Indo Blog Net

Sosial Budaya

SADAP INDONESIA, Ruang Anak Muda Rawat Toleransi

temu pemuda lintas iman kalimantan barat

Kota Pontianak terasa suasana sangat menegangkan. Dua kerumunan massa terkesan siap tempur. Kubu Pekan Gawai Dayak XXXII (PGD XXXII) sebagai agenda tahunan nasional untuk pesta padi, kali ini sangat terganggu dengan oleh aksi Bela Ulama 205.

Ribuan manusia berjalan di terik matahari siang, lengkap dengan pakaian adat Dayak dan busana muslim sangatlah mencekam. Kubu PGD XXXII mengadakan parade budaya sebagai pembuka acara PGD XXXII tahun 2017, kubu Bela Ulama 205 mempertanyakan tanggungjawab negara terhadap penolakan Ustadz Tengku Zulkarnain di Kabupaten Sintang beberapa waktu lalu.

Dewan Adat Dayak menilai kedatangan Ustadz Tengku Zulkarnain provokator yang menciptakan ketidakdamaian Pulau Borneo. Pernyataan Dewan Adat inilah yang memicu massa aksi Bela Ulama bergerak saat perayaan PGD XXXII di Kota Pontianak.

Beruntung, tidak sampai pecah konflik di kejadian ini. Namun, efeknya cukup terasa karena kita masih merasakan was-was.

Peristiwa ini bukanlah yang pertama terjadi di Kalbar, konflik horizontal pernah terjadi di Bengkayang, melibatkan Madura dan Dayak (1997 – 1999) dan juga di Sambas antara Madura dan Melayu (1999 – 2001). Tahun 2007 kembali terjadi di Kota Pontianak yang melibatkan Tionghoa dan Melayu.

Peristiwa pilu ini memang menjadi luka tersendiri bagi masyarakat Kalbar, tidak adanya trauma healing pasca konflik terjadi seakan jadi persoalan sendiri. Bahkan, Kalbar oleh beberapa penelitian dianggap sebagai api dalam sekam.

Catatan panjang konflik di Kalbar harusnya hanya menjadi sejarah dan kumpulan aksara untuk di baca dan dipelajari tetapi tidak untuk diulangi kejadiannya. Namun, bukan perkara mudah jika tidak saling kerjasama untuk menimbulkan kesadaran saling menghargai dan rasa saling memiliki satu sama lain, tidak peduli apapun agama dan sukunya.

Lewat perjumpaan dan dialog yang beberapa kali diadakan membuat topik Kalbar damai seolah hanya obrolan saja. Belum ada upaya kongkrit yang terjalin diakar rumput karena ketika memperhatikan pola konflik yang terjadi beberapa puluh tahun lalu, justru akar rumputlah awal mula konflik itu hadir. Kita belum sadar betul apa yang harus dilakukan bersama untuk merawat persaudaraan.

Tentang SADAP INDONESIA

Menyadari anak muda semakin hari juga semakin nyaman dengan perkumpulan sekelompoknya dan timbul segregasi tak terhindarkan. Anak muda di Kalbar berinisiatif untuk membuat forum perkumpulan anak muda lintas iman dan suku di Kalimantan Barat pada September 2017 lalu.

Tujuan perkumpulan ini semata-mata untuk saling kenal dan ruang ngobrol bagi anak muda. Perkumpulan tersebut adalah Satu dalam Perbedaan Indonesia (SADAP INDONESIA).

Baca juga: Indahnya Toleransi Dalam Rumah Tangga

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah mengadakan Temu Pemuda Lintas Iman Kalimantan Barat atau Tepelima Kalbar. Beragam kegiatan dilakukan seperti ruang diskusi, sharing kelompok maupun antar individu untuk saling kenal, games maupun outbond agar tercipta kerjasama dan solidaritas, pensi, dan juga kunjungan ke rumah-rumah ibadah agar lebih memahami antara satu dan lainnya.

Selain Tepelima Kalbar, kegiatan SADAP INDONESIA adalah diskusi film atau buku bertema toleransi, family trip agenda jalan-jalan sambil saling kenal, diskusi, dan sharing bersama tokoh adat maupun tokoh agama.

Tepelima Kalbar sendiri sudah dilakukan sejak dua tahun terakhir dan jika kondisi memungkinkan, tahun 2020 akan ada Tepelima Angkatan ketiga.

Beruntung, untuk setiap kegiatan yang ada, semua pihak mendukung dan terlihat dari hadirnya anak muda lintas agama maupun suku di berbagai diskusi film dan juga kegiatan yang diadakan oleh SADAP INDONESIA.

Jumlah yang hadir sangat beragam, terkadang 20 orang hingga 80 orang, sedangkan untuk Tepelima Kalbar, peserta dibatasi hanya untuk 30 orang saja setiap angkatan.

Langkah kecil dari inisiatif anak muda ini diharapkan mampu membuka sekat yang ada agar anak muda khususnya bisa lebih membuka diri dan mengenal sesamanya meski tidak datang dari agama maupun suku yang sama.

Anak muda sebagai calon pemimpin masa depan diharapkan dapat mengayomi dan timbul rasa saling memiliki bukan karena satu golongan tetapi karena kita semua adalah ciptaan Sang Kuasa. Dan hal yang paling penting adalah bersama kita kelola prasangka, jangan mengambil keputusan dari ketidaktahuan, kenali dan ngobrol dulu biar lebih dekat.

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top