Menulis Yuk

Oh..Penyebab Anak ‘Bodoh” Itu Ternyata Orang Tua

Setiap orangtua pasti mendambakan seorang anak yang cerdas. Asumsi kebanyakan orang tua, anak cerdas itu yang pintar matematika, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan science. Makanya ga heran, kalo orang tua bangga banget, punya anak jadi dokter, insinyur, pilot da sebagainya. Sampai-sampai predikat anak jenius disematkan ke anak yang pintar matematika atau fisika.  Sehingga, sisi kecerdasan lain dari anak tak terlihat.

Saya menulis begini, bukan untuk melegimasikan lantaran saya juga bukan penyuka fisika atau IPA ya. Saya hanya ingin berbagi pandangan kepada orang tua agar lebih bijaksana menghadai kenyataan tentang sisi-sisi kecerdasan anaknya. Karena saya juga orang tua dengan tiga anak yang masing-masing sangat unik.

Sewaktu sekolah, terasa sekali upaya saya untuk mempelajari fisika. Biarpun saya sudah sangat keras belajar, tetapi naasnya saya tidak pernah bisa mendapatkan nilai yang bagus untuk pelajaran tersebut, tidak pernah di atas 6. Hingga kemudian, saya merasa frustasi dan mengabaikan pelajaran tesebut. “Belajar tidak belajar nilainya sama, saya mulai jenuh. Sayat merasa hanya membuang waktu saja dengan berkutat di mata pelajaran itu. Dan, saya mulai memberikan perhatian yang besar, salah satunya pada pelajaran bahasa Indonesia. Alhasil, nilai fisika saya berkembang merah di raport, tetapi saya tetap senang karena berhasil masuk 10 besar di kelas, yang tertolong oleh nilai-nilai mata pelajaran lain. Nilai bahasa Indonesia saya sembilan loh…

membaca

Saya sekarang sudah menjadi orang tua, tak ingin memaksakan kepada anak-anak saya untuk menguasai mata pelajaran yang dia ga suka atau tidak pandai di sana. Saya pernah membaca teori Multiple Intellegences,-nya Howard Gardner (1993), Menurutnya, kecerdasan seseorang itu majemuk bukan tunggal. Ada beberapa unsur kecerdasan yang dimiiki manusia yaitu:

  • Kecerdasan bahasa

Kecerdasan bahasa menunjukkan kemampuan seseorang untuk menggunakan bahasa dan kata-kata, baik secara tertulis maupun lisan. Mudah  mengeluarkan gagasannya melalui kata-kata maupun tulisan. Memiliki daya ingat yang kuat, sangat detil jika menceritakan sesuatu. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan bahasa menyukai menulis cerita, puisi dan sejenisnya. Stimulasi dini si Kecil dengan mendongengkan, membacakan buku, memberinya buku bacaan.

  • Kecerdasan matematika-logika

Kecerdasan matematika-logika adalah kemampuan seseorang berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Biasanya anak yang memeliki kecerdasan ini akan mudah memahami soal-soal matematika, tidak mudah menyerah jika belum paham. Anak yang memiliki kecerdasan matematika-logika bisa distimulasi degan bermain puzzle, catur, teka teki.

  • Kecerdasan visual-spasial

Kecerdasan visual-spasial kemampuan seseorang untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya, seperti contohnya arsitek.

  • Kecerdasan musikal

Kecerdasan musikal  kemampuan seseorang  peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, seperti nada dan irama. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan ini senang mendengarkan musik, menyanyi. Stimulasi si kecil dengan memperdengarkan musik yang bagus dan memberi kesempatan bermain musik dari yang sederhana untuk dikuasai, seperti pianika.

  • Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Biasanya anak-anak yang memiliki kecerdasan ini sangat mudah bersosialisasi, mudah berempati, banyak teman.

  • Kecerdasan kinestetik

Kecerdasan kinestetik kemampuan seseorang secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah. Biasanya anak sangat suka berolah raga. Stimulasinya sejak dini dengan bermain sepeda, bola, dll.

  • Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal  kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan dirinya sendiri

  • Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis seseorang yang peka terhadap lingkungan alam yang berhubungan denganm tanah, tumbuhan, hewan, air, dll. Stimulasi si kecil dengan membiarkannya bermain di taman, mengenal hewan.

Melalui konsepnya multiple intelligences atau kecerdasan majemuk, Gardner menegaskan bahwasanya, keterbatasan cara berpikir yang konvensional mengenai kecerdasan membuat anak-anak  tidak berkembang maksimal. Sejak dini, anak-anak tidak distimulasi bereksperiment dan melakukan hal-hal yang berbeda. Akibatnyam begitu ada tantangan di depan mata, tak jarang mereka yang bersikap pesimis, tidak berani, takut gagal. Padahal belum tentu gagal. Ketakutannya melakukan sesuatu membuat jaringan otaknya tidak berkembang baik.  Mungkin itu bisa terjadi pada kita loh yang sudah dewasa umur, kerap pesimis dan takut melangkah untuk sebuah tantangan baru.

Jadi, bagi ayah bunda, mulailah bijak terhadap potensi anak. Jangan langsung mencap anak sebagai anak yang bodoh ketika dia tidak mendapatkan nilai akademik yang baik.  Ayah bunda pun tak perlu bersedih hati atau malu jika anak kita prestasi akademiknya dibawah rata-rata. Kenali bakat dan potensi anak lebih dalam dengan men-challengenya melakukan sesuatu. Berilah keleluasaan bagi mereka untuk berfikir, bersikap, dan berprilaku. Anak-anak yang gemar bersosialisasi, banyak teman, dan mudah bergaul, juga termasuk kecerdasan juga loh. Justru, anak-anak yang memiliki kepekaan sosial tinggi jauh lebh baik untuk berkembang dan bertahan hidup. Mereka menikmati hidupnya, dan membuat lingkungan sekitarnya berbahagia. Yuk peluk dan sayangi anak kita dengan membuatnya mengenali lebih dalam dirinya sendiri.

Editor : Kartina Ika Sari

Eni Martini

Ibu 3 anak, penulis novel fiksi, blogger dan owner bliblibuku.com

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Halooo, smart people 🤗 Kamu suka males gak sih kalau bales-balesin komen di sosmed? Jangankan balesin komen negatif, balesin komen positif aja sering kelewat ya 😂 *hihi
.
Emang penting ya balesin komen-komen di sosmed? Penting donggg, apalagi kalau kamu pengen bangun akun yang engagementnya bagus dan bisa bertahan lama eksistensinya 😍
.
Para fans/followers adalah orang-orang yang ikut menentukan kesuksesan akunmu, lho. So guys, mulai sekarang jangan abaikan aset tersebut yesss 😄
.
#indoblognet #mbcommunication #socialmedia #youtuber #selebgram #instagramer #fans #followers #tipssocialmedia

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top