Indo Blog Net

Branding

Kemenkop Tekankan Urgensi Pentingnya Standardisasi dan Sertifikasi produk KUMKM

Kemenkop Tekankan Urgensi Pentingnya Standardisasi dan Sertifikasi produk KUMKM

UMKM perlu mempersiapkan beberapa hal. Salah satunya dengan memiliki sertifikat dan merk produk. Berikut ini pentingnya sertifikasi dan standarisasi bagi UMKM.

Bagikan Jika Bermanfaat

KEMENTRIAN Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) pada acara FGD tanggal 24 Juli 2019 di Yogyakarta oleh Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Victoria Simanungkalit menekankan pentingnya melakukan standarisasi dan sertifikasi produk bagi pelaku KUMKM, bila ingin memasuki pasar global.

Indonesia memiliki kekuatan budaya dan tradisi yang dapat menjadikan kekuatan ekonomi yang besar. Modal bangsa Indonesia 17.504 Pulau,  1340 suku bangsa, 734 bahasa, dan 267 juta penduduk merupakan potensi ekonomi yang besar tetapi sekaligus menjadi target pasar bagi perusahan-perusahaan dunia.

UMKM Indonesia

Secara rinci, saat ini jumlah UMKM Indonesia 62.922.617 (Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM yang diolah dari Data BPS – 2017) , dengan 64 Juta UMKM dan kontribusinya 60,34%, tapi dominan pada usaha mikro sebesar 99%.

Untuk kontribusi ekspor saat ini baru 14,17%, hal ini menjadi tantangan pemerintah untuk menyusun formulasi dan kebijakan yang tepat dan efektif untuk terus mendongkrak nilai ekspor UKM kedepan, meski PDB Negara mampu siap 60%.

Kontribusi UMKM terhadap rantai produk global dibanfingkan dengan produk-produk ASEAN, hanya 6,3%. Tapi tidak hanya ekspor, pemerintah akan mendorong produk UKM Indonesia merajai pasar dalam negeri. Saat ini pasar kita sangat dikuasi oleh produk-produk import.

Karena standardisasi kita tidak berstandardisasi global. Sehingga begitu masyarakat global ingin mengkonsumsi produk UKM apakah itu makanan, furniture, handicraft, dsb. Mereka akan lebih memilih produk yang berstandardisasi global, ungkap Veronica.

Pemerintah mendorong UKM Indonesia menghasilkan produk yang unik, yang spesifik dan terstandardisasi. Ini menjadi selling point dalam menjual produk-produk UKM itu sendiri. Terutama produk  makanan dan minuman harus memastikan diri masuk kategori halal. Karena mulai tahun ini, pemerintah sudah menetapkan bahwa produk makanan dan minuman harus berstandar halal.

Kalo tidak memiliki label halal, dapat  diklasifikasikan menjadi produk tidak halal. Hal itu juga berdampak pada kurang meyakinkan produk pada masyarakat Indonesia sendiri, yang dominan masyarakat muslim yang menuntut produk makanan, prosesnya, bahan bakunya halal.

Produk kerajinan Indonesia yang merupakan hasil talenta, inovasi, kreatifitas sebaiknya dapat segera melindungi hak ciptanya. Pemerintah mengambil perhatian penuh sehingga mendorong hak cipta, hak merek segera dimanfaatkan oleh UKM dan pemerintah memberikan fasilitasi sertifikasi dan standardisasi. Sehingga harapan dari pemerintah produk UKM bisa masuk dikancah global.

Pentingnya Standardisasi dan Sertifikasi produk KUMKM

Dua program dari Kemenkop dalam standardisasi dan sertifikasi adalah konsultasi dan pemberkasan dokumen, Termasuk adanya fasilitas pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, Halal,  ISO, HCCP, SNI.

Untuk para pelaku UMKM, klasifikasi HKI dan sertifikasi dari Kemenkop dapat dilihat pada paparan gambar berikut:

Fasilitas standarisasi dan sertifikasi Kemenkop

Fasilitas standarisasi dan sertifikasi Kemenkop

(Sumber: Kemenkop RI)

Saat ini total permohonan dari UMKM dan non UMKM untuk merek baru 1,2 juta UKM, Paten 149.687, Cipta 997.554, Desain Industri 72.093, Rahasia Dagang 168, dan Indikasi Geografis 138. Sedangkan ada 64 Juta UMKM yang terdaftar di Kemenkop UKM. (Sumber : Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM)

Hal ini, yang membuat kopi toraja telah dipatenkan di Jepang. Kopi mandailing, kopi gayo jika tidak dilindungi hak patennya maka bisa dipatenkan juga diluar negeri. Hukumnya, siapa yang pertama mempatenkan itu yang berhak, ini yang UKM harus berlomba, hanya ada resikonya ujar Veronica” jika UKM tidak konsisten memproduksi produksi, sertifikasi akan merusak reputasi merek produk tersebut”.

Tantangan Indonesia kedepan defisit neraca transaksi lebih besar, lebih banyak impor daripada ekspor. Peranan UKM pada produk makanan, fashion dan handicraft memegang peranan penting. Ikuti standar global, pertahankan merek, baru masuk pasar global.

Hal itu cara produk UKM dapat bersaing. Pemerintah asing sangat paham karakter UKM Indonesia yang inginnya instant, kurang detail dalam produk, sehingga menjadi celah bagi mereka dalam menguasai pasar di Indonesia dan global. Salah satu urgensi pemerintah saat ini mendorong kearah sana.

Veronica juga menjelaskan definisi dari standarisasi dan sertifikasi serta mengapa saat ini menjadi sangat penting diketahui oleh para pelaku UKM, yakni:

  • Standarisasi adalah upaya menjaga menjaga kualitas produk. Jika produk sudah memiliki standar, maka buyer dari luar negeri tak perlu ke Indonesia untuk melakukan cek produk, cukup melihat stempel ISO, HCCP, SNI
  • Sertifikasi adalah penyesuaian dan upaya UKM untuk menunjukkan kepada dunia jika telah memiliki standar tertentu.
  • Permodalan atau Investasi, jika sudah dilindungi dan memiliki hak cipta yang memiliki masa 10 tahun, sehingga ada hak terhadap merek selama 10 tahun. Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi investor ketika akan berivestasi pada UKM Indonesia. Paling tidak pemerintah atau pihak asing dapat merancang invetasi sebelum 10 tahun modal dapat kembali.
  • Pengembangan usaha, usaha dapat di kembangkan menjadi lebih luas dengan sistem waralaba. Untuk produk yang telah tersertifikasi maka konsumen akan semakin yakin karena produk sudah pasti terjamin.

Kendala Mendapatkan HAKI Bagi UMKM

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPD Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) DIY Emirita Pratiwi mengatakan, HAKI bagi UMKM hal yang sangat penting karena termasuk dari aset berharga yang dimiliki.

“Perlindungan terhadap produk atau karya dengan HAKI sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk menghindari pembajakan dari competitor. Karena persaingan bisnis seringkali tidak mengindahkan etika sehingga menimbulkan pembajakan dan pemalsuan produk”, kata Emirita.

Bagi Emirita, produk hasil pembajakan tersebut juga bisa muncul karena daya beli masyarakat dimana produk palsu tersebut mrmiliki harga jual yang lebih rendah dari produk aslinya. Produk yang sedang ngetren cenderung menjadi korban dari pembajakan atau pemalsuan produk dan lebih laku dipasaran.

Hanya saja, ungkap Emirita, ada beberapa kendala bagi UMKM dalam mendapatkan HAKI. Diantaranya, pendaftaran HAKI memerlukan waktu panjang dan biaya besar, proses produksi untuk memunculkan produk batu membutuhkan waktu, biaya, dan investasi yang besar pula. UMKM seringkali malas untuk mengurus HAKI karena kendala-kendala tersebut.

Hal senada dikatakan Direktur Koperasi Serba Usaha (KSU) Asosiasi Pemasaran Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (Apikri) Yanti Sukamta terkait kendala UMKM mengurus HAKI.

Menurut Yanti, selain proses lama dan biaya tak sedikit, UMKM juga terkendala ketika sertifikat hak paten desain sudah keluar namun tren produk tersebut juga sudah memudar. Beberapa produk yang dihasilkan KSU Apikri diantaranya miniatur dari kayu, produk bambu, produk natural, painted product, asesoris fesyen, coconut product, dan sebagainya.

“Produk unggulan kita saat ini adalah peti mati berbahan natural rotan kombinasi pandan dan gedebong pisang. Sudah ada sejak 2008 dan sudah dipasarkan hingga ke UK. Menyusul akan masuk pasar Belanda dan Australia”, Ujar Yanti.

Yuk, dalam memperingati Hari Nasional UMKM setiap tanggal 12 Agustus ini, para pelaku UMKM kita manfaatkan fasilitas dari Kemenkop ini agar naik kelas dan dapat bersaing secara global.

UMKM Berdaulat, Eonomi Bangsa Hebat!

Bagikan Jika Bermanfaat

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

Instagram has returned invalid data.

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top