  dan berkembang. 
Proud...proud of you guys !! #bloggergorontalo #mbcommunication #klinksolusihidupmu #Klinkmember15olusi #indoblognet #kkidsomegaGorontalo

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top