Agama

Segerakan Berbuka, Namun Akhirkanlah Sahur

Selama puasa Ramadhan, ada dua kegiatan yang dilaksanakan berkaitan dengan makan. Kegiatan yang dimaksud adalah makan sahur dan berbuka puasa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan petunjuk dan contoh kapan dilakukannya makan sahur dan berbuka puasa. Beliau bersabda: ”Umatku akan senantiasa baik, selama mereka menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur”. (HR. Ahmad)

Lagi-lagi pengalaman saya ketika masih kecil. Saya agak malas jika dibangunkan Emak untuk makan sahur. Maklum mata masih mengantuk banget. Apalagi kala itu belum ada listrik dan juga belum punya televisi. Namun karena Emak tetap menyuruh bangun maka dengan mata masih mengantuk saya juga tetap makan sahur. Rasanya tidak tega juga melihat Emak sudah menanak nasi dan menghangatkan sayuran.

Zaman sekarang acara makan sahur tentu lebih menyenangkan. Banyak acara televisi yang menayangkan acara sahur. Walaupun begitu masih ada juga yang memilih makan sahur lebih dini. Jika mereka masih belum tidur hingga larut malam mereka langsung saja sekalian makan sahur, baru setelah itu berangkat tidur.

Dalam makan sahur ada barokah di dalamnya. Hal ini sesuai hadits,  dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan”. (Muttafaqun ‘alaih) Itulah sebabnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan umatnya untuk makan sahur. “Makan sahurlah kamu, walaupun dengan seteguk air saja”. (HR. Ibn Hibban). Tentu saja akan lebih baik jika kita makan sahur dengan mengonsumsi makanan dan minum yang cukup. Ini untuk menjaga agar tubuh kita tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. Kini sudah banyak artikel yang membahas makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi ketika makan sahur.

Berbuka puasa

Berbeda halnya dengan makan sahur, berbuka puasa dianjurkan untuk dilakukan sesegera mungkin begitu waktu berbuka puasa tiba. Di kampung saya dulu waktu berbuka puasa ditandai dengan bunyi bedug atau bunyi kentungan yang kemudian disusul dengan adzan Maghrib. Kini kami sudah bisa mendengarkan adzan Maghrib yang berkumandang di televisi atau radio.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah memberikan contoh bagaimana berbuka puasa dilaksanakan. ”Bahwasanya bila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa, biasanya beliau tidak melakukan shalat (Maghrib) sebelum diberi ruthab (kurma segar) atau air, beliau ma­kan atau minum (terlebih dahulu), dan pada musim dingin pun, beliau tidak melakukan shalat (Maghrib) sebelum kami memberinya tamar atau air”. [HR. Ibnu Hibban]

Banyak orang bilang: ”Lebih baik makan sambil mengingat shalat daripada shalat sambil mengingat-ingat makanan”.

Menyegerakan berbuka puasa sebaiknya didahului dengan minum dan mengonsumsi  makanan ringan misalnya kurma. Setelah shalat Maghrib barulah menyantap makan nasi dan lauk-pauknya. Namun demikian hendaknya jangan berlebihan dalam menyantap makanan agar tidak terlalu kenyang. Ini untuk menjaga agar tidak mengantuk sehingga nanti masih bisa mengikuti shalat tarawih dan witir dengan nyaman.

Pada saat masih dinas militer dulu saya sering mengikuti acara Safari Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan di berbagai kesatuan yang ada di daerah tempat saya berdinas. Kami sering berkonvoi menuju tempat acara. Kegiatan biasanya di awali dengan tausiah yang berkaitan dengan Ramadhan. Begitu saat tiba berbuka puasa maka kami diajak menikmati makanan ringan. Setelah shalat Maghrib berjamaah maka semua peserta menikmati aneka makanan. Acara berbuka puasa bersama juga sering diadakan oleh berbagai instansi atau komunitas. Kini acara berbuka puasa bareng juga sering dilakukan oleh kelompok-kelompok atau komunitas.

Jika kita mempunyai persediaan makan berlebih akan sangat bagus jika sebagian di antaranya diantar kepada tetangga kiri-kanan atau kepada kaum dhuafa yang masih bertebaran di jalanan. Dengan cara itu maka mereka juga ikut merasakan nikmatnya berpuasa.

Source image: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Seorang pebisnis harus pandai menganalisa pesaing mereka, khususnya yang berada pada niche yang sama. Belajarlah dari kesuksesan termasuk dari kegagalan mereka
.
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #analisamarketing #competitor #business #tipsbisnis #trendingpost

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top