lomba blog

Resensi : Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan

 

Judul: Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan
Penulis: Widyanti Yuliandari
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-2608-5

Blurb:

Perempuan kok kuliah jurusan teknik? Ih, teknik kan laki – laki banget? Aduh, di Teknik Lingkungan belajar apaan? Kudu jago matematika ya? Fisika? Terus kalau lulus, entar mau jadi apa?
Itulah kira – kira pertanyaan – pertanyaan seputar Teknik Lingkungan, yang masih saja sering terdengar. Bahkan, dulu sering terjadi salah paham, karena awal keberadaannya di Indonesia jurusan ini bernama Teknik Penyehatan. Jurusan yang terbilang baru jika di banding jurusan teknik lainnya ini, dianggap sangat dekat dengan dunia medis atau kedokteran.
Ada sebuah prediksi, bahwa bidang usaha yang prospektif di masa depan adalah bidang yang berkaitan dengan 3 hal, yaitu Food, Energy, and Environment (FEE). Keberlangsungan hidup manusia tidak akan lepas dari 3 hal tersebut. Setidaknya ini mulai terbukti dengan semakin diminatinya kuliah jurusan Teknik Lingkungan, dan semakin banyaknya peluang kerja bagi lulusan Teknik Lingkungan.
Buku ini hadir untuk mengupas tuntas tentang Jurusan Teknik Lingkungan, meliputi:
– Belajar apa saja di Jurusan Teknik Lingkungan?
– Jurusan Teknik Lingkungan di Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.
– Pilihan karier lulusan Teknik Lingkungan.
– Kisah Alumni, memuat profil beberapa lulusan Teknik Lingkungan yang sukses berkarier dalam lingkup nasional hingga internasional.
Semoga buku ini dapat menunjukkan wajah yang sebenarnya dari jurusan Teknik Lingkungan. Dan pada akhirnya akan membantu para calon mahasiswa untuk menetapkan pilihan pada jurusan ini.

Resensi:

“Menikmati semua mata kuliah, kegiatan kemahasiswaan plus segala dinamikanya. Namun hal yang berkebalikan justru dirasakan beberapa kawan. Ada yang mungkin merasa “salah” masuk jurusan. Beberapa ganti haluan setelah tahun pertama” (halaman prakata).

Ketika membaca halaman prakata, mungkin bisa aku simpulkan (pendapatku) jika buku ini ditulis berdasarkan keresahan yang dialami oleh penulis, dan akupun pernah melihat juga beberapa teman kuliah, tiba – tiba nggak pernah ketemu lagi, eh setelah diselidiki ternyata pindah jurusan lain, padahal tidak sedikit loh uang yang dikeluarkan saat masuk kuliah dan saat pindah jurusan lain, dan aku beranggapan jika uang yang dikeluarkan saat berada di jurusan awal, dikeluarkan secara sia – sia, huhuhu..sedih deh. Nah, untuk menghindari salah jurusan dan membuang uang, calon mahasiswa secara dini harus tahu jurusan apa yang diminati. Buku ini sebagai pencerahan bagi adik – adik yang ingin menapaki dunia perkuliahan, baca buku ini sebagai bekal untuk mengetahui seluk – beluk Teknik Lingkungan dan pilihan karir yang bisa diraih oleh lulusan teknik lingkungan juga diulas di buku ini.

Intip yuk apa saja yang diulas di buku “Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan”

1. Sekilas Jurusan Teknik Lingkungan.
Belajar apa saja di Teknik Lingkungan?
Modalnya apa?
Termasuk Jurusan baru.
Makin diminati.
2. Belajar Apa di Teknik Lingkungan?
Mata kuliah.
Praktikum.
Skill penunjang.
3. Teknik Lingkungan Di Beberapa Perguruan Tinggi.
1. Institusi Teknologi Bandung (ITB).
2. Institusi Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya).
3. Universitas Andalas.
4. Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Trisakti.
5. Teknik Lingkungan Universitas Bakrie.
6. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro.
7. ……
Dan masih banyak lagi, beli dong bukunya.

Mengapa buku ini layak dikoleksi?

Siapa sih yang baca kata “teknik” udah mikir pasti banyak mahasiswa daripada mahasiswi, dih ribet pastinya masuk jurusan teknik, banyak itungannya. Eh, tapi kan penulis buku ini seorang wanita yang memang ahli di bidangnya. Memberikan sudut pandang yang berbeda dan menghapus paradigma jika jurusan teknik itu jurusan yang cowok banget.

Tak kenal maka tak sayang, awal bab memang bab “perkenalan” apalagi di awal bab ada sambutan rektor Institusi Teknologi Sepuluh Nopember :

Memang Teknik Lingkungan sendiri lahir karena adanya kesadaran yang semakin meningkat karena terjadinya dampak terhadap lingkungan, maupun langsung terhadap kesehatan manusia akibat proses pembangunan fisik yang dilakukan sebuah kota atau bahkan negara (halaman xiii).

Meskipun sambutannya panjang kali lebar, tapi membuat aku yang sangat awam terhadap Teknik Lingkungan paham apa garis besarnya ruang lingkup Teknik Lingkungan, setidaknya otakku memiliki “isi” sebelum lanjut membaca dari bab satu ke bab lainnya. Pelan – pelan aja sih baca bukunya, dipahami dulu prakata dan sambutan dari rektor, nanti bakalan ada gambaran tentang perkuliahan Teknik Lingkungan seperti apa.

Apa kelebihan buku ini?

Meskipun judulnya mengenai Jurusan Teknik Lingkungan, tapi bukan berarti buku ini seperti buku pelajaran dengan kalimat yang terlalu ilmiah. Kalau kamu pernah mengenyam ekstrakurikuler pramuka, tahu dong yang namanya buku saku, buku kecil praktis dibawa kemana – mana, seperti yang kamu lihat bentuk buku ini yang praktis, bisa menjadi “teman” saat hunting kampus impian, meskipun praktis dan dibawa kemana – mana ilmunya nggak “dangkal” seperti ulasan di Bab 2 tentang mata kuliah Jurusan Teknik Lingkungan, nggak hanya belajar di ruangan perkuliahan tetapi juga melakukan praktikum, dari penelitian air, udara hingga tanah, widiiih detail banget. Meskipun banyak mengulas tentang perkuliahan, penulis tidak serta merta menghilangkan “sentuhan” personalnya, seperti ada ulasan tentang skill penunjang, kemampuan lain yang harus dimiliki untuk memberikan nilai tambah. Nah, berbagai skill yang diulas akan amat sangat berguna ketika diterapkan saat lulus nanti, tahu sendiri dong persaingan antara SDM yang fresh graduate sangat ketat, jadi perlu ada nilai tambah dalam diri kita. Kelebihan lainnya, adanya ulasan tentang profil alumni Jurusan Teknik Lingkungan, biar nggak bingung saat lulus nanti mau kemana.

Hal mengasyikkan lainnya saat kuliah adalah ketika mengikuti mata kuliah Bangunan Air (sekarang mungkin sudah tidak ada MK tersebut). Waktu itu diminta dosen untuk mengambil foto jenis bangunan air, saya sampai jalan ke pelosok desa untuk mengambil foto jenis bangunan pengairan yang tidak ada di kota. – Dewi Dwirianti, Freelance Consultant bidang AMDAL – UKL UPL, Solid waste, management dan waste water design – (halaman 96).

Saat kuliah di TL, semua dijalani dengan take it easy tapi tetap serius. Pengalaman yang juga lucu adalah saat ujian open book tapi jawabannya tidak ada di buku, karena yang diharapkan adalah analisis kita terhadap permasalahan yang diberikan. – Wahyu Dwi Astuti, Integrity Engineer at Total E&P Indonesie – (halaman 99).

Tak ada gading yang tak retak, ada juga kekurangan dalam buku ini, dikit aja sih, hanya ada kata kedaerahan yang tidak dicetak miring, nggak merusak inti kalimat sih, ya kebetulan tertangkap dalam mataku. Di halaman 31, kata “mandeg”(dalam bahasa Indonesia, artinya berhenti) tidak dicetak miring.

Sudah terbuka lebar kan wawasannya tentang Jurusan Teknik Lingkungan, bisa juga melakukan diskusi dengan penulis tentang buku ini, karena penulis juga telah melakukan beberapa kali bedah buku, termasuk bedah buku di Teknik Lingkungan di ITS.

Semoga bermanfaat.

Makanya cari mantu yang jurusan teknik lingkungan. Lingkungan aja diperhatikan, apalagi kamu.. iya kamuuu… eaaak… (quotenya dari aku sendiri, huahahaha).

 

Editor: Indoblognet

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Tips for Taking Beautiful FLAT LAY PHOTOGRAPHY ❤
.
Flat lay photos are great for all kinds of subjects – books, planners, art, food, jewelry, etc!
.
The basic idea behind flay lay photography is simply taking a picture from straight up above with no angle at all. But naturally, there is more to it than that. Here’s THE TIPS for getting started, guys!! 😋
.
1⃣ USE NATURAL LIGHT
.
Brightly lit photos are almost always better than dark ones, and the flash on your camera ain’t gonna cut it. Find a window or simply go outside to get those delicious natural rays 😍
.
2⃣ PLAY WITH COLOR
.
Play around with color themes in your flat lay photo. It’s a great rule of thumb to have a general color theme for your whole feed for consistency
.
After all, you want your Instagram followers to be able to recognize your style in a second, don't you? 😁
.
3⃣ USE TEXTURE
.
Try different texture elements to add character to a flat lay photography. Fur, cloth, metal, glass, wood, stone…. there are tons of options! 😜
.
4⃣ UTILIZE PLANTS
.
If you have any small potted plants, they make for great flat lay photography props
.
5⃣ CREATE CONTRAST
.
The contrast can be with any element: colors, sizes, shapes, textures, lighting, etc
.
Mixing delicate props like acorns, crystals, and paperclips with bigger elements like plants, candles, and boxes can add tons of interest to flat lay photography 🙈
.
6⃣ ACHIEVE BALANCE
.
Try not to load lots of big items on only one side of the photo. Create balance by keeping the mass fairly equal throughout a page, okay!
.
7⃣ EDITING
.
Take a little time to edit your flat lay photos, you can really impress your Instagram followers with a polished feed 😎
.
Credit: littlecoffeefox.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top