Kuliner

Petualangan Memburu Ikan Asar di Jayapura

ikan asar

Sejak dulu saya senang sekali makan ikan. Mungkin karena lama tinggal di Ambon, yang lebih banyak menjual ikan. Ikan-ikan yang di Ambon segar-segar. Karena segar, daging ikan pun rasanya manis. Jarang sekali saya menemukan ikan tak segar yang dijual di pasar. Setelah tinggal di Surabaya, Jawa Timur, saya merasakan ikan yang di Ambon berbeda dengan ikan yang di Surabaya. Aneh ya? Mungkin karena puluhan tahun hidup dan memakan ikan yang terdapat di perairan di Indonesia Timur. Di Surabaya selain makan ikan segar, juga makan ikan olahan lainnya. Dan setelah tinggal di Jakarta, saya semakin merindukan makan ikan Ambon. Tapi untuk pulang ke Ambon tak mungkin sesering mungkin karena perhitungan waktu dan biaya perjalanan yang mahal.

ikan asar

Ikan Asar. Foto : Indoflyer

Di Ambon, banyak sekali ditemukan Ikan Asar. Orang luar Ambon, biasanya familiar menyebutnya ikan asap.  Ikan Asar,  sudah berkembang dan melekat dalam keseharian masyarakat di   Indonesia Timur seperti di Ambon dan Jayapura. Keistimewaan ikan asar bisa bertahan lebih dari tiga hari tanpa dimasukkan di kulkas. Jika pun dimasukkan di kulkas, tanpa dibekukan, ikan asar masih tetap enak dinikmati.

Ikan asar, bisa diolah dari   dari ikan cakalang atau ikan tuna. Jadi, ikan yang telah ditangkap, langsung diasap  mulai jam lima hingga delapan pagi. Selama proses pengasapan itu, ikan dioleskan bumbu racikan sehingga ikan bertahan bisa bertahan lama walau tak dimasukkan ke dalam kulkas. Di Ambon, banyak tanta-tanta (dalam bahasa Indonesia artinya tante-tante) yang berjualan dari rumah ke rumah. Selain itu, banyak yang menjual ikan Asar di pasar-pasar tradisional. Ikan Asar menjadi salah satu kuliner khas di Ambon yang saya sukai. Sayangnya, jarang banget saya temui ketika saya di Surabaya dan Jakarta.

Di bulan Ramadhan Tahun 2012, saya mendapat kesempatan mengisi materi jurnalistik di Jayapura. Ini pertama kali saya ke Jayapura dan tentu menjadi pengalaman yang mengesankan. Usai memberikan materi, malamnya saya diajak oleh teman-teman ke pasar yang berada di depan hotel tempat saya menginap. Di pasar, saya kalap saat melihat puluhan ikan asar yang dijual oleh ibu-ibu. Ikan-ikan ini berwarna coklat kemerah-merahan yang di tengahnya disisipi bambu. Saya membayangkan mengkonsumsi ikan Asar dengan nasi panas dan colo-colo (potongan cabe, bawang dan perasan jeruk). Mhh .. nikmatnyaa ….

Saat saya melihat deretan ikan Asar yang dijual, rasa-rasanya ingin membeli ikan Asar. Apalagi harganya hanya sekitar Rp 20 ribu per ekor. Nggak pake pikir panjang, tangan saya cekatan mengeluarkan isi dompet untuk membayar enam ekor sekaligus. Usai membayar, ibu penjual langsung membungkus ikan di kantong plastik merah berukuran besar. “Nanti bawa ikannya di peluk saja. Nggak ada kardus,” katanya. Saya hanya manggut-manggut saja. Ikan Asar pun berpindah dari ibu penjual ke tangan saya. Tapi teryataa …. beraaaaat sodara-sodaraaaa. Satu ikan itu panjangnya 30 centimeter dengan berat hampir 500 gram. Tapi, kuliner ikan Asar ini harus saya beli! Walaupun berat dan merepotkan, saya bela-belain untuk membeli. Apalagi saya harus membawa ikan itu tidak bisa ditenteng begitu saja karena saya kuatir ikannya hancur. Bakalan sedih kalau bawa ikan dari Jayapura sampai di Jakarta, malah hancur.Tapi berbekal keinginan kuat untuk mengkonsumsi ikan Ashar, saya bersemangat.

Selama di pesawat, ikan diletakkan di bagasi atas. Dalam pikiran saya, pasti aman dan tak merepotkan. Toh nanti dibawa lagi pas tiba di Bandara Soekarno Hatta. Ternyata dugaan saya meleset. Pesawat transit di bandara Sultan Hasanuddin di Makassar dan harus berganti pesawat. Alhasil, saya kembali memboyong ikan itu berganti pesawat. Belum lagi membawa tas yang tak saya masukkan di bagasi pesawat. Jujur, ini terlihat merepotkan.

Kerepotan saya berakhir saat saya tiba di rumah dengan selamat. Ikan-ikan itu kemudian saya bagikan kepada tetangga dan saudara. Saya bahagia saat saudara yang sama-sama pernah tinggal dari Ambon bisa mencicipi ikan Asar dari Jayapura. Saudara saya mengira, saya baru pulang dari Ambon sehingga bisa membawa ikan Asar.

Senangnya kini, ikan Asar sudah dapat diperoleh di Depok, Jawa Barat. Harganya Rp 65 ribu seekor. Walau mahal, tapi ini menjadi makanan yang selalu saya beli setiap bulan. Rasanya ada yang kurang jika tak mengkonsumsi ikan Asar.

Di Ambon, tepatnya di kawasan Galala, telah disediakan tempat khusus untuk menjual Ikan Asar. Tempat ini menjadi tempat wisata yang menjadi tujuan para wisatawan. Tempatnya lebih bersih sehingga menarik pengunjung untuk membeli ikan Asar.

 

 

 

Rach Alida Bahaweres

Sebagai jurnalis, saya aktif juga menulis di blog saya www.lidbahaweres.com. Saya menulis tentang berbagai hal yang saya alami. Akun twitter dan instagram saya @lidbahaweres. Untuk kontak lebih lanjut ke [email protected] Terima kasih

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Kabar bahagia nih khususnya bagi warga Tangerang Selatan dan sekitarnya. Sekarang ga susah lagi mencari kebutuhan oleh-oleh haji dan perlengkapan muslim, @bursa.sajadah sudah ada di BSD loh. Tepatnya di Ruko Tol Boulevard C No. 11-12. Jalan Pelayangan BSD, Tangerang Selatan.

Alhamdulillah Bursa Sajadah sejak didirikan tahun 1998, terus berekspansi. Bursa Sajadah di BSD ini merupakan cabang ke-9, setelah di  Bandung, Bekasi, Bogor, Jakarta, Malang, Solo dan Surabaya.

Tuk yang mau belanja2 kebutuhan lebaran atau ingin memberikan sesuatu yang spesial tuk orang2 tersayang, selagi masih grand opening di BSD, siapa tahu dapat harga yang spesial :) Tuk rekan2 blogger terpilih di wilayah Tangsel, kita nanti bersilaturahmi ya di Grand Opening Bursa Sajadah BSD, Kamis, 1 Juni 2017.  #BursaSajadah #bursasajadahBSD #skvgroup #Tangerangselatan

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top