Berbagi Kasih Sayang

Rombong Sedekah, Berbagi Dalam Senyap

Rombongan sedekah

BismiLLAH..

Senin ceria dan powerfull! ^_^

Ada yang pagi ini merasa nggak semangat, banyak menggerutu? Mengeluh dan merasa paling menderita sedunia? Saya perkenalkan ini Mbok Genah, 70tahun, Warga Desa Sambong, Jombang. Mbok Genah, yg pekerjaannya mengumpulkan Bunga Kamboja yg dikeringkan. Perkilo bunga kamboja kering harganya Rp 8ribu. Sekilo Kamboja Kering itu bisa sekarung lho ya 🙂

Rumah beliau, sama tuanya dengan beliau,
tanpa pelafon,
tanpa keramik,
tanpa listrik,
tanpa Kamar Mandi.

****

Kalimat-kalimat ini saya terima melalui pesan whatsapp di telepon genggam saya. Pengirimnya adalah Yana Nurliana, Koordinator #RombongSedekah. Dari Mba Yana, saya mengetahui bahwa desa itu terdiri dari 14 Dusun namun tak semua keluarga mampu memiliki WC. Dan tingkat kecelakaan jarena buang air di pinggir sungai cukup tinggi apalagi bagi para pemula. Dengan adanya kebutuhan tersebut, Yana melalui RombongSedekah menggumpulkan dana dari donator untuk digunakan membangun tiga hingga lima bilik WC yang direncanakan dibangun.

Saya mengenal Mba Yana setahun silam saat mencari informasi tentang profil kegiatan islami untuk program Ramadhan. Dari pencarian itu, saya ketahui bahwa apa yang dilakukan Yana adalah bentuk kasih sayang yang ia berikan kepada sesama. Dari Mba Yana, saya ketahui bahwa kasih sayang tak hanya diberikan kepada orang yang kita kenal. Tapi juga bisa kepada orang yang tak kita kenal sekalipun.

Ini yang dilakukannya dan rombongannya saat menginisatif penggumpulan dana untuk aksi jamaah jumat makan gratis. Setiap Kamis, ia selalu memberikan informasi tentang nama mesjid yang akan menjadi tempat aksi makan gratis jamaah shalat Jumat. Seperti yang ia lakukan pada Jumat, 4 Maret. Pihak Yana menggumpulkan dana untuk kebutuhan 400 porsi untuk aksi di Mesjid Baitul Amin, Perak, Jombang, Jawa Timur. Masjid ini berada di jalur provinsi yang banyak dilintasi musafir yang singgah untuk shalat.

Ada tiga aksi yang dilakukan Mba Yana sebagai bentuk kasih sayang kepada sesama. Pertama adalah ‘Program Memakmurkan Mesjid’,’Perangi Riba dan ‘Program Sosial’. Pada program ‘Memakmurkan Mesjid’ dilaksanakan dengan aksi resik mesjid hingga memberikan aksi jumat makan gratis. Di program ‘Perangi Riba’ ada aksi bebaskan hutang riba. Sedangkan pada ‘Program Sosial’ ada aksi baju bekas, aksi berah rumah dhuafa hingga aksi terkait MCK (mandi, cuci, kakus).

Aksi ini telah dilakukan sejak lima tahun lalu. Tepatnya saat ia pindah dari Balikpapan ke Jombang. Awalnya ia melakukan aksi seorang diri. Lama kelamaan, teman-temannya yang dari Balikpapan kerap memberikan amanah kepadanya. Awalnya ia membagikan 100 kue setiap hari Jumat. Kemudian lanjut memberikan 100 kotak kue. Kemudian meningkat menjadi 100 kotak makanan berat. Aksi ini berlanjut menjadi membuat ‘rombong makan’ (gerobak) makanan gratis. Sampai sekarang, aksi ini ia lakukan berpindah-pindah. Dari satu mesjid ke mesjid lainnya. Baginya, memberi makan orang lain membuat kebahagiaan padanya begitu nyata. Dari sinilah ia mulai melakukan sedekah Jumat untuk memuliakan sedekah kepada sesama.

Kepada saya, ia mengatakan latarbelakang awal aksi adalah untuk memakmurkan mesjid. Itulah mengapa, lebih banyak kegiatan yang dilakukan di mesjid. Ia ingin, banyak masyarakat yang ke mesjid sehingga mesjid menjadi lebih ‘hidup’. Saat awal aksi, ia mengatakan kerap kali dituduh melakukan kampanye untuk jadi lurah. “Ternyata susah memberi tanpa pamrih karena dianggap sesuatu yang aneh,” katanya. Dana yang diperoleh pada semua aksi adalah sedekah dari para donatur. Donatur tak hanya di wilayah Jombang, tapi juga seluruh Indonesia. Ia aktif mengirimkan informasi aksi melalui facebook hingga whatsapp. Bahkan, donatur lokal pun lebih banyak mengetahui dari sosial media.

Di daerahnya, ia bergerak dalam diam. Tak banyak yang tahu jika ia akan melakukan aksi. Pernah suatu hari saat akan membagi-bagikan makanan di pelosok dusun, ia membawa gerobak. Namun warga hanya menatap dan hanya makan setelah takmir mesjid menutup doa dan menyuruh jamaah makan. Antriannya mudah diatur. Para jamaah shalat jumat itu berulangkali mengucapkan terima kasih. “Itu berharga banget,” katanya. Ini berbeda jika aksi dilakukan di kota. Antrianya sulit di atur dan berulangkali minta nambah. Bahkan mangkok atau gelas setelah pakai berserakan dimana-mana. Walaupun tak diminta, tak ada ucapan terima kasih yang terlontar. Ah, betapa kerendahan hati dan kesopanan perilaku masih tertanam dalam diri dhuafa di desa-desa. Aksi Yana dan rekan-rekannya pernah ditolak karena beraneka alasan.

Bagi saya, apa yang telah dilakukan oleh Mba Yana adalah berbagi kasih sayang melalui sedekah. Sedekah kepada orang yang tak pernah ia jumpai sebelumnya. Sedekah yang tak pernah ia tahu nama. Kasih sayang yang ia berikan tak hanya bermanfaat saat itu, tapi juga bertahan lama dan membekas. Saya ingat ia pernah minta maaf kepada saya karena selalu mengirimkan pesan melalui whatsapp untuk melakukan aksi donasi. Saya heran. Mengapa ia harus marah? Bukankah saya yang harusnya berterima kasih karena telah diajak berbuat baik?

Untuk menjaga dan sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada para donatur, ia selalu mengirimkan bukti aksi yang telah dilakukan. Bukti itu berupa foto hingga video. Menjaga kepercayaan para donatur untuk mau berbagi kepada sesama itu tak mudah. Tapi, berbagi kasih sayang kepada sesama, harus dimudahkan.

 

 

Rach Alida Bahaweres

Sebagai jurnalis, saya aktif juga menulis di blog saya www.lidbahaweres.com. Saya menulis tentang berbagai hal yang saya alami. Akun twitter dan instagram saya @lidbahaweres. Untuk kontak lebih lanjut ke [email protected] Terima kasih

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillaah, Jum'at Mubarak 😍 Hari yang paling baik untuk melakukan amal kebaikan, termasuk beraktivitas yang bernilai ibadah 😉
.
Guys, ngomong-ngomong soal website nih ya, udah mobile responsive (mobile friendly) belum sih websitemu? 😎 Soalnya ini penting banget lho untuk diperhatikan
.
Berdasarkan survey, website yang gak mobile responsive bakal bikin pengunjung "gak jadi" mengunjungi websitemu 😆 Ya iyalahhh malesin kan ya kalau harus ribet dengan tampilan web saat kamu buka lewat hp 😅 Sementara saat ini, kebanyakan user menggunakan hp untuk mengakses internet, termasuk untuk membuka web..
.
Tuh guys, kalau kamu gak pengen web-mu sepi pengunjung gara-gara gak mobile responsive, buruan deh di upgrade supaya lebih mobile responsive 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #jumatberkah #jumatmubarak #followme #tips #viral #website #survey

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top