Agama

Akal Bulus Bertahtakan Batu Akik dan Keris

Surabaya di tahun 1999.

Seorang laki-laki berambut cepak datang ke rumah mengantar undangan. Karena saya tidak bisa datang maka saya bantu sedikit biaya untuk pernikahan putrinya. Sebulan kemudian dia datang lagi dengan membawa batu akik plus minyak wangi yang baunya tidak saya sukai. Katanya benda-benda itu asalnya dari Prabu Brawijaya di Mojokerto. Saya mengangguk-angguk tapi sambil menahan tawa.

“Mbak….(dia menyebut salah satu putri pejabat penting di republik ini) juga ambil akik ini, Gus”. Eeehhh dia memanggil saya dengan sebutan Gus.

Saya tanya, “Berapa pakde, harga semua benda itu?”

“Akik dengan minyaknya jadi Rp. 269.312″.

Walau harga yang disebutkan menggunakan angka-angka aneh, saya pasti tahu dong kalau dia itu sebenarnya sedang berusaha membohongi saya untuk mendapatkan uang.

Sejak saat itu, dia seperti menjadi langganan saya. Dia rumahnya memang di Mojokerto. Setiap datang selalu naik Vespa dan berpakaian safari. Setiap dia datang dan belum ketemu saya, dia bisa tidur-tiduran di kamar sopir. Anak buah saya sudah sangat hafal karena seringnya berkunjung ke rumah saya.

Ketika ke Jombang, saya cerita kepada paman dan menantu saya tentang dia.

Paman saya tertawa sambil berkata, “Kenapa gak bilang saya, wong dia sejak kecil tukang tipu. Dia itu koncoku yang ndableg, kok”. Keterangan ini juga diperkuat oleh menantu saya yang juga bilang bahwa pria berambut pendek itu teman ibunya dan memang kerjanya menipu sana-sini. Tampaknya laki-laki berambut cepak itu pengangguran.

Klimaksnya terjadi ketika saya sudah beberapa tahun pindah ke Jakarta. Suatu hari si cepak tiba-tiba muncul di kantor. Wah, dari mana dia mengetahui alamat dan letak kantor saya, ya. Dia berkata, “Eyang bilang kok Gus Lik kayaknya kariernya agak mendung dan belum mendapat job yang baik, maka saya diutus ke sini untuk melihat situasinya”. Saya mengangguk-angguk. Saat itu karir saya memang lagi tersendat. Namun saya tak mempercayai ucapannya lagi. Saya meyakini apa yang terjadi pada diri saya sudah diatur oleh Subhanahu wa Ta’ala. Jangankan batu akik, manusia saja belum tentu bisa menolong memecahkan masalah orang lain jika Allah tidak menghendaki.

Hmmm, kumat lagi bohongnya. Inilah saatnya untuk mem-PHKnya. Saya kasih dia sangu pas hanya untuk ongkos kereta api dan makan nasi pecel. Sejak saat itu, dia nggak pernah menemui saya lagi.

Keris bertuah

Ini kisah yang lain lagi. Pada suatu malam sopir saya memberi tahu bahwa ada seorang pemuda yang ingin bertemu saya. Setelah berbasa-basi sejenak, pemuda agak gondrong tersebut mengaku sebagai Pejalan Kaki Keliling Indonesia. Saya tahu arahnya. Selain minta restu tentu juga mengharapkan sangu.

Sebelum pamitan, dia menyorongkan dua bilah keris yang katanya didapat dalam perjalanan dan lumayan ampuh untuk segala keperluan. Saya tebus keris itu seharga Rp.150.000. Pemberian uang itu bukan karena keampuhan kerisnya, tetapi hanya sekadar untuk sangu selama perjalanan. Maklum, saya tidak begitu hobi mengoleksi keris. Ketika pemuda itu berpamitan untuk pulang, saya pesankan kepada dia agar meneruskan hobi jalan-jalan keliling Indonesia supaya lebih mengenal tanah airnya yang indah.

Ternyata, pemuda itu datang lagi pada malam hari berikutnya. Tahukah Anda apa yang dia bawa? Setumpuk keris, bukan main, dapat dari mana benda itu kok banyak amat. Kontan saya bilang, “Kalo keris sebanyak itu pasti nggak ada ampuhnya lagi”. Saya tertawa geli melihat kelakuan pemuda itu. Barangkali dia mengharapkan uang lebih dari saya. Jika kemarin dua bilah keris saja saya bayar Rp.150.000, mungkin dengan menyerahkan keris setumpuk pemuda gondrong tersebut berharap akan mendapat imbalan uang jutaan rupiah dengan mudah dari saya. Mimpi kali, yeee.

Saya suruh pemuda itu segera menghilang dari pandangan sebelum saya berubah perangai. Maklum, saya paling benci ditipu. Bayangkan, ketika kita sedang menaruh kepercayaan kepadanya, eh di belakang kita dia tertawa terbahak-bahak sambil berkata kepada teman-temannya, “Baru dapat kakap nih, pejabat kena tipu dua kali”. Apa tidak sakit rasanya.

Besok paginya saya ceritakan kejadian tersebut kepada wakil saya, dia tertawa ngakak, “Whua..ha..ha, komandan tertipu. Pemuda itu juga sudah ke rumah saya semalam dengan membawa keris banyak”. Wah, pemuda gondrong itu rupanya memang penipu ulung dan bernyali besar. Jangan-jangan acara jalan kaki keliling Indonesia yang diceritakan itu juga termasuk salah satu akal bulusnya untuk meyakinkan sasarannya.

***

Ketika manusia sedang tertimpa musibah, sakit, kesulitan ekonomi, atau masalah-masalah lain ada kemungkinan tergoda untuk lari dari Tuhannya. Tak heran jika ada yang terpengaruh oleh benda-benda yang dikampanyekan sebagai bertuah atau ampuh untuk segala keperluan. Ketika dia dilanda kebingungan dia tak segan-segan mendatangi ‘orang pintar’ yang dianggap bisa menolongnya dari aneka masalah. Jika iman tidak kokoh-kuat maka dia bisa berbuat syirik. Ini yang berbahaya karena syirik atau mempersukutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan dosa besar. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya”. (QS. An Nisa’: 48).

Kedua laki-laki di atas berusaha mendapatkan penghasilan dengan cara menipu yang bisa mendorong orang lain untuk berbuat syirik.  Alhamdulillah saya tidak terpengaruh akal bulusnya. Semoga dosa mereka diampuni. Aamiin.

Source image: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan [email protected]

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • YouTube saat ini bisa jadi lahan yang mendatangkan penghasilan lumayan, lho. Makanya makin banyak nih para YouTuber yang bermunculan. YouTube juga bisa jadi sarana promosi yang kekinian bagi para marketer 😀
.
#indoblognet #mbcommunication #youtube #youtuber #marketer #socialmedia #promotion

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top