Inspirasi

Raymoe Sang Penebar Pesona

Raymoe termasuk seorang laki-laki yang sehat, ganteng, dan sudah hidup mapan. Dia sebenarnya mempunyai kemampuan yang cukup untuk menjadikan dirinya lebih menarik. Namun anehnya sangat jarang wanita yang mau mendekati, bertegur sapa atau chating di media sosial. Keadaan ini tentu saja mengusik harga dirinya sebagai seorang laki-laki karena dirinya merasa tak bisa bergaul secara layak. Dalam keadaan seperti itu ada loh laki-laki yang akhirnya menjadi pesimis, pemurung, dan nyaris putus asa. Namun tidak bagi Raymoe. Dia mengambil cermin dan berkaca, lantas duduk manis di sofa. Laki-laki berkumis itu mulai mengevaluasi diri untuk mengetahui apa gerangan penyebabnya.

Dari hasil nguping di sana-sini Raymoe mendapatkan masukan berharga. Sumber beritanya berklasifikasi layak dipercaya, sementara bobot beritanya mendapat skor 2 alias mengandung kebenaran. Beberapa wanita menyatakan bahwa Raymoe termasuk laki-laki yang tak mudah tersenyum dan sukar didekati. “Gantengnya sih ganteng tapi wajahnya itu loh..sangar bingits,” ujar Rokaya, seorang office girl yang tiap hari bertugas mengantar teh dan snack untuk si bos. “Pernah patah hati kalee,” sahut Rikmo Sadepo sohib karibmya.

Tak ayal Raymoe akhirnya sibuk mencari penyebab mengapa bibirnya sukar diajak tersenyum. Bukan hanya itu, laki-laki penggemar nasi goreng ini merasa masih ada beberapa hal lagi dari dirinya yang perlu diperbaiki. “Saya harus melakukan self improvement agar mereka bisa menerima, menghargai, menyukai, dan syukur-syukur jika bisa mencintai saya,” gumamnya. Niat dan tekad eksekutif muda ini bukan hanya berhenti di bibir belaka. Kepala Personalia sebuah perusahaan besar yang dianggap sebagai ‘malaikat pencabut nyawa’ itu melakukan kegiatan pengembangan diri dengan sungguh-sungguh. Tak sampai setahun, laki-laki jomblo itu sudah tampil beda. Kini cukup banyak wanita yang dibuatnya ternganga karena terpesona. “Ck..ck..ck…Pak Raymoe sekarang memang beda, pesonanya benar-benar terstruktur, masif, dan sistematis,” bisik Tutun Zaitun, sekretaris  yang suka menirukan ucapan para politisi.

Berkat mengikuti kursus kepribadian yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan terkenal, Raymoe berhasil mengupgrade diri dengan memanfaatkan senjata rahasia yang diperoleh selama “berguru’ 3 bulan. Tentu saja dia juga membackup usahanya itu dengan meningkatkan kualitas ibadahnya.

Inilah 7 senjata rahasia Raymoe yang menyebabkan dirinya tampil beda.

1. Senyuman

Senyuman, tampaknya sederhana dan seolah kurang bermakna. Padahal sesungguhnya tersenyum pada saat dan ukuran yang tepat bisa mencerahkan jiwa, memperkuat raga. Orang lain bisa merasa lebih baik dan nyaman karena sebuah senyuman. Mereka menyadari bahwa selalu ada seseorang di suatu tempat yang menghargai siapa mereka. Senyum sederhana akan mengirimkan pesan yang tepat dan dapat membawa perubahan yang paling diinginkan dalam hidup seseorang. Itulah sebabnya wajah Raymoe yang semula dinilai sangar kini bisa berubah menjadi wajah yang penuh keramahtamahan. Menebarkan senyuman  usai memberi atau menjawab salam membuat dunia ikut tersenyum.

 2. Uluran Tangan

Tak ada orang yang bisa mandiri secara penuh sepanjang hidupnya. Pada suatu saat orang memerlukan bantuan dari orang lain. Bantuan tersebut belum tentu berupa uang atau materi. Bisa saja orang ini memerlukan bantuan emosional. Jika yang diperlukan adalah bantuan berbentuk materi maka orang lain bisa membantu sesuai kemampuannya. Jika itu adalah bantuan emosional, kita bisa membantu menyarankan alternatifnya atau membantu menunjukkan ke mana dia harus mengikuti sesi konseling. Raymoe akhirnya menyadari bahwa kehadirannya membuat orang lain merasa tak sendirian. Ada orang-orang yang peduli dan mengulurkan tangannya.

3.  Pengertian

Percaya atau tidak, seseorang selalu merasa menjadi lebih baik ketika dia menyadari bahwa setidaknya ada orang lain yang dapat memahami apa yang mereka alami atau katakan. Pengetahuan sederhana itu membuat Raymoe berusaha menempatkan diri jika dia berada dalam situasi seperti yang dihadapi oleh orang lain. Dulu Raymoe tidak mau tahu alasan anak buahnya terlambat masuk kantor. Dengan gaya cuek-bebeknya dia berkata: “Kamu kan tahu, Indonesia hanya terdiri dari dua musim yaitu musim hujan dan kemarau. Jika pada musim hujan kamu terlambat masuk kantor itu berarti selama 6 bulan kamu melakukan pelanggaran.” Kini ucapan arogan seperti itu sudah tak terdengar lagi. Jika stafnya mengeluh, Raymoe berusaha memahaminya dan memberikan beberapa alternatif solusi. Dia juga sering mengajak mereka berdiskusi dan saling berbagi. Dengan cara itu maka anggota bawahannya menjadi merasa lega dan berhasil move on.

4. Pendengaran

Joko merasa mangkel ketika dengan cuek-bebeknya Raymoe memotong pembicaraan. “Ah sudahlah, pasti urusan pekerjaanmu kan. Sori saya lagi sibuk banget nih.” Raymoe sama sekali tidak menyadari bahwa seseorang akan merasa lebih baik jika ada orang yang siap dan bersedia mendengarkan pembicaraannya. Bahkan walaupun kita tak memberikan pendapat apapun atas situasi yang dihadapi atau memberikan saran pemecahannya. Mereka hanya ingin didengarkan.

Itu terjadi sebelum Raymoe melakukan self improvement. Kini dia sudah menjadi pendengar yang baik dengan tak sering melakukan interupsi jika ada karyawan atau sahabatnya yang sedang berbicara. Perilakunya yang baru ini telah mengubah kesan sahabat dan karyawannya bahwa Raymoe kini telah mau membuka telinganya. Anggukan-anggukan kepalanya sudah merupakan sinyal yang cukup kuat bahwa dirinya sedang mendengarkan pembicaraan mereka.

5. Pujian 

Pada masa lalu Raymoe termasuk laki-laki yang acuh tak acuh terhadap apa yang dilihat, didengar, dialami, dan yang terjadi di sekelilingnya. Jika anak buahnya menunjukkan prestasi, maka hal itu dianggapnya sebagai hal yang wajar dan biasa. Gaya dan dandanan sahabatnya juga tak pernah mengusik hatinya. Sekarang semuanya sudah berubah. “Nah, jika rambutmu ditata seperti itu kamu tampak lebih segar, Nin,” kata Raymoe mengomentari rambut Nina yang dipotong ala Demi Moore. Pujian itu membuat Nina ternganga. Buru-buru cewek lajang itu ngacir menemui sahabatnya dan menyampaikan kabar gembira tersebut. Saya juga suka memberi sedikit sentuhan kepada kasir di toko buku yang sedang sibuk dan tampak tak ramah. “Bandomu pas sekali dengan pakaian seragammu, Nduk.” Mendengar pujian itu wajahnya berubah.”Terima kasih, Pak,” sahutnya dengan wajah lebih renyah sumringah.

6. Penghargaan

“Saya akan berterima kasih dan sangat menghargai jika Selfie mau meluangkan waktu sekitar dua jam untuk membantu membuatkan slide untuk presentasiku besok.” Selfie yang biasanya pulang tepat waktu merasa heran dan terkejut. Sambil tersenyum manis Selfie menjawab dengan takzim.”Tentu, Bapak.”

Tampaknya Raymoe yang biasanya langsung berteriak: “Selfie, jangan pulang dulu!” sudah mengubah tabiatnya. Raymoe memahami bahwa penghargaan terhadap orang-orang di sekitarnya sungguh sangat penting.  Dia juga ingat pesan orangtuanya agar selalu jaga hati dan lisan di manapun berada. Raymoe menyadari benar bahwa atasan, kolega, dan bawahan sama-sama mempunyai  pengaruh terhadap kesuksesan atau kegagalan karirnya. Loyalitas timbal balik yang positif wajib dilaksanakan di semua lini. Penghargaan tak harus selalu berupa piagam, uang atau barang. Sebuah tepukan di pundak bawahan disertai ucapan terima kasih yang tulus bisa membuat mereka bersemangat karena merasa ‘diuwongke’ atau dimanusiakan.

7. Kepedulian

Raymoe berkesimpulan bahwa menjamin orang lain menikmati hidup dan kehidupannya merupakan salah satu bentuk kepedulian. Termasuk juga mereka yang menjamin bahwa kehidupan pribadi dan tindakannya tidak merugikan orang lain. Raymoe tak lagi menyukai ucapan dan tingkah lakunya yang dulu sering melukai hati orang lain. Kini dia lebih peduli dan menunjukkan simpatinya ketika melihat orang lain menghadapi permasalahan. Raymoe hampir selalu bersama anak buah dan sahabatnya saat melalui masa-masa sulit dan berusaha membuat mereka lebih nyaman. Dia lebih sering mengedepankan caring and sharing daripada sikap selfish-nya. Gayanya yang sok pejabat sudah ditinggalkan. Jika dulu Raymoe memanggil nama anak buahnya hanya dengan kata anu, si itu, atau pegawai itu, kini telah berubah total. Raymoe bukan saja sudah banyak hafal nama stafnya tetapi juga sering menanyakan kabar keluarga bawahannya. “Pagi juga Arif, bagaimana kabar anakmu yang kemarin ikut ajang pencarian bakat?”  Ah, sapaan yang begitu menyejukkan.

Tebar pesona yang dilakukan untuk kemaslahatan bersama tentu tak harus dicurigai. Ketulusan dan keikhlasan penebarnya akan membuktikan apakah tebar pesona itu hanya sebagai pencitraan atau bukan.

 

*Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Mitra Blogger dan Netizen Gorontalo, kalian keren ya ! Terima kasih atas dukungannya untuk @klink_indonesia_official. 
Semoga makin sering diadakan event-event di sana. Netizennya semangat untuk belajar  dan berkembang. 
Proud...proud of you guys !! #bloggergorontalo #mbcommunication #klinksolusihidupmu #Klinkmember15olusi #indoblognet #kkidsomegaGorontalo

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top