Menulis Yuk

7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Sekolah Anak

Ketika saya menulis draft artikel ini, hati sedang dalam kondisi campur aduk antara deg-degan, bahagia, bersemangat sekaligus khawatir. Deg-degan karena anak sulung saya sedang menempuh Ujian Sekolah atau Ujian Nasional tingkat Sekolah Dasar, bahagia campur haru karena anak yang dulu saya timang-timang untuk dininabobokan kini tumbuh menjadi remaja dan telah menempuh ujian sekolah yang merupakan pengalaman pertamanya. Saya bersemangat karena terpengaruh semangat belajarnya di hari-hari menjelang ujian (biasanya dia ogah-ogahan). Tetapi juga khawatir karena terus terang saya deg degan dengan pencapaian Rafif kali ini. Maklum bukan rahasia jika di negara kita hasil akhir berupa nilai sangat menentukan jenjang pendidikan selanjutnya.

Setelah dipusingkan masalah persiapan ujian, PR bagi orang tua makin bertambah. Pasca Ujian Sekolah bukan berarti waktu santai bagi siswa dan orang tua. Berburu sekolah lanjutan adalah hal yang tak bisa dianggap remeh begitu saja. Ada hal-hal yang harus diperhatikan ketika memilih sekolah lanjutan berikutnya. Saya sendiri biasanya mempertimbangkan hal-hal berikut ini sebelum memutuskan pilihan:

1. Lokasi dekat rumah

Lokasi sekolah yang jauh dari rumah biasanya membuat kerepotan semakin bertambah. Anak-anak harus siap berangkat lebih pagi, transportasi perlu dipikirkan penyelesaiannya, dan juga butuh biaya ekstra.

2. Status sekolah

Jika memilih sekolah sebaiknya yang telah terakreditasi. Pengalaman tahun ajaran kali ini regulasi baru diterbitkan, bahwa hanya sekolah yang telah terakreditasi yang boleh menyelenggarakan Ujian Nasional (Ujian Sekolah). Bagi sekolah yang belum terakreditasi terpaksa menitipkan anak didiknya untuk mengikuti ujian di sekolah lainnya.

3. Biaya

Sekolah-sekolah swasta kini tidak lagi menjadi “buangan sekolah negeri”. Di zaman saya masih sekolah hampir semua siswa berburu kursi di sekolah negeri dan hanya yang tidak diterima di sekolah negeri terpaksa sekolah di swasta. Kesan itu kini sudah berubah namun konsekuensinya biaya sekolah swasta menjadi semakin mahal. Biasanya semakin bagus sistem pengajaran dan pengelolaan sekolah semakin mahal SPP dan biaya lain-lainnya. Saya tetap mempertimbangkan kemampuan finansial kami dalam membiayai pendidikan anak-anak tanpa mengesampingkan mutu.

4. Bakat dan minat anak

Beberapa sekolah, terkenal di mata masyarakat karena berprestasi di bidang ekstra kurikuler. Adakalanya sekolah-sekolah tersebut memberikan jatah kursi khusus untuk calon siswa yang berprestasi. Tak ada salahnya memanfaatkan fasilitas khusus ini, anak mendapatkan sekolah yang layak dan minat bakatnya tetap tersalurkan.

5. Pendidikan agama

Jangan lupakan keutamaan pendidikan dasar yaitu mengenal Tuhan. Sebagus-bagusnya sekolah jika kurang memperhatikan masalah pendidikan moral dan akhlak buat siswa, buat saya kok kurang sreg aja. Meski mendidik anak tentang dasar-dasar agama adalah tugas orang tua, namun perlu kerja sama dengan pihak sekolah agar pendidikan yang diberikan tidaklah sia-sia.

6. Menumbuhkan minat dan kecintaan anak pada calon sekolahnya

Tugas orangtua adalah memilihkan sekolah yang terbaik untuk anaknya. Namun tidak berarti mengabaikan pendapat sang anak, minimal tumbuhkan kecintaan anak pada calon sekolahnya dengan membawanya langsung untuk mengunjungi sekolah tersebut, menunjukkan berbagai daya tarik sekolah melalui berita dan informasi di situs dan website dunia maya.

7. Passing grade dan kemampuan anak

Bersekolah di sekolah favorit adalah sebuah kebanggaan, namun sebagai orang tua sepatutnya mempertimbangkan kemampuan sang anak.

IMG_7145

Memilihkan sekolah untuk ananda bukanlah perkara mudah. Antara ingin menyenangkan hati sang anak tapi juga tak ingin si anak salah memilih sekolah. Sekolah merupakan salah satu sarana menuntut ilmu dan turut berperan dalam pembentukan karakter dan kemandirian siswa. Karena beberapa pertimbangan khusus, saya memotivasi si sulung untuk bersedia melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Sama sekali bukan hal gampang untuk meyakinkannya. Namun menjadikannya lebih dekat dengan pondok pesantren mampu membuka hatinya untuk termotivasi. Apalagi kegiatan-kegiatan di pondok pesantren tidak melulu belajar kitab, namun juga ada kegiatan ekstra olahraga dan beladiri yang menjadi minat terbesarnya. Semoga pilihan kami ini tidaklah salah, dan si sulung mendapatkan kebahagiaan serta ilmu yang bermanfaat di pondok pesantren sesuai harapan kami semua.

 

 

Editor: Indoblognet

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Cara termudah untuk menghasilkan konten visual yang bagus adalah: buat konten yang memiliki keterikatan dengan audiens, mengandung unsur emosional, dan juga orisinal .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #trendingpost #popularpost #viralpost #content #brandingcontent

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top