Film

[Review Film] Infinitely Polar Bear: Penderita Bipolar Bukan Gila

 

Pertama membaca judulnya, gue langsung suka. padahal gue belum tau ceritanya seperti apa. ditambah lagi dua nama pemainnya yang semakin membuat gue yakin kalau film ini pasti “sedap” di tonton. (Meski nama besar juga tidak menjamin filmnya bagus lho…)

Film Infinitely Polar Bear (IPB) ini berkisah tentang seorang bapak dari dua orang putri yang masih berusia nanggung (ya, sekitar 9 dan 11 tahun gitu deh). permasalahan muncul ketika kedua putrinya semakin tumbuh menjadi anak-anak yang mulai faham kondisi bapaknya. Si bapak, bernama Cameron Stuart yang dimainkan dengan sangat bagus banget oleh  Mark Ruffalo. Mark ini memang selalu menjiwai setiap peran yang dia mainkan. Cameron adalah seorang penderita Bipolar yang sempat menjauh dari anak dan istrinya. sampai akhirnya, dia bisa kembali berkumpul bersama kedua anak dan istrinya. hanya saja, sebagai seorang penderita Bipolar yang pada dasarnya tidak bisa disembuhkan. Kelakukan Cameron sering membuat anak dan istrinya “makan hati”. Namun, sebagai orang yang terdekat dengan si penerita Bipolar, mereka harus dan berusaha menjaga ke stabilan emosi si penderita. Ya, harus difahami, penderita Bipolar tidak boleh mengalami tekanan yang membuat emosi jiwanya tidak stabil. Kalau sampai itu terjadi, ya, kumat deh…

Melihat akting Ruffalo di film ini, gue jadi teringat dengan artis Marshanda yang juga menderita Bipolar. Kita semua tahu bagaimana Marshanda memposting ungkapan emosinya terhadap teman-temannya di Youtube. Sejak itulah akhirnya terungkap bahwasanya Marshanda mengidap Bipolar. Emosi Marshanda yang labil sering dianggap “gila” oleh banyak orang. Meski sesungguhnya penderita  BIPOLAR bukanlah orang GILA (catat!!) Hanya saja, ketika emosinya tidak stabil, mereka bisa melakukan sesuatu yang dianggap berlebihan. Bahkan diluar nalar orang normal pada umumnya. Tidak heran kalau banyak yang beranggapan penderita Bipolar adalah gila…

Cameron yang masih belum bisa mengontrol emosinya, harus berhadapan dengan kenyataan ketika istrinya harus melanjutnya studinya di NewYork. Cameron harus menjaga dan mengasuh kedua anaknya seorang diri. Disinilah mulai muncul konflik yang sangat wajar antara anak dan bapak. Si anak maunya A, sementara si bapak maunya B. sehingga timbul perdebatan-perdebatan yang membuat Cameron lepas kontrol. Banyak adegan-adegan yang membuat gue suka dengan akting kedua bocah jenius ini. mereka bermain begitu natural.Seperti adegan dimana kedua anak ini adu mulut dengan bapaknya. Ya, layaknya adu mulut antara anak dan bapak. semua terlihat seperti real bukan akting. Begitu juga dengan Cameron yang labil, Mark sangat-sangat menjiwai karakternya sehingga dia bisa masuk ke dalam tokoh Cameron.

Inti dari cerita film ini adalah, penderita Bipolar bukanlah orang Gila. mereka juga manusia normal yang bisa bersosialisasi layaknya manusia normal. Hanya saja, kita yang normal dan berada didekat si penderita Bipolar harus bisa menjaga emosi dan juga perasaannya. Tidak mudah memang, namun, demi menjaga stabilitas jiwanya, kita harus lebih banyak mengalah ketimbang adu debat yang tidak berkesudahan.

Film keluarga ini cukup menarik ditonton. Hanya saja, banyakadegan-adegan dan kata-kata yang tidak layak untuk diucapkan di depan anak-anak. Karena bisa memberi contoh yang tidak baik bagi anak-anak. Jika menonton film in, anak-anak harus didampingi orangtua agar bisa menjelaskannya.

Adegan yang gue anggap tidak baik adalah:

  1. Ketika Cameron berteriak-teriak dan membentak-bentak sambil mengacungin jari tengah hingga sampai bertindak kasar.
  2. Adegan merokok di depan anak-anak sangat memberi pengaruh buruk bagi mereka.
  3. Juga adegan-adegan yang tidak layak lainnya. Jika penasaran dengan kisah film ini? Silahkan nonton.

Film ini dibintangi:

Mark Ruffalo

Zoe Saldana

Imogene Wolodarsky

Ashley Aufredeheide

Sutradara dan penulis: Maya Forbes

 

 

 

Very Barus

Seorang penulis buku, blogger, fotografer dan Videografer. Menyukai dunia traveling dan adventure. Telah menjelajahi beberapa daerah dan negara di Asia. Mendaki beberapa gunung di indonesia Dan sangat menyayangi dan melindungi binatang dan tangan-tangan jahil manusia.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat 💪🏃
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho 😄
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya 😂 Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget 😅
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts 😉
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top