Gaya Hidup

Perlu Gak Ya Menyusun Resolusi Tahun Baru?

Jangan masuk kamar mandi pada tanggal 31 Desember 2016 di jam 23.59 karena dua menit saja berada di dalamnya keluar kamar mandi Anda akan terlempar ke tahun 2017″ lelucon konyol ini tenar di kalangan pegiat media sosial.

“Dijual murah, barang second baru dipakai setahun. Tanpa cacat hanya sedikit lekukan mengurangi kemulusan. Bagi yang tertarik membeli kalender tahun 2016 silahkan japri” Guyonan ini tak kalah viral di akhir tahun.

Menjelang tahun baru tak hanya even-even khusus digelar tetapi saling lempar guyonan dan adu resolusi menjadi bahan pembicaraan dan diskusi yang hangat. Satu hal yang saya amati lomba blog dan kuis mengenai resolusi menjadi favorit para pecinta kompetisi di akhir tahun.

Apa sih resolusi itu dan perlu kah menyusun resolusi di tahun baru?

Resolusi, istilah ini biasa digunakan di dunia fotografi. Resolusi menyatakan jumlah titik atau pixel yang digunakan untuk menampilkan suatu gambar. Resolusi semakin tinggi berarti semakin banyak pixel yang digunakan menyusun suatu gambar sehingga gambar menjadi lebih jelas dan tajam.

Istilah resolusi juga marak terdengar untuk menyambut tahun baru. “Apa resolusimu untuk tahun depan?” Demikian pertanyaan yang biasa terdengar. Selain menyatakan tentang hasil fotografi resolusi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pernyataan tertulis yang biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal. Jadi yang dimaksud resolusi sebagai istilah menyambut tahun baru adalah susunan rencana, visi atau misi pribadi sendiri untuk pencapaian target tahun depan.

Perlukah menyusun resolusi? Bagi mereka yang senang berpikir konstruktif, segala sesuatu direncanakan dengan teliti dan terstruktur menyusun resolusi adalah hal yang perlu dilakukan. Menyusun resolusi membantu mengatur strategi untuk target tertentu. Resolusi setiap orang berbeda. Ada yang menyusun resolusi untuk kesehatan dan fisik seperti ingin langsing, hidup sehat, memulai menerapkan food combining dan lainnya. Ada yang memilih menyusun resolusi finansial misalnya berhenti bekerja kantoran dan merintis bekerja dari rumah. Ada yang menyusun resolusi untuk urusan spiritual seperti umroh atau lebih intens berinteraksi dengan Al Qur’an.

Bagi mereka yang terbiasa menjalani hidup mengalir apa adanya tentunya tak ambil pusing masalah resolusi. Tak menjadi masalah harus menyusun resolusi atau tidak namun menjadi pribadi yang lebih baik adalah suatu keharusan.

Menyusun resolusi tidak sekedar membuat pernyataan tertulis mengenai target tertentu yang ingin diraih. Tetapi perlu mengupayakan berbagai cara agar target tersebut tidak sekedar berbentuk rancangan dan rencana belaka. Menyusun resolusi harus disertai dengan rancangan langkah-langkah untuk mewujudkannya.

Tak sempat menyusun resolusi atau kesulitan menentukan visi paling utama, tak mengapa asalkan selalu berupaya untuk berbuat lebih baik. Misalnya mengupayakan untuk sholat tepat waktu, menepati janji sesuai yang disepakati, berusaha tidak terlambat datang di sekolah, ruang kuliah atau tempat kerja. Meski tidak menetapkan resolusi terlebih dahulu upaya-upaya untuk menjadi lebih baik ini tanpa disadari merupakan perwujudan resolusi tentang mendisplinkan diri.

Saya sendiri punya resolusi 2017 yang saya simpan di SINI. Hmmmm bukan buat gagah-gagahan tetapi lebih pada upaya memotivasi diri sendiri. Sebab mencapai target tertentu bukanlah hal mudah melainkan butuh upaya, trik, disiplin dan kesungguhan dalam mewujudkannya. Layaknya istilah resolusi dalam dunia fotografi, makin tinggi, makin fokus maka makin bagus pula hasilnya

Kawan-kawan punya resolusi tahun depan? Bagi kisahnya di Indoblognet dan mari sama-sama mempersiapkan langkah dan strategi untuk mewujudkan nya menjadi kenyataan.

Image source: pixabay.com

 

Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu dua anak, senang menulis dan berbagi pengalaman. Baginya menulis adalah salah satu sarana mengeluarkan uneg-uneg dan segala rasa.

Latest posts by Dwi Aprilytanti Handayani (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • @Regrann from @scoty_and -  Alhamdulillah dapat cashback 1 juta dari @cgv.id
@ifisinema
Dan @mygenerationfilm salah satu dari 50 orang loh. --------.
Memang salut dengan mbak @upirocks sebagai sutradara, semua pandangan negatif orang - orang mulai dari cover hingga trailer film terbantahkan dengan menonton langsung @mygenerationfilm
.
Film besutan @ifisinema dan ditayangkan @CGV.ID Transmart Pekanbaru ini memang layak ditonton. Semua yg diungkapkan melalui film ini..
nyata. Potret kehidupan, tingkah laku anak muda zaman now memang berbeda dari zaman saya dulu. Lebih kompleks lebih hati - hati.
.
Selain itu film ini juga mengajarkan orang tua untuk lebih memperhatikan anak anaknya. Orang tua yang terlalu sibuk bekerja, terlalu memaksakan kehendak pada anak hingga kecurigaan yg tak ada habisnya. Semua di rangkum dalam film ini.

Bahkan di film ini, sisi persahabatannya lebih erat. Lebih lekat..
Pesan moral yg tentu saja sangat baik. Semua ada sebab dan akibat.
.
Walau saya belum memiliki momongan, namun film ini mampu memberikan pencerahan dalam menyingkapi membesarkan dan mendidik anak nanti. Sehingga bisa lebih baik dan lebih bahagia. Yap.. mencegah lebih baik dari pada mengobati.
.
Jadi saya sarankan kamu nonton film #mygenerationfilm ini agar setidaknya kamu bisa paham bahwa seorang anak juga ingin didengar pendapatnya. Btw film ini ada bagian lucunya jg haha, dan yg lebih lucu.. saya sendiri kayanya yg berumur diatas 30 di studio tadi. Lainnya anak muda semua.

#MyGenerationCGV50juta #SeruBarengCGV #yuknontonsatusekolah #cgvtransmartpekanbaru  #myGeneration #cgvpekanbaru

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top