Indo Blog Net

Inspirasi

Penting Banget Lho, Jadi Orangtua Asyik di Zaman Now. Yuk, Simak Caranya!

Tips menjadi Orangtua asyik
Orangtua Asyik, keluarga pun bahagia (credit: @monaratuliu)

Menikah lalu memiliki keluarga yang bahagia, harmonis, anak-anak tumbuh berkembang dengan baik, sopan, berprestasi, adalah dambaan setiap orang.

Namun kenyataannya tak semudah membalikkan telapak tangan. Sudahkah kita siap menghadapi perilaku anak-anak yang tumbuh di era teknologi yang cepat seperti sekarang ini?

Anak zaman now, begitu sebutannya, memiliki pola pikir yang jauh berbeda dengan zaman dulu.

Kecanggihan teknologi membuat mereka malas gerak (mager), asyik pada dunianya sendiri, tontonan adalah teman setianya. Perhatikan saja, hampir semua anak nampak sering memegang gadget dibanding buku.

Sedikit saja kurang perhatian pada mereka, mereka akan berontak, mengikuti cara-cara liar yang pernah mereka lihat pada tontonan, sering bicara kebablasan, dan kurang beretika baik.

Bahkan kalau dikerasi guru, malah berbalik menyerang, orangtua pun lapor ke polisi.

Ah, Ironis.

Padahal dulu kita tidak seperti itu kan? Zaman dulu, mana pernah nonton ratusan channel televisi? Mana pernah asyik main game online? Mana pernah bisa pesan gofood? Mana pernah berani melawan guru?

Namun sayangnya masih banyak orangtua yang tidak memahami hal ini. Mereka justru jadi pusing dan akhirnya cuek, ikutan sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Jarang ngobrol, tidak mengerti maunya anak, bahkan berkumpul pun tidak.

Wah, bahaya banget itu.

Anak akan kesepian, bingung, jadi tidak nyaman berada di dekat orangtua karena selalu salah dan kena marah.

Akhirnya mencari jati dirinya sendiri, mereka mencari kenyamanan bersama teman-teman dan internet.

Bersyukur jika bertemu dengan teman yang baik, tapi bagaimana jika temannya buruk dan malah melakukan hal-hal yang jauh dari pantauan orangtua, ngeri deh.

Kalau sudah begini, salah siapa?

Adalah salah orangtua.

Ya, salah orangtua yang tidak mau belajar menghadapi perkembangan generasi zaman now.

Salah orangtua yang tak mau menerima kenyataan bahwa pola pendidikan sudah berubah sesuai zamannya, berbeda dengan pola orangtua dulu.

Lalu sebaiknya bagaimana?

Kalau sudah begini, mau tidak mau kita harus merubah total cara mendidik anak, berubah menjadi orangtua yang asyik.

 

Orangtua yang asyik

Yap, fenomena inilah yang membuat pasangan artis Mona Ratuliu dan suaminya Indra Brasco mengambil inisiatif menjadi orangtua yang menyenangkan, yang asyik bagi anak-anak.

Dalam acara Symphosium Fantasy di Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa minggu lalu, mereka memaparkan kehidupan keluarganya saat ini, di hadapan ratusan mahasiswa.

Indra dan Mona bercerita mengenai ketiga anak mereka yang sudah tumbuh besar dan memiliki karakter yang jauh berbeda satu sama lain.

Meskipun begitu, Indra dan Mona tetap memberikan aturan dan tanggung jawab yang sama. Walaupun pelaksanaannya berbeda karena setiap anak harus disesuaikan dengan porsi dan kemampuan masing-masing.

Mereka mencoba mendidik melalui pendekatan, kenyamanan, kebersamaan, dan saling berdiskusi.

Baginya, orangtua jangan hanya bisa menyuruh tapi tidak mau mencontohkan. Anak itu bisa diajak bicara, kok.

Apalagi mereka berdua merasa bahwa anak-anak ini hidup di zaman yang mengalami pergantian profesi yang amat cepat.

Sekarang, profesi yang menggiurkan itu bukan lagi hanya menjadi PNS, ternyata profesi sebagai youtuber, selebgram, makeup artist, dan lainnya juga sangat menarik bagi anak zaman now.

Jadi, Mona mengajak kita untuk fleksibel, jangan lagi fokus hanya pada pendidikan akademik saja, namun berbagai keterampilan harus dikuasai agar siap, tidak kehilangan arah.

Ada hal yang menarik, meskipun mereka berdua sibuk sebagai entertainment, namun bila sampai di rumah, aturan berkeluarga tetap dilaksanakan dengan baik.

Idealnya memang begitu.

Sesibuk apa pun, peran orangtua tetap bertanggung jawab pada pendidikan mental dan spiritual selama di lingkungan keluarga.

Mona sempat menyayangkan sikap pemerintah yang ingin mengadakan sistem fullday school, seharian anak-anak berada di sekolah.

Dia menganggap bahwa pemerintah seperti takut dan kurang mempercayai pola asuh anak-anak oleh orangtuanya sendiri.

Padahal sibuk bekerja itu bukan alasan untuk tidak mau peduli dengan anak. Jangan sampai orangtua merasa bahwa pendidikan itu cukup di sekolah saja.

Di dalam buku karangannya yang berjudul “Digital Parenthink”, Mona menyarankan kita semua untuk menjadi orangtua yang asyik, mau turun tangan menyambut mereka yang butuh perhatian dan pendampingan.

 

Bagaimana cara menjadi orangtua yang asyik?

Begini tipsnya:

1. Berikan apresiasi kepada anak-anak agar selalu memiliki semangat juang. Jangan ajarkan bersaing, namun ajarkan bagaimana harus berjuang. Selalu ingatkan bagaimana saya hari ini, apa lebih baik dari kemarin?

2. Ajak mereka mengambil keputusan, berikan target waktu, agar anak-anak bisa menemukan formula harus apa dan bagaimana terhadap aturan hidupnya.

3. Berikan ketentuan waktu misalkan untuk main dan nonton mereka harus bereskan buku pelajaran dulu hingga jam sekian. Namun jika ternyata mereka salah menentukan waktu, konsekuensinya harus tetap dijalani, yaitu tidak boleh nonton atau main.

4. Jangan lupa, berikan reaksi positif saat anak bisa mengerjakan tugasnya dengan baik, berikan pujian sebagai reward. Jangan cuma bisa marah dan peduli saat mereka melakukan kesalahan tidak mengikuti aturan.

5. Terus cari ilmu, tips dan trik menjadi papa mama yang asyik buat anak-anak, seumur hidup manusia itu harus belajar. Indra bahkan belajar dengan istrinya agar menjadi ayah yang asyik.

6. Indra merasa banyak para ayah yang cuek, sibuk dengan dirinya sendiri. Padahal bisa saja ayah mengajak main atau olahraga bareng bersama anak-anak. Itu asyik banget lho..

7. Suami istri itu harus kompak dalam pengasuhan. Keduanya wajib menerapkan peraturan yang sama, tanggung jawab yang sama, meskipun pelaksanaannya disesuaikan dengan masing-masing karakter anak yang satu sama lain berbeda.

8. Bahkan saat menghadapi peraturan yang berseberangan dengan kakek nenek, orangtua harus tetap punya sikap.

9. Mona punya triknya, jika nenek kakek memberikan coklat, anak tetap harus minta izin kepada ayah ibunya yang pertama kali sudah memberikan aturan. Namun, bolehlah sesekali keputusannya pada nenek dan kakek. Kalau nenek tetap memberikan, ya anggap saja itu sebagai hadiah. Tapi, ketika nenek kakek pulang, aturan kembali seperti semula.

10. Intinya pembelajaran itu harus didukung konsistensi dan kontinue. Apalagi anak-anak di bawah 7 (tujuh) tahun, otaknya belum banyak berfikir yang ini kotor, ini banyak kuman. Tapi mereka hanya melihat contoh yang terus menerus. Ajarkan kebiasan yg konsisten seperti buang sampah, cuci tangan, menaruh barang pada tempatnya.

11. Begitu anak memasuki usia lebih dari 7 tahun, mulailah ajari belajar dengan otak dan hati. Ajak berfikir, berempati, beri peraturan secara konsistensi dan komunikasi.

12. Jadilah orangtua yg asyik dengan cara pasang kepala, telinga, mulut, mata, dan hati. Insyaallah calon penerus kehidupan akan nyaman bersama kita.

***

Begitulah tips dan cara menjadi orangtua yang asyik bagi anak jaman now menurut Mona dan Indra. Hal ini bisa kita lho jadikan konsep pendidikan yang baik untuk mempersiapkan masa depan.

Teruslah belajar menjadi orangtua. Rumah tangga adalah ajang kelas belajar. Belajar sabar, belajar konsisten, belajar parenting, belajar komunikasi.

Pernikahan bukan masalah aku dan kamu tapi kita. Bukan tuh anakmu, tapi anak kita, dan sepakat membangun pola asuh bersama.

K-Link Memberikan hadiah pada orangtua yang asyik jaman now

Sebagai bentuk kepedulian K-Link Indonesia untuk kebahagiaan keluarga dan kualitas sumber daya manusia, K-Link memberikan dukungan dalam bentuk pemberian produk-produk kesehatan dan kecantikan yang berkualitas untuk para narasumber.

Kemajuan generasi dimulai dari keluarga. Presiden Direktur K-Link Indonesia, Dr. Radzi Saleh berharap semoga dukugan ini bisa memberikan manfaat bagi kesehatan keluarga secara jasmani.

K-Link juga mengapresiasi kepada mahasiwa IPB yang aktif dan kreatif menggelar acara-acara seperti ini. Semoga ke depannya, bisa lebih ditingkatkan kuantitasanya 🙂

follow me

lia_lathifa

Author at Blogger
ibu rumah tangga, blogger.
lia_lathifa
follow me
Bagikan Jika Bermanfaat

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Why VIDEO CONTENT Needs to Be a Part of Your Content Marketing Strategy 😎
.
To stand out and to build trust among your audience, it’s incredibly important to get in front of a camera 😜
.
That’s why you see NEIL PATEL suddenly pumping out more and more videos!
.
Below we're going to outline exactly why so many marketers are choosing video and why you should consider it for your business or brand as well, Guys! 😉
.
1⃣ Youtube Can Drive Great TRAFFIC
.
Having your video on YouTube gives you a chance at ranking for those big keywords you’ve always dreamed of ranking for
.
2⃣ Social Media Makes Videos Easy to View
.
Unlike blog posts which require users to actively click through to your content, videos show up and are playable on Facebook, Twitter, LinkedIn, and even in your Gmail inbox 📧
.
3⃣ Videos Can Build a Crazy Amount of TRUST
.
When you’re selling anything you need to build trust, and video content is one of the best ways of doing that because it literally lets the user have a more personal experience 😍
.
They see you or your product and they hear your pitch. It is so much more personal than a blog post
.
4⃣ People Really LIKE Video Content
.
Not only does video content build trust and drive traffic, but people also really want you or your company to create videos 📽
.
A HubSpot sales statistic found that 43% of people want to see more video content from marketers
.
HubSpot also found 51.9% of marketing professionals worldwide name video as the type of content with the best ROI
.
Credit: influencive.com
.
#mbcsosmedcontent #mbcommunication #indoblognet #brandingagency #digitalagency #marketingagency #digitalmarketing #digitalbranding #digitalpromotion #jasaseo #seocoaching

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top