Kesehatan

Sehari Bersama Anak-Anak Penderita Autis

Weekend kemaren, gue dan seorang teman fotografer mendatangi sebuah sekolah  luar biasa atau bisa juga disebut sebagai Pusat Rehabilitas Medis Terapi Kelainan Perkembangan Anak , yang berlokasi di kota Bandung. Sebenarnya tujuan utama kami datang kesitu hanya untuk menggarap proyek foto untuk membuat company profile dan juga membuat situs tentang sekolah anak-anak penderita Autis.

Kalo boleh jujur, ini kali pertama gue bertemu dan bertatap muka langsung dengan puluhan anak-anak penderita Autis. Saat itu, perasaan gue jadi campur aduk. Ada rasa prihatin, haru, lucu, riang yang gue rasakan saat berada ditengah-tengah mereka. Gue memang suka melakukan kegiatan-kegiatan sosial untuk membantu anak-anak jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Atau bersama komunitas pecinta satwa bahu membahu menolong satwa-satwa yang teraniaya, terlantar atau mengalami kekerasan. Semua gue lakukan dengan tulus dan iklas. Karena menolong mahluk hidup yang membutuhkan pertolongan adalah passion in my heart. (Bukan sok pencitraan sih… but it’s real!).

Tapi kali ini beda. Gue berhadapan dengan “adik-adik” yang sulit diajak berinteraksi. Dulu, gue sering menjadi tempat curhat teman gue yang anaknya menderita Autis. tingkat ADHD ato Attantion Deficit Hyperactivty Disorders. Mendengar kisahnya yang begitu butuh perjuangan tidak kenal lelah serta setia dan sayang terhadap anaknya, gue bisa merasakan how deep her loves to her Son. bahkan dia sering mengeluh juga tentang minimnya jasa pengajar untuk anak-anak penderita Autis.

Pagi itu, gue mendapat tugas memotret dan merekam video anak-anak autis saat mereka sedang melakukan aktivitas. Mulai bermain, belajar, bernyanyi, makan hingga therapi. Gue bener-bener speechless berhadapan dengan mereka. Ternyata susaaaahhhhhhh….. banget!!! Ya, karena mereka sulit atau bahkan tidak bisa berinteraksi dengan orang lain. Mau diteriaki sampai suara kita melengking sekalipun nggak bakalan di gubris oleh mereka. Kecuali guru-guru tim pengajar yang memerintah mereka, baru deh mereka sedikit menurut. Karena mereka punya kode-kode tersendiri ang sudah sering mereka pelajari dan terapkan.

Gue sangat suka sama anak kecil. Tapi melihat anak-anak Autis kok gue jadi sedih banget. Selama berada disana, gue perhatikan kalau mereka hanya bisa memainkan jari-jari tangan mereka. Atau menangis, memberontak (berteraik-teriak) dan kalau pun ada yang sudah mahir bernyanyi, maka mereka akan bernyanyi dengan suara pas-pasan. Dan satu lagi, diantara mereka ada juga yang sangat hiper aktif. Melihat tingkahnya, akhirnya adik-adik tersebut diarahkan sesuai bakat dan keterampilan yang mereka miliki. Ada yang jago melukis juga lho. Lukisan mereka cukup mencengangkan mata gue. CUKUP BAGUS! Jadi, jangan pernah beranggapan kalau anak-anak penderita autis tidak bisa melakukan hal-hal yang bersifat positif. Tuhan juga menitipkan talenta pada mereka. Hanya saja, talenta mereka harus dikembangkan agar bisa berguna bagi orang banyak.

Satu hal yang gue kagumi dari tim pengajar atau guru-guru yang ada disitu. Gue SALUT gue sangat mengacungin JEMPOL pada mereka. Gimana tidak? Mereka sangat sabar mendidik, mengajardan merawat anak-anak autis yang ada di sekolah itu dari pagi hingga sore menjemput. Tidak ada keluhan yang terlontar dari bibir mereka. Yang ada wajah-wajah tulus dan sabar merawat dan mengajarkan mereka tentang apa saja agar mereka bisa tumbuh menjadi anak autis yang lebih baik lagi dan berguna bagi banyak orang.

“Kalo memikirkan materi, mungkin kita sudah lama tidak mengajar disini mas. Ini semua semata-mata karena ketulusan hati kami untuk menjaga dan mendidik mereka. Kalo soal gaji, sebenarnya jumlahnya sangat kecil. Tidak setimpal dengan pengorbanan kami. Tapi, kalau tidak ada kami, bagaimana nasib anak-anak ini?” ucap salah seorang tim pengajar yang sudah mengabdi selama enam tahun disitu.

Ada beberapa kelas yang dipakai untuk mengajar anak-anak penderita Autis. (Perkembangan, Advance, Speed Yunior, Speed) dan ada juga ruangan khusus untuk therapy dan olahraga (memanjat, melompat dan juga naik tangga). Masing-masing kelas punya guru yang khusus menangani mereka. Lagi-lagi gue hanya terpaku melihat kesabaran guru-guru tersebut mendidik mereka yang kebanyakan datang dari keluarga berada. Ya, mereka sesungguhnya ANAK-ANAK BORJU yang terasingkan. Kalo dilihat latar belakang mereka, banyak diantara mereka yang terlahir dari orangtua yang berpendidikan dan juga orang kaya. Bahkan beberapa dari anak-anak autis tersebut memiliki orangtua yang sangat terkenal. Mulai dari rektor, doktor, dokter spesialis, artis, designer dan pejabat. Mungkin kalau disebutkan nama-nama mereka , Anda pasti bilang,” Ooo, itu toh bapaknya…!!” Tapi sayang, setelah dikorek-korek keterangan dari tim pengajar, banyak dari orangtua anak-anak autis tadi tidak ingin indentitas mereka diketahui. Jadi cukup hanya guru-gurunya saja yang tau siapa orangtua anak-anak autis tadi. Orang lain tidak perlu tau… “Mungkin mereka malu punya anak penderita autis mas,” ucap seorang tim pengajar.

Ya, bisa jadi itu benar bagi mereka. Karena jika publik tau mereka memiliki anak autis, mereka malu dan takut jadi bahan olok-olokan. Tapi alangkah piciknya orangtua seperti itu.. Tidak mau public tahu kalau mereka memiliki anak anaknya yang menderita autis. Biar bagaimana pun anak-anak autis juga butuh perhatian, kasih sayang dan juga pengakuan dari orangtuanya. Bukan hanya sekedar dititipkan ke sekolah atau pusat rehabilitasi dan urusan perawatan dan pendidikan hanya dilimpahkan kepada guru-guru pengajar anak-anak autis.

Damn..!!!!

Tega banget bukan?

Bahkan yang paling menyedihkan, ada penderita autis yang usianya sudah mencapai 43 tahun. Tingkah lakunya pun masih sangat ke kanak-kanakan. Dan dia adalah anak seorang rektor di salah satu universitas terkemuka di kota Bandung.

Hingga sore menjelang, gue masih bertahan di sekolah tersebut. Masih bermain-main dengan anak-anak autis yang lambat laun mulai mengenal wajahku dan juga mulai berani mendekat untuk diajak bermain oleh gue. Hmm… alangkah bahagianya jika kita juga peduli sama mereka. Banyak hikmah yang gue petik dari pertemuan dengan adik-adik penderita autis, bahwa kita sebagai manusia yang terlahir dengan sempurna harus selalu dan senantiasa berucap syukur. Juga, kita yang terlahir sempurna tidak ada salahnya untuk tererak lebih peduli dengan sesama ciptaan Tuhan. Karena DIMATA TUHAN KITA ADALAH SAMA. Tidak ada pengecualian.

Terimakasih adik-adik, smapai berjumpa dilain waktu. I promise, I will comeback again to meet and playing with you.

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Helooo, sahabat Indoblognet 😍 Di sini gerimis romantis, gimana di tempat kalian? Hihi..
.
Ngomongin tentang bisnis nih ya, banyak yang bilang bahwa kesuksesan bisnismu tergantung dari sehebat apa rencana pemasaran bisnis yang kamu buat 😁
.
Tapi guys, kamu bisa melakukan perencanaan bisnis sebanyak yang kamu inginkan, namun bisnismu tetap akan jalan di tempat bahkan gagal jika kamu gak berorientasi untuk menciptakan sebuah produk bisnis yang bernilai
(berkualitas) 😍
.
Menjual produk tanpa kualitas yang baik, adalah kesalahan dalam bisnis. Karena, tanpa produk yang bagus dan bisa diterima di masyarakat, strategi marketing sebaik apapun gak akan membantu bisnis kamu untuk berkembang 😆
.
Kemungkinan terburuk, bisnismu bisa hancur bahkan sebelum masyarakat mengenal produk yang kamu jual 😅
.
Sumber: smartbisnis.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #business #smartbusiness #businesstips #success #quality #businessplan #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top