Indo Blog Net

Agama

Ramadhan Segera Tiba, Yuk Berstrategi Mempersiapkan Puasa Si Kecil !

Tak terasa bulan mulia Ramadhan telah di depan mata. Awal Juni 2016 (sekitar tanggal 6 Juni) diperkirakan adalah 1 Ramadhan yang artinya umat muslim diwajibkan menunaikan puasa Ramadhan sebulan penuh. Kewajiban tersebut harus ditunaikan umat muslim baik pria maupun wanita yang telah akil baligh, sehat jiwa raganya dan mampu membedakan yang baik dengan yang buruk. Apakah anak-anak perlu berpuasa? Jawab saya : ya. Kalau melihat Rafif dulu dan Radit sekarang belajar puasa satu hari penuh saya kok jadi malu. Sebab saya mulai belajar puasa pas duduk di kelas tiga SD sedang Rafif dan Raditya belajar berpuasa di usia 6 – 7 tahun hehehe.
Mengapa anak-anak perlu belajar berpuasa? sebab segala sesuatu diperoleh dengan proses belajar. Membaca, berhitung, bersepeda hanya dapat dilaksanakan  benar dengan cara belajar. Demikian pula halnya berpuasa. Namun perlu diingat bahwa pembelajaran adalah tentang cara mengkondisikan diri sehingga tidak dapat dipaksakan sedemikian rupa. Seperti saya misalnya, sudah mengakui baru belajar berpuasa di kelas 3 SD sungguh t-e-r-l-a-l-u jika memaksa anak-anak saya berpuasa sehari penuh di usia 4 tahun (kecuali jika mereka memiliki kesadaran untuk melakukannya sendiri tanpa paksaan).
Sekedar berbagi tips mengajarkan anak berpuasa Ramadhan :
1. Berikan contoh, bukan instruksi.
Selama ini saya biasa menjalankan puasa sunnah Senin-Kamis dan hari-hari khusus seperti Tasyua dan Asyura, Puasa Arafah dan Puasa Syawal. Selain tentunya berharap pahala dan ampunan dosa dari Sang Maha Kuasa,  juga untuk persiapan fisik saat Ramadhan dan sekaligus memberikan teladan pada anak-anak.
Sunnah Rasul,  beliau selalu membiasakan diri berpuasa sunnah dan memperbanyak puasa sunnah tersebut di bulan Rajab dan Sya’ban. Memang anak -anak belum terbiasa berpuasa sunnah, namun melihat tata cara berpuasa sedikit banyak membantu mereka tidak kaget saat berpuasa Ramadhan. Jika menganjurkan berpuasa sunnah untuk anak-anak dianggap “terlalu berat” setidaknya mereka belajar tentang pentingnya belajar berpuasa ketika melihat orang tuanya terbiasa berpuasa sunnah.
2. Bertahap.
Rafi dan Raditya tidak serta merta berpuasa sebulan penuh. Di usia lima tahun, saat 15 hari pertama di bulan Ramadhan, saya membiasakan mereka berpuasa hingga dhuhur dahulu kemudian membebaskan tak lagi berpuasa. Setengah bulan sisanya mereka harus belajar melanjutkan berpuasa dari dhuhur hingga Maghrib. Jadi berbuka dua kali saat adzan Dhuhur dan Maghrib.
3. Mencarikan kesibukan. Bukan hanya anak kecil, orang dewasa yang tidak terbiasa berpuasa sunnah mungkin kaget saat Ramadhan. Badan lemas, lapar, haus di awal-awal Ramadhan. Untuk menghibur mereka, orang tua  harus pandai-pandai juga, seperti mencarikan kesibukan sembari menanti waktu berbuka, misal bermain game, mewarnai atau nonton DVD film anak-anak dan perjuangan sahabat Nabi.
4. Jadwal sahur yang teratur. Sebisa mungkin selalu mengakhirkan waktu sahur dengan waktu yang tepat. Jangan sampai kelewatan trus ngga sahur deh, kasihan anak-anak. Biasanya kalau tidak sahur orang dewasa tetap wajib berpuasa, nah kalau anak-anak mungkin tidak berpuasa karena memang belum wajib. Tetapi membiarkan mereka tidak berpuasa dengan alasan tidak sahur sama halnya dengan memulai pembelajaran puasanya dari nol lagi dong.
5. Siapkan menu berbuka dan sahur sesuai selera mereka.
Orang dewasa sih mungkin nggak rewel masalah menu. Tapi jangan paksa anak-anak mengikuti kemauan orang tua. Sekali-sekali dengarlah aspirasi mereka ingin berbuka dengan menu sesuai seleranya. Tetapi tetap pantau nutrisinya, setidaknya harus cukup mengandung air agar tidak mengalami dehidrasi.
Kadang-kadang di akhir pekan kami sekeluarga memilih berbuka puasa di masjid raya seperti Masjid Al Akbar Surabaya. Menikmati suasana menjelang berbuka puasa di masjid-masjid raya sangat menyenangkan. Sekitar setengah jam sebelum jam berbuka kita bisa mendengarkan ceramah agama. Sambil menunggu ceramah bisa jalan-jalan di pasar kaget sekitar masjid berbelanja cemilan atau kudapan untuk berbuka, syukur-syukur bisa menemukan menu camilan untuk pengisi perut ba’da tarawih dan makan sahur nantinya.
6. Biarkan anak-anak beristirahat dengan cukup. “Tidur adalah ibadah” adalah kata mutiara favorit ketika Ramadhan tiba. Apalagi untuk anak-anak biarkanlah mereka tidur siang cukup daripada rewel sepanjang hari menanti berbuka atau bermain di luar rumah di bawah terik cuaca. Asalkan mereka tidak mengabaikan kewajiban sholat lima waktu dan mengaji.
Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar membawa berkah bagi kita semua 🙂 Berharap bulan mulia mampu menjadikan kita menjadi insan lebih mulia dan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya  aamiin ya rabbal alamiin.

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • How to build self discipline and break BAD HABITS 💪
.
We all have bad habits which takes our mind and energy off from most important task to least important
.
If you want to break bad habits, you need to be determined to build self discipline, Guys! 😉
.
1. Think about your bad habits
.
If you really want to build self discipline and break your bad habits, you need to REALISE that you have bad habits. Make a list of your bad habits 😜
.
2. Ask your friends about your bad habits
.
Ask your true friends and they will definitely give you a list. Your friends know a lot about yourself. And they will give you a  true picture of your self
.
Make a LIST what they tell you about you and analyse them
.
3. Analyse them for the triggers
.
When you know the TRIGGER, It becomes  easy to figure out that your bad habit will come in your way 😁
.
4. How much you need to do to break them
.
When you know your bad habits and the triggers, you will figure out what you need TO DO to break that habit
.
Calculate how much you will need to push yourself to change that habit
.
5. What you will become after you break bad habits
.
Try to THINK about what you can achieve by breaking that habit 🤔
.
6. Be crystal clear about why you want to break bad habits
.
Be very specific about your GOAL and why you want to accomplish that. Think about the rewards you will get
.
7. Don’t stress too much but take action
.
Go slow on yourself, okaaay! 😅 Because little changes daily makes big difference at the end of the year 😍
.
Credit: aimingthedreams.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top