Opini

Saat Terpaksa Berjauhan dengan Pasangan

 

Menjalani kehidupan berumah tangga kadang menemui berbagai halangan. Hal tersebut bisa berupa jarak, yaitu saat fisik terpaksa berjauhan. Ada banyak pasangan yang terpaksa melakukan long distance relationship (LDR) seperti yang saya temui di sekeliling. Rata-rata dikarenakan pekerjaan, dimana salah satu atau keduanya bekerja di tempat yang berbeda, atau juga bisa dikarenakan salah satu sedang menempuh pendidikan. Memang ada berbagai pekerjaan yang menuntut pegawainya untuk berpindah-pindah. Jika istri tidak bekerja maka ia bisa ikut serta. Tapi terkadang permasalahannya bukan hanya istri bekerja atau tidak, melainkan juga permasalahan sekolah anak dan sebagainya.

Teman saya sudah setahun lebih berhubungan jarak jauh dengan suaminya. Saat ia hamil, ia menikmati suka dukanya sendirian karena tidak ada suaminya yang setiap hari menjaganya. Setahun kemudian baru suaminya dipindahkan ke Jakarta, sehingga keduanya pun bisa berkumpul dalam satu rumah. Akan tetapi risiko kembali berpisah ke depannya juga ada, karena memang perusahaan tempat suaminya bekerja memiliki berbagai cabang.

Tetangga saya yang suaminya bekerja di Kopassus AD bercerita bahwa ia sering ditinggal oleh suaminya sejak ia baru menikah. Pada masa itu belum ada ponsel, telpon juga masih jarang. Alhasil, komunikasi lebih banyak lewat surat-menyurat. Baru setelah pensiun mereka bisa berkumpul dan ternyata mereka baik-baik saja, hidup harmonis hingga sekarang. 

Melihat potret keluarga yang berjauhan terkadang bagi sebagian pihak dianggap kurang ideal. Tapi adakalanya hal itu terpaksa dilakukan, misalnya untuk melakukan kegiatan dinas, belajar, dan sebagainya. Mungkin banyak yang menyarankan agar istri melepas pekerjaan dan selalu ikut menyertai suami. Tapi terkadang hal tersebut bukan solusinya dan tidak semua permasalahan LDR tersebut memiliki solusi yang sama, karena perbedaan karakter dan perbedaan kasus yang dialami keluarga tersebut.

Saya pernah menjumpai kawan kerja senior yang juga berbeda kota dengan istrinya meskipun istrinya tidak bekerja. Ternyata alasannya adalah sekolah anak-anak. Praktiknya tidak mudah bagi orang tua memindahkan sekolah anak-anaknya, apalagi jika bukan masa ajaran baru. Anak juga ada yang tidak mudah menyesuaikan diri sehingga terkadang orangtua mengalah untuk berbeda kota demi pendidikan anak-anak mereka.

Saat ini saya juga berbeda negara dengan pasangan. Rasanya berat untuk melaluinya tapi saya coba untuk menguatkan hati dan percaya sepenuhnya kepada pasangan. Kepercayaan dan komunikasi adalah kunci utama bagi pasangan yang berbeda jarak. Adakalanya saya begitu mengantuk karena harus menunggu dini hari agar bisa mengobrol dengan suami. Perbedaan waktunya memang cukup panjang, yaitu tujuh jam dimana suami hanya bisa melakukan video call di atas pukul 19.00 untuk waktu setempat. Kampus tempat ia menimba ilmu juga ketat, dimana tidak boleh mahasiswa menggunakan gadget di dalam kelas saat proses belajar-mengajar.

Jika lelah saya juga tidak memaksa diri untuk bercakap lewat video call, melainkan cukup dengan pesan melalui aplikasi chatting atau email. Pernah beberapa kali sinyal terganggu dan ponsel suami rusak sehingga beberapa hari tidak bisa berkomunikasi. Saya merasa gelisah tapi saya coba berprasangka baik dan kemudian tetap mencoba berkomunikasi lewat email. Untunglah masih ada laptop sehingga kami masih bisa berkirim pesan lewat email sampai suami bisa membeli ponsel baru.

Melalui artikel ini saya hanya berpesan agar pasangan yang berjauhan tetap kuat dan berusaha menjaga hubungan dengan terus berkomunikasi dan saling percaya. Tidak semua keluarga yang terpaksa berjauhan itu buruk, oleh karena setiap keluarga itu unik dan memiliki cara masing-masing mengatasi permasalahannya.

 

 

 

Image source: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Puspa

Saya suka membaca dan menulis apa saja.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Assalamu'alaikum sahabat Indoblognet 😀
.
Selamat tahun baru Islam, 1 Muharram 1439 H ❤❤❤
.
Semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih banyak memperoleh keberkahan, dan kesuksesan, Aamiin Ya Allah Ya Rabbal'alamin
.
#indoblognet #mbcommunication #islamicnewyear #muharram1439 #menjadibaik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top