Kesehatan

Psikosomatis Mencari Orang yang Tertutup dan Tidak Bisa Berbagi Perasaan

Beberapa waktu lalu seorang teman saya sempat mengeluhkan kondisi ibunda tercinta yang telah memasuki usia lanjut. Sang ibu selalu mengeluh badannya merasa tak nyaman, kurang fit dan berbagai keluhan lainnya. Padahal jika dilakukan general check up hasilnya cukup bagus, tidak ada penyakit yang serius. Demikian pula ketika diperiksa secara medis, dokter tidak dapat mendiagnosa penyakit tertentu. Santet? Ups bukan, meski masalah santet alias penyakit non medis diyakini ada di dunia dan dapat diderita siapa saja namun ibunda sahabat saya ini tampaknya lebih mirip sedang menderita penyakit Psikosomatis.

Definisi Psikosomatis dan Gejalanya

Mengelola emosi adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan mengatasi penyakit psikosomatis. Psikosomatis adalah gangguan kejiwaan, suatu kondisi psikologis dan emosional yang menimbulkan keluhan-keluhan dan gangguan fisik. Kondisi psikologis tersebut biasanya berupa kecemasan berlebihan, takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat dicintai.

Ciri utama psikosomatis adalah sang pasien mengeluh kondisi kesehatan namun tidak ditemukan gangguan jika dilakukan pemeriksaan medis. Gangguan kesehatan yang diderita penderita psikosomatis pada umumnya adalah pegal linu, nyeri di bagian tubuh tertentu dan bisa berpindah-pindah, mual, muntah, perut kembung, nafsu makan menurun, gatal di seluruh tubuh, sakit kepala, mati rasa (kesemutan) hingga merasa tidak nyaman di organ intim. Pemeriksaan medis dan laboratories tidak menunjukkan hasil spesifik untuk membantu diagnosa penyakit tertentu.

Usia manula adalah usia yang rawan berbagai macam penyakit serta perubahan psikologis. Orang tua sampai kapanpun selalu memikirkan kehidupan anak-anaknya. Kecemasan bahwa sang anak tidak bahagia dalam hidupnya, tak kunjung mendapatkan jodoh, tak segera mendapatkan pekerjaan mapan tanpa disadari dapat menimbulkan tekanan dan gangguan psikologis pada diri sang orang tua. Melihat kembali permasalahan ibunda sahabat saya, kebetulan kedua kakak perempuannya yang sudah cukup umur tak kunjung menikah, sang ibu telah lama menjanda kemungkinan besar sang bunda memikirkan nasib kedua anak gadisnya.

Penyebab Penyakit Psikosomatis

Penyebab penyakit psikosomatis adalah karena sang pasien memendam berbagai pikiran dan perasaan yang berkecamuk sendirian, tidak mampu membagikannya kepada orang lain. Karena tak ada teman curhat berbagai kekhawatiran tersebut menyebabkan jiwa tertekan. Penyakit kejiwaan bisa menjadi penyebab bagi timbulnya penyakit. Seperti halnya pepatah men san in corpora sano yang artinya terdapat jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat, hal ini juga berlaku sebaliknya. Jika pikiran diliputi kecemasan, syaraf-syaraf otak menjadi terganggu.

Gangguan di pusat pengendali aktivitas tubuh tentu berpengaruh pada kinerja organ-organ tubuh vital lainnya. Faktor-faktor yang dapat menjadi pencetus psikosomatis adalah konflik internal, organ language (mengulang kata-kata semantic sehingga pikiran bawah sadar mengarahkan untuk merasa sakit), motivasi untuk mendapatkan perhatian, pengalaman masa lalu yang menyebabkan trauma, terpengaruh sosok idola yang menderita suatu penyakit dan sebagai penggemar seolah turut merasakan sakit yang sama, perasaan bersalah dan imprint (program pikiran akibat sugesti yang ditanamkan).

Mengatasi Psikosomatis

Penyakit kejiwaan tidak dapat diobati sebatas pengobatan medis. Menemukan akar permasalahan dan membantu pasien mengatasi kondisi psikologisnya membantu menyembuhkan psikosomatis. Dalam ilmu psikologi hal ini dikenal dengan istilah hypnoterapi untuk melakukan hypnoanalysis. Pasien akan digali memorinya untuk memunculkan penyebab psikosomatis. Emosi yang berkaitan dengan memori ini harus kembali dirasakan pasien. Ketika hubungan antara simtom dan memori ditemukan, harus segera dilakukan pembelajaran terhadap alam bawah sadar untuk mengatasi masalah yang dihadapi penderita.

Mengatasi penyakit psikosomatis tidak cukup dengan obat anti depresan. Pengelolaan stress merupakan tindakan lebih bijak. Menyibukkan diri penderita dengan berbagai kegiatan positif seperti berolahraga, wisata ruhani, berpola hidup sehat, diet tepat dan sering mengajak sharing atau berdiskusi, berbicara dari hati ke hati akan sangat membantu proses pemulihan kesehatannya.

Ketika beberapa waktu kemudian saya bersilaturahim dan ngobrol dengan sahabat saya tersebut. Saya mendapatkan kabar gembira bahwa kondisi ibu sudah lebih baik. Bahkan beliau sangat menikmati kegiatan barunya aktif di majelis taklim dan alhamdulillah telah menunaikan umroh di tahun yang sama.

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top