Opini

PARTAI BERINGIN: Semakin Rindang atau Bergugurankah ?

partai golkar

Tentunya masih segar diingatan setiap orang mengenai eksistensi Golkar saat masa Orde Baru. Suatu golongan yang memegang dominansi kekuasaan pada saat itu. Dapat dikatakan suatu golongan yang “ditakuti”, dengan kepala penggeraknya yang merupakan seseorang militeristik dengan kharismatik tinggi yakni Soeharto. Selama berada di bawah naungan Soeharto partai ini mampu eksis hingga kurang lebih tiga puluh tahun lamanya.

Saat ini partai penguasa Orde Baru ini gencar di bicarakan oleh masyarakat dan mampu menyita perhatian sebagian besar warga dengan dilaksanakannya Munaslub yang dilakukan 14-17 Mei 2016 di Bali Convention Center, Nusa Dua, Bali. Apa sebenarnya yang membuat Munaslub kali ini begitu  “heboh” dan menarik untuk diikuti bersama ?

Menarik untuk diamati figur-figur yang maju mencalonkan diri menjadi calon ketua partai dengan lambang pohon beringin ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Golkar merupakan suatu partai yang dipandang “elite” dengan banyak figur di dalamnya dapat dikatakan “mampu”. Lihat saja sosok Aburizal Bakrie seorang pengusaha yang tidak perlu ditanyakan lagi soal kekayaan yang dimilikinya dan bagaimana pengaruh yang diberikannya selama memimpin partai ini. Nampaknya tak berbeda dengan tokoh-tokoh yang mencalonkan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar periode berikutnya yang dapat juga dikatakan “beruang”. Masyarakat tentunya sudah tahu mengenai mahar yang dibayarkan oleh setiap calon ini sebesar 1 miliar rupiah. Tentunya angka yang sangat tinggi jika dipandang oleh masyarakat awam kita.

diskusi golkar

Selain mahar yang menghebohkan ini, ada hal lain yang meciptakan pertanyaan besar di setiap benak masyarakat Indonesia. Apalagi jika bukan masalah kredibilitas para calonnya. Mengapa sosok yang penuh dengan skandal dapat menjadi caketum partai ini ? Citra apa yang sebenarnya hendak dibangun oleh partai ini ? Apakah seseorang yang “beruang” mampu mengalahkan rekam jejaknya yang sudah dikenal buruk dimasyarakat ? kurang lebih pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kini menghantui benak masyarakat kita.

Mas Dimas Oky Nugroho yang merupakan pengamat politik menyampaikan “Kita sebagai partai politik tentu butuh uang untuk menggerakkan partai, dengan memiliki cukup modal maka partai tidak akan merongrong keuangan negara sehingga tidak merugikan negara dan masyarakat banyak” . Demikianlah hal yang disampaikan beliau saat pertemuan perkuliahan umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Udayana pada 13 Mei 2016 lalu.

dimas oky nugroho

Penulis sendiri menyetujui apa yang disampaikan oleh Mas Dimas, namun semahal itukah harga untuk bergabung di partai politik ? Penulis sendiri pernah membaca bahwa Partai politik merupakan kendaraan untuk mencapai “kekuasaan”. Iya, suatu kendaraan membutuhkan bensin untuk berjalan, bensin didapat jika ada uang. Jika uang sudah habis untuk membeli bensin, tentunya untuk mengembalikan uang tersebut akan terjadi KKN lagi dan lagi.  Itulah tampaknya yang terjadi pada partai politik kita saat ini. Uang mampu mengalahkan suatu hal yang diharapkan oleh masyarakat banyak. Lihat saja sosok caketum partai Golkar, Setya Novanto yang sempat tersandung kasus perpanjangan kontrak Freeport yang mencatut nama presiden Indonesia Jokowi, yang membuat dirinya turun dari kursi DPR RI.

Sebagai partai yang katanya sedang gencar melakukan transformasi guna mempengaruhi perilaku politik masyarakatnya, tidakkah Golkar takut apabila nantinya masyarakat tidak menaruh perhatian terhadap partai ini lagi? Karena bagaimanapun kini masyarakat sudah banyak melek politik akibat derasnya arus media massa, walaupun hal ini pula yang mengakibatkan banyak orang anti dengan politik.

Penulis yang merupakan mahasiswa ilmu politik yang baru duduk di semester dua, tentunya belum tahu banyak tentang pahit manis kehidupan politik. Tapi dengan keadaan partai politik yang seperti sekarang ini, yang cenderung memiliki citra yang kurang baik di masyarakat membuat para generasi “Y” kini mengemban tugas berat untuk mengubah stigma masyarakat tersebut. Partai politik harus dikembalikan pada koridor awalnya, karena kini masyarakat banyak yang tidak percaya partai politik dan bahkan enggan untuk memasukinya. Sehingga tidak mengherankan apabila sosok yang muncul kini memang sudah memiliki elektabilitas tinggi sehingga maju dengan jalur independent tanpa “kendaraan” mahal ini.

Kini yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah figur pemimpin sederhana yang mampu merakyat dan mampu menghantarkan mereka ke arah yang lebih baik. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di Bali, dapat dikatakan kita butuh pemimpin yang dalam istilah Balinya mau untuk ngayah, yakni mengabdi kepada masyarakat dengan tulus dengan pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan tanpa mengharapkan materi sebagai timbal baliknya.

Akhirnya penulis hanya berharap kedepannya Indonesia mampu memberikan kesempatan bagi orang yang tidak “beruang” namun memiliki kredibilitas tinggi dapat diberikan kesempatan untuk memimpin. Karena, suatu negara tidak hanya akan hancur dengan banyaknya orang yang jahat yang melakukan KKN dan lain sebagainya tapi negara hancur diakibatkan oleh banyaknya orang baik yang memilih untuk diam dan tidak melakukan suatu hal apapun.

 

 

Pande Dwi Sinar

Orang asli Bali, mahasiswa FISIP Universitas Udayana (UNUD), senang menulis.

Latest posts by Pande Dwi Sinar (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Ah, siapa sih ya yang gak suka dikasih produk gratis, seperti hampers product, goodie bag, tester product, maupun jenis promotional products lainnya. Ini lebih menarik perhatian konsumen dibanding iklan produk di internet 😁
.
#indoblognet #mbcommunication #hampers #goodiebag #testerproduct #iklan #produkgratis

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top