Branding

Perlunya Rebranding Koperasi Di Kalangan Generasi Milenial

Baru saja beberapa hari yang lalu saya menulis tentang perlunya koperasi membenahi diri di zaman serba digital. Apalagi jika koperasi ingin survive alias bertahan, mau tidak mau harus mengikuti apa yang diinginkan anak muda zaman sekarang alias generasi milenial (istilah kerennya kids zaman now) yang serba gadget-minded, sehingga koperasi pun harus bisa diakses oleh mereka secara digital.

Ngomong-ngomong tentang koperasi di era digital, beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Jum’at tanggal 27 Oktober 2017, Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (atau disingkat Kemenkop UKM) mengadakan acara bincang-bincang bersama para pelaku dan penggiat koperasi di Gedung Kemenkop UKM Kuningan, Jakarta.

Acara talkshow ini mengangkat topik Pemuda dan Rebranding Koperasi di Era Digital yang menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM Bapak Ir. Meliadi Sembiring, M.Sc., Sekretaris Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM Bapak Bagyo Sudarsono, aktivis koperasi Mas Suroto, dan pimpinan Koperasi Pemuda Indonesia (disingkat Kopindo) Mas Pendi Yusuf. Berhubung temanya tentang koperasi digital di era milenial, maka yang diundang juga para pelaku dan penggerak koperasi anak-anak muda, seperti Koperasi Mahasiswa (alias Kopma) kampus-kampus.

Menurut Bapak Meliadi Sembiring, bahwa selama dirinya bekerja di Kemenkop UKM sejak 35 tahun yang lalu, ia menginginkan adanya loncatan perubahan di dalam tubuh koperasi. Apalagi di zaman sekarang yang sebagian besar demografi diisi oleh kalangan generasi milenial, koperasi direformasi agar tidak ketinggalan zaman. Oleh karena itu tahapan evaluasi adalah penting agar perekonomian dapat terus berjalan melalui koperasi.

Salah satu caranya adalah dengan rebranding koperasi di kalangan generasi milenial agar lebih dapat diterima oleh mereka, karena mereka punya peran besar dalam perkembangan koperasi. Selain itu, generasi milenial dianggap sebagai bonus demografi dan belum terlalu (atau bahkan tidak mengenal sama sekali) apa itu koperasi. Oleh sebab itu adalah penting untuk mengetahui perilaku generasi milenial yang disesuaikan dengan values atau nilai-nilai koperasi.

Sayangnya, Mas Suroto yang juga pimpinan Asosiasi Kader Sosio Ekonomi Strategis (AKSES) Indonesia beranggapan bahwa masyarakat Indonesia zaman sekarang cenderung hidup dalam zaman yang serba kapitalistik. Padahal koperasi merupakan jenis paguyuban yang tidak profit oriented atau mengejar keuntungan, melainkan mengutamakan kesejahteraan para anggotanya. Selain itu, koperasi merupakan jenis organisasi lintas batas, istilah kerennya cross-cutting organization, yang menjadi tempat bertemunya orang-orang dari berbagai agama dan budaya.

Oleh karenanya, dengan berapi-api Mas Suroto mengatakan bahwa koperasi perlu me-rebranding diri agar mengejar reputasi yang lebih baik di masa depan, karena eksistensi koperasi itu sejatinya adalah untuk kepentingan masa depan selain sifatnya yang berasaskan kekeluargaan dan tidak membeda-bedakan individu. Untuk keperluan rebranding koperasi inilah para penggeraknya harus yang berjiwa muda dan mempunyai ide-ide inovatif. Rebranding koperasi juga sebaiknya dapat memecahkan persoalan keseharian ekonomi agar dapat menciptakan keadilan sosial.

Mas Pendi Yusuf menambahkan bahwa rebranding koperasi dapat dioptimasi melalui social media management. Dengan kata lain, para pelaku dan penggerak koperasi terutama yang ditujukan kepada anak-anak muda seperti Kopma, Koperasi Pramuka dan koperasi-koperasi di sekolah harus mempunyai setidaknya satu akun media sosial yang aktif yang dapat diakses tidak hanya oleh para anggota, melainkan juga konsumen utamanya yaitu anak-anak muda. Mas Pendi juga menyayangkan Kopma di beberapa kampus yang terkesan eksklusif, padahal sifat Kopma adalah terbuka untuk umum. Kopma juga dianggap sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang paling kaya karena merupakan kegiatan bisnis yang dapat mensejahterakan para mahasiswa.

Rebranding koperasi dapat dilakukan melalui pemanfaatan media sosial sehingga mudah diakses oleh generasi milenial. (foto: website pexels)

Yang terpenting, rebranding koperasi harus dilakukan dengan menggunakan bahasa anak muda yang mudah dicerna. Selain itu koperasi jangan terlalu mengharapkan campur tangan pemerintah karena dikhawatirkan akan terlalu banyak proses birokrasi yang dilalui sementara sifat koperasi jika ingin menyentuh kalangan generasi milenial harus bersifat accessible, alias mudah diakses. Pemerintah cukup membantu dari segi regulasi saja. Jika perlu, koperasi sebaiknya punya brand ambassador yang tidak hanya terkenal, tapi juga paham tentang konsep koperasi. ***

Baca juga tulisan di blog saya: Koperasi untuk Generasi Milenial.

 

 

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ini Video Versi Layanan Masyarakat untuk Anti Drugs Campaign. Supported BNN dan MB Communication

Kalau temen-temen punya cerita, ide seru dan bikin video masih bisa ikutan lombanya yah. Cek hastag
 #IniCaraGueCegahNarkoba
Teman-teman bisa Minta Tolong Subscribe, Share dan komen yah.

Share boleh di Instagram, twitter dan FB
Linknya :

https://youtu.be/zOCgnf66Hik

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top