Inspirasi

Prestasi, Relasi, dan Nasib!

267 (baca: relasi) itu penting. Setidaknya itu yang dikatakan oleh seorang sahabat saya. Katanya, sukses atau tidaknya karir seseorang ditentukan oleh tiga faktor yaitu prestasi, relasi, dan nasib. Dalam beberapa keadaan pernyataan sahabat saya itu benar adanya.

Seseorang yang prestasi kerjanya bagus ternyata ada yang karirnya kurang bersinar. “Saya pasrah, nggak punya relasi sih,” kata si pekerja keras. Sebaliknya, orang lain yang prestasi kerjanya terlihat biasa-biasa saja bisa menduduki jabatan yang empuk wal basah kimplah-kimplah. “Dia memang nasibnya bagus terus, maklum banyak 267nya.”  Yang lain menimpali: ”Networkingnya ciamik. ”Yang suka gosip malahan nambahi: ”Gimana nggak bagus wong istrinya mepet terus sama istri bos.” Wah..iso ae.

Sebenarnya yang bagus itu memang oke kinerjanya dan oke pula relasinya. Bagaimana dengan nasib? Ada yang menyebutnya dengan garis tangan. “Hlaaaaaa……kamu pasti banyak mencuci baju waktu remaja, makanya garis tanganmu rusak, terputus-putus,” canda sahabatnya sambil melihat garis tangan. Si pemilik tangan hanya bisa bergumam, ”Tak antemi kapok kamu, ” candanya.

Prestasi bagus, 267 jos, sedangkan nasib tak bisa ditebak. Nasib seseorang memang bukan menjadi domain manusia. Tuhan lah yang mengatur. Manusia hanya berusaha sebaik mungkin sambil berdoa agar Tuhan memberikan yang terbaik baginya. Banyak kejadian yang bisa dilihat. Ada yang bolak-balik memangku jabatan bergengsi, ada yang hanya sekali saja duduk di kursi empuk, ada pula yang hanya beberapa jam menjabat langsung dilengserkan. Bahkan, ada yang baru diusulkan untuk menduduki suatu posisi sudah menghadapi halangan.

Ketika seorang menduduki jabatan ada yang bilang,” Dia memang pantas menduduki jabatan itu.” Ada pula orang lain yang bertanya karena terkejut, ”Dia dapat jabatan itu? Nggak salah tuh?” Si penanya bisa saja iri tetapi bisa juga orang yang baru diangkat dalam suatu jabatan faktanya memang mengejutkan banyak pihak.

Jabatan itu amanah. Oleh karena itu harus diemban oleh orang yang pas. Pas prestasi kerjanya dan pas pula akhlaknya.

Bagaimana dengan upaya segelintir dua gelintir manusia yang berambisi menduduki suatu jabatan? Ada yang berusaha mengupgrade diri agar pantas mendapatkannya. Juga tak sedikit yang melakukan manuver dengan minta tolong kepada ‘orang dekat’ pejabat yang mengurusi jabatan. Silakan menyimak ilustrasi berikut ini.

Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba saja Cak Ngaderi sudah duduk di teras rumah Nyai Muslimah. Kedatangan laki-laki berpakaian necis lengkap dengan kopiah hitamnya itu membuat wanita lansia yang juga adiknya Mbah Muslim agak heran.

“Assalamu ‘alaikum, Nyai,” sambut Cak Ngaderi sambil memberikan tas plastik.

“Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Apa ini, Ri?” tanya Nyai Muslimah sambil menerima tas yang agak berat.

“Ubi ungu, Nyai.  Kemarin keponakan saya baru jalan-jalan dari Batu dan membawa beberapa tas ubi yang berwarna ungu. Enak kok, mudah-mudahan Nyai suka.”

“Alhamdulillah. Ini memang ubi kesukaan saya. Terima kasih ya Ri. Semoga Allah membalas kebaikanmu berlipat ganda, amiin.”

“Amiiin. Tumben sepi. Mas Ihsan kemana?”

“Pergi ke kantor, ada rapat penting katanya. Tumben mampir, ada keperluan yaaaaa.”

“Iya, Nyai.  Selain ngirim ubi ungu saya juga ingin minta bantuan Nyai.”

“Bantuan apa, kalau mau pinjam uang saya sih nggak ada.”

Cak Ngaderi mlongo sambil mbatin, “Kenapa sih setiap saya bilang minta bantuan selalu saja dikaitkan dengan pinjam-meminjam. Apa wajahku ini mirip tukang pinjam ya.”

“Bukan mau hutang, Nyai. Begini, keponakan saya sampai sekarang kan masih pegawai honorer di kantor kecamatan. Kalau bisa bilangkan kepada Mas Ihsan supaya keponakan saya diberi jabatan sebagai Kepala Satgas Anti Pekat gitu. Mas Ikhsan kan banyak relasi dan koneksinya.”

“Apa itu Anti Pekat? Kayaknya saya baru dengar.”

“Pekat itu Penyakit Masyarakat, Nyai.”

“Emangnya keponakanmu dokter atau perawat? Bisa mengobati apa?”

“Bukan. Penyakit masyarakat itu ya sebangsa maling, copet, penjudi, dan konco-konconya gitu.”

Nyai Muslimah mengangguk-angguk.

“Tunggu sebentar ya.” Nyai Muslimah masuk ke dalam. Tak lama kemudian sudah kembali sambil membawa sebuah buku. Dibukanya lembar demi lembar buku itu lalu diserahkannya kepada Cak Ngaderi.

“Apa ini, Nyai?”

“Coba baca dengan keras halaman ini.”

Cak Ngaderi memasang kacamatanya lalu dengan suara keras membaca halaman yang ditunjukkan oleh Nyai Muslimah.

1. ‘Abdullah bin Samurah mengabarkan, Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ” Ya Abdur Rahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan. Sebab jika kamu diberi jabatan itu karena permintaanmu, maka kamu dibebani sepenuhnya. Dan jika kamu diberi jabatan itu tanpa memintanya, maka kamu dibantu (Alloh) mengatasinya. ” (Muttafaq ‘Alaih)

2. Abu Musa radhiyallahu anhu mengisahkan, bahwa ia menghadap Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dua orang laki-laki saudara sepupunya. Lalu salah seorang saudara sepupunya itu berkata : ”Ya , Rasulullah, angkatlah kami untuk mengurus tugas yang telah Allah ‘Azza wa Jalla bebankan kepadamu “. Saudara sepupunya yang lain juga menyatakan demikian.

Muhammad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ” Demi Alloh, sesungguhnya kami tidak akan menyerahkan pekerjaan kepada seseorang yang memintanya, atau seseorang yang sangat menginginkannya (berambisi)” (Muttafaq ‘Alaih)

Setelah membaca buku tersebut Cak Ngaderi langsung pamitan. “Nggak kakak, nggak adik, sama saja. Anti kongkalingkong, ampyuuuuun deh,” gumamnya.

“Sekali lagi terima kasih ubinya,” ujar Nyai Muslimah sambil mengelus-elus ubi ungu pemberian tamunya.

Cak Ngaderi tersenyum agak getir. “Ubi ungu yes, kongkalingkong no,” gumamnya lagi. 

 

 

Imager source: pixabay.com

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Halooo, smart people 🤗 Kamu suka males gak sih kalau bales-balesin komen di sosmed? Jangankan balesin komen negatif, balesin komen positif aja sering kelewat ya 😂 *hihi
.
Emang penting ya balesin komen-komen di sosmed? Penting donggg, apalagi kalau kamu pengen bangun akun yang engagementnya bagus dan bisa bertahan lama eksistensinya 😍
.
Para fans/followers adalah orang-orang yang ikut menentukan kesuksesan akunmu, lho. So guys, mulai sekarang jangan abaikan aset tersebut yesss 😄
.
#indoblognet #mbcommunication #socialmedia #youtuber #selebgram #instagramer #fans #followers #tipssocialmedia

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top