Berbagi Kasih Sayang

Secobek Sambal Tempe Istimewa

keluarga harmonis

 

Dalam teori pernikahan atau hubungan cinta memberi pasangan sesuatu yang istimewa pasti akan mewujudkan khayalan langsung ke kue-kue cantik seperti brownies, baju atau sepatu special, dan bisa jadi ke benda-benda mahal lainnya, seperti: cincin emas polos atau berhias berlian. Siapakah wanitanya yang tidak menginginkan itu semua, setidaknya saya sebagai wanita pasti akan merasa berbunga-bunga ketika suami memberikan cincin, sederhana saja…emas polos dengan ukiran nama kami, ahai.

Sekedar membayangkan, rasanya dada ini dipenuhi sesuatu yang hangat, tapi kadang tidak semua pasangan memiliki keberuntungan seperti itu. Banyak pasangan yang hanya sekedar melihat kebahagiaan model itu di iklan-iklan TV atau dalam drama Korea.

“Bu. lagi apa?”

“Biasa menulis.”

“Sudah hampir pukul 12 malam loh.”

“Yaaa, lapar malam-malam dapur kosong…”

“Di kulkas ada tempe, kalau sambal tempe itu buatnya gimana ya, Bu?”

“Ulek cabe rawit sesuai selera bersama bawang putih, dua-duanya mentah ya.Jangan lupa beri gula dan garam, lalu masukkan tempe panas yang baru digoreng, ulek kasar ke sambelnya. Kasih satu sendok minyak panas sisa menggoreng tempe…” ujar saya sambil terus mengetik.

“Oooh…” cuma itu tanggapan suami atas jawabannya saya.

Entah, sudah baris ke berapa saya menulis. Karena fokusnya sampai membuat saya pun  lupa suami yang tadi menyapa, tahu-tahu menghilang, entah kembali ke kamar untuk istirahat atau mungkin duduk di teras menikmati malam. Dia suka sekali malam-malam berlama-lama di teras, kadang sambil menikmati segelas teh hangat atau kopi. Katanya, udara malam itu jauh  lebih menenangkan ketimbang siang yang penuh huru hara, namun saya lebih sering menghabiskan malam di depan laptop dengan berlembar-lembar imajinasi yang tertuang menjadi barisan aksara.

Tiba-tiba seluruh ruangan tercium bau ikan asin dan harum tempe goreng, tetangga yang manakah malam-malam begini memasak?

Hanya sesaat pertanyaan itu muncul selebihnya saya terus menulis, dan tidak lama  kemudian….

“Bu, yuk makan bareng…” Suami muncul dengan wajah ceria. “Ayah masak tuh, Ibu yang siapin ya. Kita makan berdua di teras yuk.”

Saya langsung lari ke dapur, meninggalkan laptop yang masih menyala. Di dapur sudah tersedia secobek sambal tempe dengan aroma cabe rawit dan bawang putih yang khas. Selain tempe yang diulek bersama sambalnya, masih ada beberapa potong yang sudah digoreng panas-panas, termasuk ikan asin. Nasi di rice cooker sudah matang, saat saya buka…aroma nasi pandan memenuhi dapur.

Rasa lapar sejak tadi membuat saya cepat menyiapkan dua piring berisi nasi panas, lauknya saya bawa secobeknya biar terasa lebih mantab. Sementara suami sudah  menunggu di teras depan, saya membagi piringnya. Kami mulai saling menyuap masing-masing.

Masyaallah…enak benar hingga tanpa terasa habis dua piring nasi panas.

“Malam ini kita sudah berjalan selama 11 tahun, Bu…” tiba-tiba suami membuka suara diantara asyik menikmati makannya.

Saya hanya tertegun.

“Jangan melihat dari apa Ibu dapatkan tapi bagaimana semua ini terhidang…Semoga Allah menjaga kita untuk terus berada dalam satu biduk pernikahan…”

Nyessss, tiba-tiba saya begitu nanar menatap cobek di depan yang menyisakan sedikit sambal tempe dan sepotong ikan asin, lalu bergantian menatap suami, ada bayangan daun jambu jatuh ke wajahnya. Daun jambu yang tumbuh di taman kecil depan teras kami.

Ya, ya, 7 Februari 2016… 11 tahun lalu kami mengikat janji Allah untuk menjadi satu dalam niat yang baik, kini anak-anak kami sudah berjumlah 4 (no3 alm), anak-anak yang tumbuh dengan sehat dan menyenangkan, dan… malam ini lelaki yang dulu meminang saya juga dengan kesederhanaannya, namun memiliki cinta yang tidak sederhana. Apakah masih saya lamunkan sebuah cincin di jemari? Atau sepotong kue cantik, gaun special…

“Rasa sambal tempe ini istimewa sekali, Yah… semoga pada tahun-tahun berikutnya, kita masih bisa terus merasakan keistimewaannya,” kata saya serak. Tahu-tahu kerongkongan saya seperti tercekik karena sangat terharu, dan angin malam seperti ikut mengaminkan doa-doa kami

anakkami

 

 

 

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ini Video Versi Layanan Masyarakat untuk Anti Drugs Campaign. Supported BNN dan MB Communication

Kalau temen-temen punya cerita, ide seru dan bikin video masih bisa ikutan lombanya yah. Cek hastag
 #IniCaraGueCegahNarkoba
Teman-teman bisa Minta Tolong Subscribe, Share dan komen yah.

Share boleh di Instagram, twitter dan FB
Linknya :

https://youtu.be/zOCgnf66Hik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top