Entrepreneur

Raih Sukses Usaha Anda dengan Berdigital

Bersyukurlah kita yang hidup di era digital. Menjadi wirausaha di zaman ini sungguh berbeda dengan berpuluh tahun lalu. Kehadiran website membantu wirausaha memajukan bisnisnya.

Siang itu Galeri Indonesia Wow terlihat ramai, tak seperti biasanya. Mahasiswa, blogger, dan masyarakat menempati kursi yang disediakan. ‘Sudahkah Anda Berdigital di Era Ini’ menjadi tema diskusi pada hari kedua penyelenggaraan Digipreneurday. Acara yang berlangsung pada 20 April 2016 itu terselenggara berkat kerjasama SMESCO dengan MB Communication. Digital practitioner Andi Silalahi membuka diskusi dengan pertanyaan, ‘Siapa di sini yang sudah memposisikan diri sebagai digitalpreneur?’. Hanya beberapa orang yang mengangkat tangan.

Pertanyaan berikutnya, ‘Siapa yang sudah mulai berdigital, entah di sosial media atau blog?’. Hampir semuanya mengangkat tangan. Andi menyampaikan, semua orang  bisa menjadi digitalpreneur. Apalagi warga Jakarta sudah akrab dengan dunia digital melalui pemanfaatan  aplikasi Gojek atau Grab. Data menunjukkan produk yang paling banyak dibeli orang secara online adalah apparel sebanyak 67,1% diikuti sepatu (20,2%), tas (20%), hingga buku (1,8%). “Kita hidup di era serba digital. Banyak hal yang bisa dilakukan dalam berdigital, seperti berkomunikasi dengan pihak lain sampai membangun usaha,” kata Andi, Winner of Google Award Southeast Asia 2010 for UKM.

Andi kembali bertanya, ‘siapa di sini saat membeli pakaian riset online tapi purchase offline, kenapa tidak langsung beli online?’ Seorang peserta diskusi menjawab, supaya tahu perbandingan harga, model, dan warna. ‘Menapa orang beli online tapi bayar offline?’ Peserta lain berpendapat, takut penipuan. Andi mencontohkan, masyarakat di negara maju  seperti Korea, Australia, atau Amerika belanja menggunakan smartphone saat antri. Selanjutnya produk itu tiba bersamaan dengannya yang  tiba di rumah. “Mungkin beberapa tahun mendatang Indonesia  akan seperti itu,” tutur Andi, peraih Digital Marketing Leadership Award 2012.

Saat ini hidup menjadi mudah dengan berdigital.  Fakta ecommerce di Indonesia menunjukkan  ada 15,7 juta buyer potensial dengan perolehan nilai transaksi sebesar 20 miliar. Dari jumlah sebesar itu, untuk online shoppernya sebanyak 7,2 juta. Rata-rata mereka 62 % melakukan riset online dulu sebelum membeli. Tetapi ketika membeli, dilakukan secara offline” Andi Silalahi

Butuh proses meningkatkan purchase behavior dari sisi online. Dari 57,7 juta total Small Medium Business (SMB) termasuk UKM di Indonesia,  hanya 10% yang berdigital. Entah itu memiliki website, social media, atau menggunakan internet untuk meningkatkan bisnis. “Hari ini Anda tidak harus menjadi pengusaha untuk berdigital. Sebelum menjadi digitalpreneur, dimulai dengan berdigital,” ujar Andi.

Dari 55 juta UKM  di Indonesia, 58% menyumbang ke GDP sementara  90%  meningkatkan lapangan pekerjaan. Keunikan lain dari Indonesia adalah social media yang dijadikan tempat berjualan. Padahal seharusnya tidak. Sementara di Filipina penjualan lebih banyak dilakukan di marketplace atau website. Website yang diibaratkan sebuah rumah harus lebih diutamakan. Berbeda dengan  social media yang lebih dinamis. Andi memberikan ilustrasi, foto yang Anda upload di social media dua minggu kemudian akan sulit ditrack. Namun Anda bisa membuat online catalog atau kategori  produk di website. Maka website harus dibangun terlebih dahulu.

Pentingnya Website

Andi menjelaskan, jika ingin mengikuti behaviour masyarakat Indonesia silakan dimulai dengan social media yang diandaikan sebagai  pintu masuk menuju website. Ada dua  pilar yang harus dibangun di dalam website, yaitu content dan komunitas. Misalnya, Anda menjual  makanan untuk bayi enam bulan. Maka target Anda adalah ibu-ibu hamil. Anda harus pergi ke komunitas ibu-ibu hamil. Produk harus diupdate secara berkala. Kelemahan para pebisnis adalah tidak punya website atau memiliki website tanpa content dan  komunitas. Di Jepang pebisnis dari awal telah menetapkan kontennya secara kontinu. Melalui website Anda bisa menjangkau pelanggan selama 7 hari seminggu atau 24 jam sehari. Bahkan melalui google, seorang pengrajin di Yogyakarta misalnya bisa menargetkan market di Rusia. Atau  seorang ibu rumah tangga  tidak perlu meninggalkan rumah untuk membuka toko kue.

Banyak cara berdigital. Bila belum percaya diri, bisa  bekerjasama dengan marketplace. Kalau Anda mempromosikan produk  di marketplace, Anda harus memiliki website untuk mendatangkan traffic. Website tidak terbatas dimiliki perusahaan, Anda pun bisa memanfaatkannya untuk mempromosikan diri. Semakin cepat membuat website, semakin mudah dioptimasi oleh Google. Andi melihat website tak ubahnya tanah. Harga tanah  di Cibubur 20 tahun lalu Rp 200 ribu per meter, saat ini harganya  Rp 20 juta per meter. Alasan pebisnis UKM belum punya website, diantaranya  tidak mengerti, mahal, sampai tidak ada uang. “Survei yang saya dapatkan,  harga pembuatan website untuk small company sebesar Rp 10 juta, medium company (Rp 50 juta), dan large company (di atas Rp 100 juta),” ujar Andi, Consultant&SMO for bDigital Asia.

Bdigital menawarkan solusi agar usaha kecil menengah (UKM) dapat berkembang secara online, melalui pembuatan website, marketing online, hingga social media. Kini biaya pembuatan website sangat terjangkau dengan bDigital. Selain itu bDigital akan membantu menjadikan pengunjung website Anda menjadi pelanggan potensial. Tak kalah penting, membangun interaksi dua arah dengan pelanggan Anda dan membuat usaha Anda mudah ditemukan melalui Google Bisnisku. Berikut paket berlangganan, biaya pembuatan website, dan biaya pembuatan marketing online. Tentunya disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda. Info lebih lanjut bisa mengetahuinya di http://www.bdigital.id/.

Biaya tahunan berlangganan website yang terjangkau

Biaya tahunan berlangganan website yang terjangkau

Biaya pembuatan website yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda

Biaya pembuatan website yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda

Kembangkan usaha Anda dengan marketing online

Kembangkan usaha Anda dengan marketing online

Potensi

UKM Business Owner caristyle.co.id Andi Wiryawan menjelaskan potensi bisnis UKM dalam berdigital cukup bagus. Pasalnya Indonesia sedang berkembang pesat dan belum mencapai potensi maksimalnya. Mereka yang memiliki karya bagus disarankan menjadikan usahanya online. Sebab potensi penjualan online sangat tinggi. Tidak perlu punya toko, kita bisa menjangkau seluruh Indonesia. Sementara itu Direktur Bisnis dan Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Bagus Rahman menyampaikan,  pengguna internet di Indonesia lebih dari 100 juta. Kalau penduduk Indonesia sebesar 250 juta, artinya 40% penduduk Indonesia merupakan pengguna internet.

Potensi pasar untuk orang Indonesia yang mengakses internet cukup besar. Setiap tahun kenaikannya signifikan. Dari 57 juta UKM,  99,9% merupakan  usaha mikro. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008, usaha mikro memiliki  aset Rp 50 juta dan omset maksimal Rp 300 juta. Aset usaha  kecil Rp 50 juta-Rp 500 juta dengan omset Rp 300 juta-Rp 2,5 miliar. Aset usaha menengah Rp 2,5 miliar-Rp 10 miliar dengan omset Rp 2,5 miliar-Rp 50 miliar. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu menjadi perhatian pemerintah untuk  mengurus UMKM. “Dari 36 kementerian/lembaga ada 23  yang mengurus UMKM, salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Bagus.

SMESCO berperan sebagai pelayanan umum di bidang promosi dan pemasaran. Pada Oktober 2015 dilangsungkan soft launching Galeri Indonesia Wow yang awalnya bernama UKM Gallery. Di Galeri Indonesia Wow tersedia  display produk. Selain itu sering diadakan talkshow. SMESCO sebagai implementing agency mengajak semua UKM masuk ke era digital. Galeri Indonesia Wow dibangun dengan tujuan UKM memiliki produk dengan  kualitas ekspor. Untuk itu disediakan fasilitas makers space untuk pembuatan produk, coworking space, sampai investor meeting point. Selain itu diadakan temu Mitra UKM setiap bulannya hingga  program capacity building. “Sudah ada visi UKM masuk ke digital,” tutur Bagus.

Andi memaparkan, beberapa hari yang lalu sales di kantornya  memprospek UMKM. Ternyata UMKM itu tidak memiliki email. Hal dasar yang harus dimiliki digitalpreneur. Selanjutnya sales mengedukasi UMKM itu mengenai pembuatan email. Usaha mikro dapat mengalokasikan Rp 1 juta dari asetnya untuk memiliki website. Di era ini UMKM di Indonesia sangat dimanjakan. Co-Founder bdigital.id Jose Ricardo Santos menyampaikan kini menjual itu simple, tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk go online. Terlebih internet dapat diakses melalui smartphone dengan biaya yang murah. “Peran pemerintah  luar biasa dalam membantu UMKM,” kata Ricardo.

Menurut Wiryawan, aset yang wajib dimiliki seorang digitalpreneur adalah website. Karena ada katalog produk yang rapi dibandingkan posting di social media yang bisa  tertimpa dengan yang lain. Tak hanya itu, website juga dapat dilengkapi email dan livechat. Melalui livechat, orang  lebih mudah  berinteraksi tanpa menunggu waktu lama dan gratis. Wiryawan juga menyinggung aset foto. Foto harus dibuat semenarik mungkin. “Sehingga ada keinginan membeli tanpa menyentuh produk,” kata Wiryawan.

Bagus memandang SMESCO adalah rumah bagi koperasi dan UMKM. Salah satu aset adalah menjadi mitra SMESCO melalui www.smescotrade.com,  situs belanja online milik LLP-KUKM Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Situs tersebut menjual produk-produk KUKM yang berkualitas dari seluruh provinsi di Indonesia. Belanja dapat dilakukan kapan pun dan  dimana pun. Ada  sembilan lantai untuk display produk dengan 54 ribu item dari 1.600 UKM. “SMESCO membantu,  memberikan jalan. Jangan sampai UKM  tidak naik ke usaha menengah. Salah satunya melalui online,” ujar Bagus.

Ricardo melihat website sebagai sarana  membangun kredibilitas atau kepercayaan. Dengan demikian orang bisa cek produk, cek testimoni, atau membandingkan harga sampai dia  membeli. Andi menjelaskan, sembilan tahun yang lalu orang tidak mau belanja online karena fraud (penipuan). Namun tiga tahun terakhir angkanya turun sebanyak 55%. Di Indonesia tidak ada jaminan dari lembaga keuangan. Kalau terjadi fraud, ditanggung oleh pebisnis, bukan  lembaga keuangan. Jika ingin meningkatkan riset online purchase online, website  harus berpartner dengan marketplace. “Karena marketplace  punya online payment yang sangat reliable” kata Andi.

Sehubungan dengan pertanyaan seorang peserta mengenai cara menjadi  mitra SMESCO, Bagus menyampaikan UKM cukup membawa produk ke SMESCO di lantai 5 atau lantai 1, kantor penerimaan produk. Selanjutnya mengisi form untuk menjadi mitra. Bagus menegaskan, tidak dikenakan biaya. Tentunya produk akan dikurasi. Misalnya makanan apakah sudah memiliki ijin pangan industri rumah tangga atau belum. Kalau belum, UKM bisa mengikuti training mengenai pembuatan ijin PIRT. Masyarakat juga bisa mengetahui informasi mengenai event SMESCO di www.smescoindonesia.com.

Memudahkan

Wiryawan menyampaikan, berbeda dengan 10 tahun lalu saat ia memulai bisnis online, saat ini sangat dimudahkan dalam mendapatkan customer. Wiryawan memberi saran kepada UKM untuk memiliki website. Ketika ecommerce itu bangkrut atau kabur dari Indonesia, customer masih bisa melihat produk melalui katalog di website. Selain itu UKM harus memiliki  social media untuk menciptakan interaksi. Sebab  Google lebih suka dengan website yang hidup. Ketika posting di social media, akan ada traffic  ke website. “Jika ada budget lebih coba beriklan di Facebook,” tutur Wiryawan.

CariStyle adalah ecommerce online shop produsen pertama di Indonesia tanpa stock. CariStyle memberikan pengalaman belanja online bagi pelanggan untuk mengubah bahan, warna, dan ukuran dengan pilihan desain yang menarik dan harga terjangkau. Selain itu CariStyle merupakan marketplace untuk fashion designer yang ingin bekerja tanpa modal dan proses produksi yang rumit. Wiryawan mengajak para mahasiswa yang hadir untuk submit ide ke CariStyle. Selanjutnya disaring oleh bagian quality control. Kemudian  diproduksi dan dijual di website fashion designer itu atau ecommerce lain. Tersedia  255 warna pakaian dengan size dan material beragam. “Intinya, jangan beli produk luar negeri melulu, belilah produk Indonesia,” kata Wiryawan.

Peserta dengan pertanyaan terbaik berfoto bersama para pembicara

Peserta dengan pertanyaan terbaik berfoto bersama para pembicara

Menjawab pertanyaan peserta mengenai perbedaan menjual produk di website berbayar dan gratisan, Andi menjawab website berbayar memunculkan  trust builder. Kalau Anda hari ini punya blog, baiklah punya website. Kalau Anda belum punya social media, baiklah punya social media. Jika Anda memperkaya content di Facebook, Anda memperkaya  pemilik Facebook. Jika Anda memperkaya content website artinya memperkaya digital asset Anda. Tentunya akan berpengaruh ke traffic. Semakin banyak content di website, indeks website Anda di Google semakin naik. “Apa yang Anda optimasi di tahun ini akan diterima setahun kemudian. Jika social media Anda ramai di tahun ini, hal itu  tidak akan didapatkan di tahun depan,” ujar Andi.

Andi menyampaikan awal memulai sebagai wirausaha mau tidak mau berinvestasi untuk business coaching. Dahulu ia  anti dengan hal itu. Ternyata tujuan coaching itu adalah menyiapkan diri sebagai pemimpin perusahaan dan pengembangan bisnis dari segi personal development. Pemerintah juga menyediakan training  gratis. Ricardo menambahkan, bDigital mengadakan training setiap minggu. Free. Andi  memotivasi peserta, jika yakin produknya prospektif lima atau sepuluh tahun ke depan bisa mendatangi angel investor. “Setelah mengikuti business coaching saya mampu menjadi CEO di 2-3 perusahaan,” kata Andi.

Di akhir diskusi, Bagus mengajak peserta untuk mencintai, memiliki, dan menggunakan produk dalam negeri. Selama ini produk UKM digambarkan  murahan, tidak bagus, atau tidak rapi. Produk yang didisplay  di Galeri Indonesia Wow mampu menunjukkan bahwa  produk UKM Indonesia sangat bagus dan berpotensi ekspor. Siapa lagi yang bisa menghargai produk UKM Indonesia kalau bukan warganya sendiri. Galeri Indonesia Wow hadir untuk menciptakan wirausaha kreatif dan produktif. “Saya sudah keliling Galeri Indonesia Wow. Produk Indonesia sudah pasti bagus dan bDigital bergandengan tangan untuk menjualnya ke semakin banyak orang,” ujar Ricardo.

 

Editor: Indoblognet

 

 

Ignasia

Saya Ignas, hobi membaca dan menulis. Bagi saya, setiap hari adalah kesempatan baru untuk mempelajari hal-hal menarik.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Happy beautiful Sunday, everyone 😍 Ngaku nih, siapa yang pagi ini udah nontonin videooo? Hihi 😆😄
.
Tau gak sih guys, Penelitian Nielsen Consumer Media View 2017, menunjukkan bahwa minat menonton video online terus meningkat, lho. Penetrasi internet kian meroket sehingga perilaku penggunanya juga bergeser, deh 😀
.
Berdasarkan survey Nielsen Cross-Platform 2017, terjadi peningkatan akses internet hampir di semua tempat. Akses internet meningkat di kendaraan umum sebesar 53 persen, kafe atau restoran 51 persen, bahkan di lokasi konser juga bertambah 24 persen dibandingkan dua tahun lalu 😎
.
Data juga menunjukkan frekuensi menonton konten video melalui internet meningkat hampir di semua usia. Saat ini Youtube masih menjadi raja sebagai penyedia konten video online. Selain mengonsumsi online video sebagai hiburan, konsumen juga cenderung mencari berita online video di beberapa laman media massa 📰
.
Sumber: m.republika.co.id
.
#indoblognet #mbcommunication #sundayfunday #weekend #onlinevideo #survey #content #internet #youtube

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top