lomba blog

Pengenalan Jurusan Teknik Lingkungan Tanpa Terkesan Seperti “Text Book”

Judul Buku      :  Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan

Penulis             :  Widyanti Yuliandari

Penerbit           :  PT. Gramedia Pustaka Utama

Cetakan           :  Pertama, 29 Februari 2016

Tebal                :  xviii+106 halaman

ISBN                 :  978-602-03-2608-5

Harga               :  Rp. 40.000,00

Buku “Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan” ini merupakan salah satu seri dari judul buku “Kuliah Jurusan Apa?” yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama bekerja sama dengan agensi naskah Indscript Creative. Ada beberapa judul buku sebelumnya yang telah terbit, seperti Jurusan FISIP, Farmasi, Hukum, Seni Rupa dan Desain, Teknik Kimia, dan lain-lain. Total ada 11 judul buku dalam seri ini yang telah terbit, termasuk buku Jurusan Teknik Lingkungan (TL) ini.

Buku ini ditulis oleh Widyanti Yuliandari, seorang penulis dan blogger yang merupakan alumnus Teknik Lingkungan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Surabaya angkatan ‘97. Dengan latar belakang pendidikan yang sesuai dengan materi buku ini, penulis memang terlihat menguasai betul dan menjiwai isi buku. Apalagi Widyanti telah berkarier sebagai PNS di Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Bondowoso sejak tahun 2002 hingga sekarang, tentu menjadikan wawasan dan pengalamannya di bidang Teknik Lingkungan semakin dalam dan luas.

Pandangan pertama seorang pembaca terhadap sebuah buku biasanya adalah sampul atau cover buku. Untuk buku ini, pertama kali melihat covernya, menurut saya ini adalah cover yang menarik sekali. Berwarna hijau muda cerah berpadu dengan segaris hijau tua di bagian bawah, dengan ilustrasi mengenai teknik lingkungan yang simpel dan manis. Eye catching sekali. Blurb di sampul belakang juga cukup lengkap dan jelas sebagai sinopsis dari isi buku. Sedangkan isinya, cukup jelas dengan penataan yang rapi dan font yang pas, juga ada sedikit ilustrasi di tiap awal bab. Jadi, secara fisik buku ini menarik untuk dibaca.

Buku ini berisi kupas tuntas mengenai Jurusan Teknik Lingkungan, yang meliputi pengenalan awal jurusan TL, apa saja yang dipelajari di TL, TL di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia, pilihan karier bagi alumnus TL, dan kisah para alumni jurusan TL.

“Teknik Lingkungan adalah petualangan dan kegembiraan. Teknik Lingkungan adalah perpaduan indoor-outdoor. Teknik Lingkungan adalah perkawinan ilmu teknik sipil-teknik kimia” (hal. 3). Demikianlah sedikit gambaran awal yang diberikan penulis tentang jurusan TL.

Untuk masuk jurusan TL, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan, yang merupakan modal utama. Hendaknya para calon mahasiswa punya modal kesukaan terhadap mata pelajaran matematika, fisika, kimia, dan biologi. Kemampuan menggambar tidak mutlak, karena menggambar secara teknik menggunakan alat bantu ataupun software. Dan yang terpenting, calon mahasiswa TL mestinya memiliki minat terhadap lingkungan dan pelestarian lingkungan. Sehingga hendaknya menyukai kegiatan outdoor, karena dalam kegiatan prakteknya akan membutuhkan turun langsung ke lapangan (hal. 4-5).

Penjelasan tentang apa saja yang dipelajari di TL, ada di Bab 2 buku ini. Penulis menjelaskan satu per satu mata kuliah yang akan ditempuh di jurusan TL. Total ada 42 materi/mata kuliah yang dijabarkan plus 9 kegiatan praktikum baik di laboratorium maupun di lapangan. Hal ini penting diketahui calon mahasiswa TL sebagai gambaran utuh mengenai materi apa saja yang akan diterima di bangku kuliah. Dengan melihat jabaran materi-materi tersebut, calon mahasiswa akan bisa mengukur kemampuan serta minatnya di jurusan ini.

Memang mata kuliah yang dipelajari di TL akan sangat banyak dan luas, dari mata kuliah khas TL seperti menggambar teknik, hidrolika, perpetaan, sampai statistik lingkungan, menghitung rencana anggaran biaya, hingga menyangkut aspek hukum dan perundangan yang berkaitan dengan lingkungan. Seperti peraturan perundangan yang berkaitan dengan pengelolaan kualitas udara, atau regulasi pengendalian pencemaran badan air.

Selain mata kuliah-mata kuliah dan kegiatan praktikum tersebut, seyogianya mahasiswa TL juga menguasai skill tambahan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja nyata selepas kuliah nantinya.  “Memiliki nilai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) yang cemerlang saja bukanlah jaminan. Ada sejumlah kemampuan lain yang seyogianya harus dimiliki untuk memberi nilai tambah” (hal. 31).

Pada Bab 3, penulis memberikan ulasan jurusan TL di berbagai Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia. Profil jurusan tersebut diulas secara ringkas namun cukup jelas, yang diantaranya mengupas tentang sejarah jurusan TL di tiap kampus, fasilitas, akreditasi, hingga alamat kampus beserta website-nya. Penulis juga menyertakan daftar jurusan TL di sejumlah Perguruan Tinggi beserta akreditasinya.

  • Selanjutnya di Bab 4 dijelaskan pilihan karier bagi alumnus TL. Bahwa seorang lulusan TL memiliki kesempatan berkarier diantaranya di lembaga pemerintahan, pendidikan, lembaga non pemerintah, dunia swasta, hingga menjadi entrepreneur atau technopreneur. Pilihan karir ini dibuktikan dengan kisah alumni yang ditulis di Bab 5.

Dalam kisah alumni, terdapat kisah beberapa alumni TL dari berbagai Perguruan Tinggi. Hal ini dimaksudkan penulis untuk mengenalkan secara lebih nyata pada profesi yang bisa diisi oleh lulusan TL. Ada kisah suka duka para alumni hingga kesuksesan mereka dalam profesinya di bidang TL. Salah satu alumni yang bernama Arisandi Dwi Harto, bahkan mau membagi kisahnya secara panjang lebar dalam buku ini. Beliau memberikan gambaran secara jelas sejak bagimana awal memilih jurusan TL, masa kuliah di TL, hingga proses jenjang karirnya sejak masa kuliah hingga sekarang.

Beberapa alumni juga memberikan masukan dan atau motivasi kepada calon mahasiswa yang hendak kuliah di TL. Diantaranya, “Begitu banyak jenis ilmu yang bisa didapat dan sangat terbuka peluang untuk bisa berkarya di berbagai bidang setelah lulus kuliah nanti” (hal. 72).

“Saya berharap pelajaran etika dan komunikasi menjadi bagian dari mata kuliah di TL agar lulusan TL ke depan lebih baik dan tahan banting seperti lulusan dulu” (hal. 97).

Menulis buku mengenai pengenalan jurusan kuliah semacam ini, Widyanti sengaja memasukkan pengalaman pribadinya selama kuliah di jurusan TL pada bab awal bahkan pada prakata di buku ini, dengan tujuan agar buku ini dapat lebih hangat menyentuh pembaca. Seperti dituliskannya lagu angkatan 97 TL-ITS (angkatan penulis) yang berjudul “Jreng-jring”. Pembaca diajak memasuki dunia TL dengan gembira, seperti yang pernah dirasakan oleh para mahasiswa TL saat kuliah. Pembaca diajak berimajinasi tentang apa saja yang dilakukan mahasiswa TL selama masa kuliah. Selain agar lebih hangat, buku ini diharapkan tak menjadi sekadar text book tentang jurusan TL yang dingin dan kaku. Dengan bahasa yang lugas, santai, dan mudah dipahami atau tidak rumit, buku ini menjelaskan secara detail tentang jurusan TL.

Penulisan buku ini mendapat dukungan penuh dari lingkungan jurusan TL-ITS. Hal itu salah satunya dibuktikan dengan adanya kata sambutan dari Rektor ITS dalam buku ini juga testimonial oleh salah satu dosen TL-ITS. Dalam sambutannya, bapak rektor memberikan gambaran TL secara jelas, dan mengapresiasi buku ini karena pengenalan jurusan kuliah yang ditulis oleh kalangan praktisi (non akademis) yang juga aparat pemerintah. Bukan oleh dosen atau staf pengajar aktif di Perguruan Tinggi. Sehingga dengan penyampaiannya yang akrab dan tidak rumit, diharapkan isi buku ini mampu dipahami secara mudah oleh pembaca.

Kesempatan menjelaskan sedikit gambaran tentang jurusan TL diantaranya ditulis oleh Rektor ITS sebagai berikut: “Teknik Lingkungan menitikberatkan pada kemampuan mendesain atau dalam bahasa lainnya, merekayasa suatu sistem dengan penyediaan infrastruktur agar pembangunan fisik bisa tetap berlangsung dengan dampak lingkungan yang sekecil mungkin” (hal. xiii).

“Pendeknya, seorang sarjana Teknik Lingkungan akan merasa tertantang untuk mendesain bangunan atau peralatan yang dapat digunakan untuk mengolah dan mengurangi dampak pencemaran dengan ilmu teknologi yang dikuasainya” (hal. xv).

Menurut Widyanti, seperti yang ditulis di blog pribadinya, buku ini ditulis untuk memahamkan calon mahasiswa tentang jurusan Teknik Lingkungan, salah satunya agar calon mahasiswa tidak salah dalam mengambil jurusan. Karena berdasarkan pengalamannya dahulu, ada beberapa temannya yang balik kanan dan berganti jurusan karena merasa salah masuk jurusan TL.

2016-05-06_14.29.41

Sedikit typo di buku “Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan”

Mengenai penulisan, sepanjang saya membaca buku ini, nyaris tak ada typo (salah ketik) yang saya temui. Hanya di halaman 12, 92, dan 93 saya menemui typo yang sebenarnya juga tidak begitu mengganggu. Padahal, saya lihat tak ada nama editor di halaman copyright buku ini. Mungkinkah editing dilakukan oleh penulis sendiri? Apapun, saya simpulkan buku ini sangat nyaman dibaca, tidak membuat mata dan pikiran protes.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh para calon mahasiswa, adik-adik SMU yang sedang mencari jurusan yang tepat sesuai minat dan bakatnya, bagi mereka yang ingin tahu lebih dalam tentang jurusan Teknik Lingkungan, agar jika mereka nantinya memilih jurusan ini, mereka tidak merasa salah jurusan. Selain itu, buku ini juga cocok untuk bahan bacaan bagi orang tua dalam mendampingi pitra-putrinya, guru (terutama guru SMU dan sederajat) dalam membimbing siswa-siswinya, dan mereka yang peduli dengan pemilihan jurusan bagi adik-adik yang hendak kuliah.

Editor: Indoblognet

Diah Kusumastuti

Blogger, Muslimah, Mom 2 Kids.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai Mitra Blogger dan Netizen Bekasi!  Yang suka jalan2 dan tertarik mengabadikan perjalananmu dalam visual foto yang menarik ! Kayaknya sayang banget melewatkan kesempatan ini.  Ngelmu foto bersama Polytron Prime 7 dan  travel blogger keren Ashari Yudha @catatanbackpacker

Gratis loh, plus berkesempatan ikutan lomba IG berhadiah merchandise dan lomba blog berhadiah uang tunai. 
Kesempatan terbatas!!! Buruan daftar ya >> bit.ly/PolytronBekasi

Info lebih lanjut hubungi @miramiut : 0858 8335512

Ditunggu pendaftaran paling lambat Minggu, 17 Desember 2017, pukul 12:00 Wib.

#Breakresistant
#Prime7
#ARSC #smartphonepolytron

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top