Menulis Yuk

Re-Branding GIW, Langkah Strategis dalam Peningkatan Produktivitas KUKM

Saya mau tanya siapa di sini yang sudah mengenal SMESCO? Atau barangkali sesekali pernah bertandang kemari. SMESCO merupakan kepanjangan dari “Small and Medium Enterprises and Cooperatives“, atau KUKM yang merupakan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Nama gedungnya pun diberi nama sesuai dengan singkatannya yaitu SMESCO. Kalau saya secara pribadi pernah beberapa kali menginjakkan kaki ke sini dan itu pun bisa dihitung dengan jari. Dahulu kalau bukan karena ada acara khusus seperti job fair (bursa pencarian kerja) dan resepsi pernikahan di aula serbagunanya saya tidak mungkin sering mendatangi tempat ini.

Tahukah kalian tak jauh dari gedung tersebut ada sebuah tempat yang secara khusus memamerkan sekaligus memperjual belikan barang-barang kerajinan tangan (handycraft) dan dibuat dari beragam pengrajin dari seluruh nusantara. Untuk mengakomodir industri kreatif khususnya di bidang UMKM pada 11 Desember 2014 maka Galeri Indonesia Wow dibangun. Seperti diketahui bersama bahwa UMKM dinilai memiliki posisi yang strategis (strategic position). Dengan adanya kontribusi sebesar 56.92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau jika dirupiahkan setara dengan Rp.1.213,25 Triliun sudah jelas membuktikan peningkatan perekonomian bangsa sekaligus kesejahteraan masyarakat dimana telah menyerap sebanyak 97.3% lapangan kerja dan dipercaya tangguh dalam hantaman krisis dan lebih fleksibel serta dinilai mudah beradaptasi.

Serba – serbi Galeri Indonesia WOW

Galeri Indonesia Wow (GIW) adalah merupakan rebranding dari UKM Gallery sebagai tempat proses inkubasi pemasaran bagi pelaku KUKM. Fokus utama GIW adalah membantu KUKM untuk meningkatkan kualitas produksi, memperluas pasar, meningkatkan bisnis serta memberikan nilai tambah bagi produk-produknya agar lebih berdaya guna. GIW berlokasi di SME Tower Lantai Dasar, dengan target pengunjung adalah orang-orang muda (youth), perempuan (women) dan para pengguna internet (netizen).

Secara garis besar, GIW memiliki 5 fungsi di antaranya yaitu:

  1. Menyediakan workshop (lokakarya) bagi KUKM untuk melakukan ujicoba dan pembelajaran dalam proses pembuatan produk, desain, kemasan guna memperoleh added value (nilai tambah).
  2. Mempertemukan KUKM dengan desainer untuk memuluskan jalannya aktivitas promosi yang bisa menghadirkan target market (capaian pasar) melalui proses kreatif.
  3. Menyediakan tempat display untuk produk-produk KUKM yang sudah lolos proses kurasi serta produk tersebut, tentunya yang sudah memiliki hak cipta serta merek.
  4. Menyediakan ruang berkolaborasi yang dapat dipergunakan oleh KUKM untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan kantor pribadi.
  5. Menjadi tempat pertemuan bagi para investor private equity yang siap menjadi mitra atau bapak angkat KUKM anggota GIW.

Kini Kemenkop UKM perlahan-lahan berbenah dalam mengambil langkah untuk mengoptimalkan kesempatan pada pelaku industri kreatif UMKM agar lebih produktif dan menumbuhkan semangat untuk berwirausaha.  Tak usah jauh-jauh melalui konsep re-branding Galeri Indonesia Wow inilah yang mutlak diperlukan. Oleh sebab itulah Kemenkop UKM khusus mengundang rekan-rekan media (daring dan blogger) dalam balutan diskusi khas Forum Group of Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Strategi Peningkatan Produktivitas KUKM melalui Galeri Indonesia Wow yang diselenggarakan pada Jumat lalu (2/6).

Deskripsi: Moderator dan Para Narasumber sedang asik berbincang (dok. KEMENKOP UKM)

Hadir di tengah perbincangan beberapa narasumber ahli yang concern terhadap hal ini. Cak Samsul Hadi sebagai pengamat UKM sekaligus selaku Founder (Pendiri) FOKUS UMKM, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Ahmad Zabadi dan Ratih Puspitawati sebagai pelaku UKM yang produknya ikut dipajang dalam Galeri.

Cak Samsul menilai perlu adanya akselerasi (percepatan) peningkatan produktivitas dan daya saing untuk mewujudkan 1 juta UMKM Naik Kelas. Jika menilik Undang Undang No. 20 Tahun 2008 pelaku usaha mikro kecil, menengah dan besar dilihat sebatas pada seberapa besar jumlah omset dan asetnya saja. Kini UMKM harus selangkah lebih depan dan Naik Kelas.

Dalam kongres UMKM Yogyakarta yang digelar pada 25-26 Mei 2016 telah menghasilkan Piagam Yogyakarta Sapta Upaya dimana memperoleh Pilar-pilar UMKM untuk Akselerasi Kemandirian Bangsa. Dimana terdapat Butir Kelima yang isinya menggerakkan semua pilar UMKM guna akselerasi Gerakan UMKM Naik Kelas dengan indikator kinerja yang terukur.

Beberapa masalah utama UMKM Belum Naik Kelas adalah:

  1. Dukungan data dan informasi belum optimal dan kurang valid.
  2. Koordinasi antar Deputi dan Kementerian/ Lembaga kurang optimal.
  3. Sistem monev (monitoring dan evaluation) belum dilaksanakan secara optimal.
  4. Arah program dan kegiataan pemberdayaan UMKM kurang optimal.

Otonomi memberi ruang gerak yang cukup bagi daerah untuk berinovasi untuk mengembangkan program-program inovatif. Contoh – contoh daerah yang telah partisipasi aktif merespon program ini adalah provinsi Gorontalo 1000 UMKM Naik Kelas, Kota Surakarta ada sebanyak 1000 UMKM Naik Kelas dan Surabaya 50 UMKM Naik Kelas.

Samsul menambahkan beberapa rancangan dan kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan, seperti perlu adanya payung regulasi yang jelas yang mengatur tentang definisi, cakupan, penanggung jawab, keterlibatan beberapa pihak dan lain-lain. Grand Desain UMKM Naik Kelas 5 tahun ke depan perlu disusun. Dengan menyusun rencana aksi tahunan, memperkuat database UMKM Online yang mudah diperbaharui dan akurat. Menyelenggarakan penghargaan UMKM Naik Kelas secara rutin di pusat maupun daerah sebagai basis Laporan Kinerja dalam peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM.

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Ahmad Zabadi menyatakan mendukung program UKM Naik Kelas. Syaratnya UKM harus mengembangkan kualitas produk lebih baik. Terutama mengembangkan desain, branding, marketing, dan packaging, sehingga mereka bisa bersaing di pasar lokal dan mancanegara.

Selain itu, pihaknya juga membuat sertifikasi bagi UKM yang telah mengikuti program pelatihan bidang tertentu. Dengan memiliki sertifikat khusus peserta pelatihan bisa dengan mudah mengikuti berbagai ajang pameran program UKM di luar negeri.

Ratih Puspitawati, pelaku UKM dalam diskusi itu menambahkan gerakan UKM Naik Kelas penting untuk terus digencarkan. Sebab salah satu syarat untuk mengikuti pameran luar negeri mengharuskan pelaku UKM yang sudah terseleksi dengan baik. UKM Naik Kelas disebutnya sudah memiliki klasifikasi itu.

“Naik kelas penting banget seperti sekarang kalau kita mau pameran ke luar negeri harus punya ini dan itu. Kita sebagai UKM misalnya kita katakan kalau ini bisa gak, gak bisa karena itu regulasi,” tuturnya.

Dalam perjalanannya seperti pada tahun-tahun sebelumnya GIW juga menyelenggarakan event bertajuk “WOW Creativity Day 2016” dimana terdapat Marketeers Creativity Day yang merupakan arena bagi para pelaku UKM yang kreatif dan produktif untuk menunjukkan kompetensinya dalam mewujudkan berbagai produk unggulan dari berbagai industri, antara lain: fesyen, kuliner, musik, olahraga, fotografi, dan lain sebagainya yang akan dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan seperti musik, pagelaran busana, demo produk, model casting, dan demo memasak dan lain-lain.

Saat ini Kemenkop UKM turut mengikuti perkembangan zaman dengan terus berinovasi pada proses kreatif Galeri Indonesia Wow. Di lantai 2 terdapat tempat-tempat yang tematik untuk para pelaku KUKM berkreatifitas. Kemenkop UKM menyediakan beberapa konsep ruang agar dapat memanjakan para kreator lebih fokus dan produktif. Beberapa di antaranya baru diresmikan tahun ini.

  • Creative Stage, merupakan panggung kreatif bagi para pelaku KUKM dalam mempromosikan produknya kepada konsumen dan sebagai sarana penyelenggaraan event kreatif anak muda, perempuan dan netizen.
  • Currated Concept Store dan Pop-Up Store, merupakan tempat display produk KUKM hasil kurasi sekaligus sebagai strategi membangun merek produk.
  • Maker Space merupakan tempat praktek kerja (experiment lab) bagi para pelaku KUKM dalam proses pembuatan produk dan peningkatan kualitas produksi.
  • Co-Working Space, Galeri Indonesia WOW! menyediakan Co-Working Space, yang merupakan tempat pembelajaran dan pertemuan antar para pelaku KUKM (start-up business) sekaligus sebagai ruang kerja. Kami saat ini menawarkan free trial sepanjang bulan Mei, bagi teman-teman yang butuh tempat kerja saat ini kami memiliki kapasitas 35 seat dan free wifi.

Progran UMKM Naik Kelas (LUNAS: Layanan UMKM Naik Kelas) dapat dikunjungi di situs web www.umkmnaikkelas.com dan diakses melalui aplikasi Android.

.

SamNugrohoo

SamNugrohoo

Passionate in Blog. Social-media Enthusiast; Launching Events, Seminar & Workshops, Books released, Movie-premiere +other things. Content-creative Writer. Buzzer. Gadget-freaks. Movie-holic. Culinary Lover
SamNugrohoo

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Good morning, sahabat Indoblognet 😁 Jangan lupa siapkan amunisi (sarapan) terbaikmu pagi ini, supaya aktivitasmu kuat dan semangat 💪🏃
.
Guys, tau gak siiih, postingan yang mengandung unsur pertanyaan, lebih besar kemungkinannya untuk direspon dibandingkan postingan non question, lho 😄
.
Hihi, iya juga sih, kita seringkali "tergelitik" untuk ikut menjawab pertanyaan yang diajukan, ya 😂 Apalagi kalau pertanyaannya memang "mancing" banget 😅
.
Jadi, salah satu tips nih guys, kalau kamu pingin bikin postingan yang lebih direspon, buatlah postingan question posts 😉
.
#mbcommunication #indoblognet #morning #tuesday #instagram #instadaily #viral #followme #tips

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top