Inspirasi

Pilih Sukses atau Bahagia?

Bahagia muncul karena berhasil meraih sukses atau sukses membuat bahagia? Jadi lebih penting mana sukses atau bahagia? Pertanyaan tersebut mungkin sama ribetnya dengan mempertanyakan lebih dulu mana telur atau ayam? Ayam menetas dari telur padahal telur adalah keluar dari perut ayam juga. Mau sukses dulu lalu bahagia atau bahagia karena kesuksesan yang telah diraih? Menariknya saya punya dua buku berbeda yang membahas tentang sukses dan bahagia. Satu buku “The 7 Laws Of Happiness” karangan Arvan Pradiansyah dan buku lainnya berjudul “Sukses Jalan Terus” karya Satria Hadi Lubis.

Ada baiknya definisi sukses dan bahagia kita telaah. Setidaknya definisi menurut kedua buku tersebut. Menurut Kamus Bahasa Indonesia sukses diartikan sebagai berhasil atau beruntung. Dalam buku “Sukses Jalan Terus” Satria Hadi Lubis mengemukakan beberapa definisi sukses menurut para tokoh. John C. Maxwell mengartikan sukses sebagai pencapaian ketika mengetahui tujuan hidup, bertumbuh untuk mencapai kemampuan maksimal dan menabur benih untuk memberikan manfaat kepada lainnya. Henry Wadsworth mendefinisikan sukses sebagai melakukan segala sesuatu yang dapat dikerjakan dengan baik dan melakukan sebaik-baik apapun yang dapat dikerjakan. Sedangkan Napoleon Hill mengartikan sukses sebagai bentuk tindakan dari mereka yang selalu memberi, membentuk dan mengontrol egonya sendiri, tidak menyisakan tempat untuk mengharapkan adanya keberuntungan atas setiap pekerjaan atau kesempatan atau atas segala perubahan nasib yang dialami.

Arvan Pradiansyah dalam “The 7 Laws Of Happiness” mendefinisikan kebahagiaan sebagai state of mind atau keadaan pikiran. Menjadi bahagia itu menerima keberadaan apa adanya, bersatu dalam kepasarahan dan dalam kekinian. Bahagia berbeda dengan senang sebab kesenangan bisa berumur hanya sementara sedangkan kebahagiaan bisa berlangsung lebih lama tergantung pola pikir kita.

7 Laws Of Happiness Arvan Pradiansyah: Patience (sabar), Gratefullness (syukur), Simplicity (sederhana), Love (kasih), Giving (memberi), Forgiving (memaafkan) dan Surrender (pasrah atau ikhlas)

Maka kebahagiaan pun bisa diraih dengan mengaplikasikan tujuh kunci kebahagiaan tersebut dalam kehidupan. Sebab tujuh kunci tersebut merupakan gabungan dari kemampuan intrapersonal, interpersonal dan spiritual. Keseimbangan dari ketiga interaksi yang terjalin baik ini menopang terciptanya kebahagiaan.

Satria Hadi Lubis menyoroti makna kesuksesan sebagai sesuatu yang lebih mendalam. “Sukses Jalan Terus” menekankan pada pentingnya bagi manusia untuk hidup dengan visi dan misi tertentu agar mampu menggapai sukses. Tetapi kesuksesan yang dituju bukan kesuksesan yang sekedar bernilai duniawi seperti jabatan, pangkat, kekayaaan, prestasi dan tolak ukur materi. Kesuksesan yang dimaksud Satria Hadi Lubis adalah kesuksesan sebagai insan seutuhnya. Beliau memetakan kesuksesan pada lima hal penting sebagai tolak ukur yaitu: keseimbangan hidup, memberikan manfaat bagi orang lain, proses mencapai cita-cita, menikmati kemenangan-kemenangan dan akhir yang baik.

Sukses bukanlah hasil. Sukses adalah proses menuju keberhasilan ~ Satria Hadi Lubis

Keseimbangan yang dimaksud dalam buku Sukses Jalan Terus adalah keseimbangan antara mendapatkan hak dan melakukan kewajiban, keseimbangan antara mengaktualisasikan diri dengan menghargai eksistentsi orang lain. Kesuksesan seseorang juga dapat diperoleh dengan cara menjalani hidup yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Seberapa banyak hal bermanfaat yang bisa diberikan pada masyarakat dan berapa banyak orang yang merasakan manfaat dari sumbangsih adalah salah satu tolak ukur kesuksesan.

Kesuksesan bisa dilihat dari bagaimana proses dan kemampuan meraih cita-cita mulia. Salah satu tolak ukur kesuksesannya adalah menjaga konsistensi ikhtiar dan proses pencapaian cita-cita agar tidak merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitarnya. Kesuksesan juga bisa dilihat dari cara menikmati kemenangan. Jika cita-cita mulia terpenuhi, hidupnya bisa dikatakan bermanfaat bagi umat, keseimbangan hidup diperoleh maka langkah berikutnya adalah bagaimana cara menikmati kemenangan tersebut? Satria Hadi Lubis menekankan pada pentingnya bersyukur sebagai kesuksesan menikmati kemenangan-kemenangan pada tahapan sebelumnya. Dan tak lupa mengupayakan mencapai akhir yang baik alias khusnul khotimah sebagai tolak ukur kesuksesan sebenarnya.

Membaca kedua buku ini secara bergantian menimbulkan pemikiran tentang arti sukses dan bahagia sebenarnya. Jadi silahkan memilih kebahagiaan timbul karena kesuksesan atau sukses karena selalu merasa bahagia dengan kondisi apa adanya. Namun jangan lupa memaknai hakekat sukses dan bahagia sebenarnya agar tidak melanggar hak orang lain dalam pencapaiannya.

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Seorang pebisnis harus pandai menganalisa pesaing mereka, khususnya yang berada pada niche yang sama. Belajarlah dari kesuksesan termasuk dari kegagalan mereka
.
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #analisamarketing #competitor #business #tipsbisnis #trendingpost

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top