Inspirasi

Perjalanan ke Batas Negara, Perjalanan yang Membuka Mata

Memenangkan sebuah kompetisi pasti menyenangkan bagi semua orang. Begitu juga dengan Huud Alam dan Ursula Claudya, pemenang Gramedia Blogger Competition yang diselenggarakan oleh Gramedia dan Yayasan Sayangi Tunas Cilik-Save The Children, Juli silam. Berhasil mengalahkan puluhan peserta se-Indonesia membuat mereka diterbangkan ke Atambua, mengikuti berbagai rangkaian acara di festival baca disana, oleh pihak penyelenggara.

Tak Disangka-sangka

Bagi Ursula kemenangan ini tak disangka-sangka. Gadis yang bekerja sebagai staf pajak ini mengaku ini baru pertama kalinya ia ikut lomba dan langsung juara. Rupanya cerita berjudul “Karim, Peri Hutan, dan Fulan Fehan” itu memikat juri-juri lomba. Sehingga ia ditahbiskan sebagai juara ketiga.

“Saya langsung menghubungi Mama ketika menang, “ kenang Ursula ketika ditanya apa yang dilakukannya pertama kali begitu tahu dirinya menjadi salah satu juara. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Huud Alam. Tak dikira, pesan untuk selalu belajar dan berbagi ilmu yang termuat dalam cerita “Kura-Kura dan Buku Ajaib” berhasil mengantarkan pria yang gemar menulis sejak SMA itu menjadi juara kedua.

Betapa Kontrasnya Pendidikan di Belu dengan Jawa

Belu memang terasa jomplang bagi orang-orang yang terbiasa tinggal di tengah hiruk-pikuk perkotaan seperti Huud Alam dan Ursula. Jalanannya lengang, hampir tak banyak yang berpapasan meski malam belum larut benar. Pada pukul enam petang, tak banyak lagi aktifitas warga di luar. Beberapa warung atau toko memang buka, tetapi selebihnya gulita. Kontras betul dengan kondisi di Jawa pada jam yang sama.

Sama dengan jalannya, pendidikan di Belu pun tak jauh beda. Ursula terkaget-kaget mengetahui banyak anak Belu yang belum bisa membaca. “Bayanganku anak SD seusia mereka pasti bisalah baca, nggak mungkin bacanya tersendat-sendat. Eh…tapi, bayanganku terbantahkan pas aku datang dan lihat sendiri,” katanya mengungkapkan keheranan.

Ursula di tengah acara Festival Baca (image source : Ursula)

Ursula di tengah acara Festival Baca (image source : Ursula)

Hal ini diamini juga oleh Huud Alam. Pria lulusan Teknik Pertambangan ITB ini terkejut mengetahui kemampuan baca anak Belu yang masih rendah. Tak heran bila ia mengungkap bahwa membaca dongeng bagi siswa kelas tiga di Belu tak ubahnya membaca pidato bahasa Inggris bagi anak-anak Jakarta. Benar-benar tantangan! Kenyataan ini sejalan dengan cuitan Save The Children Indonesia bahwa 25% siswa di Belu tidak mampu mengenali kata umum, 49% tidak mampu membaca kalimat sederhana, dan 61% siswa yang diwawancara tidak mampu membaca dan menjawab pertanyaan sederhana berdasar data temuan tahun 2011.

Hal inilah yang kemudian mendorong Save The Children menggelar program BELAJAR (Better Literacy Jump For Academik Result). Lewat program ini mereka melakukan pendampingan untuk melatih guru, relawan muda, hingga membentuk reading camp (kelompok-kelompok baca) di berbagai daerah di Kabupaten Belu. Tujuannya tak lain untuk meningkatkan kemampuan baca anak-anak di wilayah perbatasan RI-Timor Leste itu.

Melongok Kegiatan Reading Camp di Belu

Reading Camp desa Fulur, Lamaknen (image source : afin yulia)

Reading Camp desa Fulur, Lamaknen (image source : afin yulia)

Adalah desa Fulur di kecamatan Lamaknen, dimana Huud Alam dan Ursula menyaksikan sekumpulan anak-anak belajar di bawah pimpinan seorang relawan. Tak ada fasilitas mewah. Hanya terpal biru terbentang di tanah, dengan pohon sebagai peneduhnya. Disaksikan awan-awan berarak nun di atas kepala, mereka belajar berhitung dan membaca dengan pola pengajaran yang kreatif, diselingi cerita, permainan serta gerak dan lagu yang menarik. Menilik cara mengajarnya yang asyik orang pasti mengira ia lulusan sekolah tinggi, setidaknya SMA. Salah besar! Ia cuma tamatan SD yang memiliki semangat besar mengajar membaca karena sadar hal itu akan berdampak besar bagi anak-anak di desanya.

Huud Alam di tengah murid SDK Atapupu (image source : afin yulia)

Huud Alam di tengah murid SDK Atapupu (image source : afin yulia)

Berikutnya, Huud Alam dan Ursula diajak menuju Atapupu, kecamatan Kakulukmesak. Tepatnya di SD Katholik Atapupu. Tempat ini dipilih bukan tanpa alasan. Selain letaknya berbatasan langsung dengan Timor Leste, juga karena masih banyak anak yang kemampuan berbahasa Indonesianya minim. Menurut pengakuan guru-guru disana, program reading camp ini memang membawa kebaikan untuk anak didik mereka. Yang dulu kesulitan membaca, kini mulai lancar. Membaiknya kemampuan baca ini tak urung berimbas pada meningkatnya pemahaman anak terhadap pelajaran yang disampaikan guru.

Sebagai tolak ukur kemampuan baca anak-anak dampingannya, Save The Children mengadakan Festival Baca tingkat kabupaten. Untuk tahun 2016 acara tersebut diikuti siswa-siswa dari tiga kabupaten—Belu, Malaka dan Timur Tengah Utara (TTU). Ada empat rangkaian kegiatan yang diadakan dari tanggal 20 Juli dan berakhir pada tanggal Hari Anak Nasional, 23 Juli. Empat kegiatan tersebut meliputi lomba bercerita, lomba menyusun huruf, lomba membaca ekspresi, lomba membuat media pembelajaran. Tidak sekedar lomba, Festival baca ini rupanya juga bertujuan untuk terus memupuk dan meningkatkan minat baca anak-anak. Sekaligus mendorong seluruh lapisan masyarakat untuk terus menyokong komitmen tersebut demi peningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan.

Perjalanan yang Berharga

Tak pelak perjalanan ke batas negara itu memberi banyak pelajaran berharga bagi Huud Alam. Mendapat teman-teman baru sekaligus berkesempatan untuk bertemu masyarakat Belu dan menemukan hal-hal yang sepenuhnya baru—seperti menyaksikan semangat anak-anak dan relawan di reading camp—selama di Belu adalah hal yang patut disyukurinya. Hal senada juga diutarakan oleh Ursula. Baginya perjalanan kali ini lebih berharga ketimbang uang sekalipun. Tidak sekedar melihat Indonesia dari sisi lainnya, ia juga diajak menyaksikan bagaimana semangat belajar menyala di perbatasan meski hanya beralas terpal. Belajar bagaimana seseorang berkomitmen untuk mengabdikan diri sebagai tenaga pengajar di tengah keterbatasan.

Mengakhiri percakapan, Ursula berharap agar festival semacam itu terus berjalan sebagai upaya mendorong anak-anak Belu untuk semakin giat dan rajin membaca. Sementara Huud Alam berharap Festival Baca di kabupaten Belu bisa memberikan efek yang lebih besar dan meluas. Tak hanya bagi wilayah dimana festival tersebut diselenggarakan tetapi juga menyentuh pihak pemerintah, sehingga bisa lebih memperhatikan tingkat pendidikan di masing-masing daerah.

 

afin yulia

Afin Yulia
Blogger, crafter, writer
Penulis novel Sweet Sour Love, From Spring to Winter

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Alhamdulillah aktivasi promosi seminar "Tolak Kanker Payudara dan Kanker Serviks" yang diselenggarakan oleh K-Link Indonesia @klink_indonesia_official berjalan dengan lancar dan sukses (Sabtu, 18/11). Lebih dari 4 jam berkat kekompakan seluruh netizen dan blogger Yogyakarta dan member blogger K-Link dari berbagai kota, seminar ini bisa menjadi trending topik nasional di twitter no.1-3.  Materi yang dihadirkan memang menyentuh sekali dengan kewanitaan, bahwasanya kanker  sudah sangat mengkhawatirkan menyerang sebagian besar kaum wanita. Jika tidak diketahui untuk bisa dicegah sejak dini, akan semakin banyak korban.

Kanker Payudara menyumbang jumlah penderita terbesar, baru kemudian kanker serviks. Sebagian besar kasus terjadi, kanker baru dilaporkan setelah penderita berstadium lanjut. 
Untuk itu, K-Klink Indonesia semakin gigih menjadi bagian dari solusi pencegahan kanker lewat berbagai inovasi produknya yang berkualitas. Gaya hidup sehat, menjauhi stres, mengurangi konsumsi daging mentah/setengah matang, merokok, diantaranya yang dapat dilakukan untuk pencegahan.

Senang sekali bekerja sama dengan blogger2 Yogyakarta yang penuh antusias dan bersemangat ini, datang tepat waktu hingga menuntaskan acara. Semoga  bisa sering2 mengadakan event di sana ya.

#Klinksolusihidupmu #Klinkpedulikanker #klinkmember15olusi #Klinkpedulikankerserviks #klinkpedulikankerpayudara #Indoblognet #bloggeryogya

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top