Agama

Normal Itu Tidak Cukup

Dalam acara diskusi yang digelar di sebuah radio di Surabaya seorang narasumber mengutarakan bahwa perusahaannya memotivasi karyawan dengan kata NINE. Kata itu singkatan dari Normal is Not Enough (Normal Itu Tidak Cukup). Setiap orang, sesuai tugas dan fungsinya diajak untuk meningkatkan kinerjanya. Saya meyakini, ajakan ini tentu akan disertai dengan pemberian kesejahteraan yang memadai bagi karyawan.

Saya ingin mengaitkan moto Normal Is Not Enough ini dengan kegiatan di bulan Ramadhan. Kaum muslimin dan muslimat pasti sudah hafal benar perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang puasa. “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183). Perintah ini sudah jelas untuk siapa dan dengan tujuan apa. Kaum muslim tentu tak bisa protes lagi karena perintah untuk berpuasa juga diberikan kepada orang-orang terdahulu.

Kaum muslim telah mengetahui dari khatib, ustadz, kyai, guru mengaji, dan para ulama bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan maghfirah. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga akan memberikan bonus bagi muslim yang melaksanakan puasa karena iman dan mengharap ridha-Nya. Nilai dan pahala dari semua amal ibadahnya akan dilipatgandakan. Segala dosa yang telah lalu juga akan dihapus apabila dijauhinya dosa-dosa besar. Dari hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sholat lima waktu, dari Jum’at ke jum’at dan dari Ramadhan ke Ramadhan ialah menghapuskan dosa di antara masing-masing apabila dijauhinya dosa-dosa besar”. (HR. Muslim)

Selain itu Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menebar mega bonus pada “Malam Seribu Bulan” yaitu malam lailatul qodar.

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. memberi khutbah kepada kami di hari akhir dari bulan Sya’ban dan bersabda: “Hai sekalian manusia akan datang bulan yang agung (Ramadhan) yaitu bulan yang penuh berkah di dalamnya. Dalam bulan itu ada malam yang mulia (Lailatul Qadr )yang lebih utama dari pada seribu bulan. Allah telah mewajibkan puasa di bulan itu, dan Shalat Tarawih di malamnya sebagai ibadah sunnah. Barang siapa yang melakukan kebaikan (ibadah sunnah) di bulan itu pahalanya seperti melakukan ibadah wajib dibanding bulan yang lainnya. Dan barang siapa melakukan kewajiban di dalamnya, maka pahalanya seperti melakukan 70 kewajiban dibanding bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan ditambahnya rezeki orang mukmin, bulan di awalnya menjadi rahmat, di tengahnya menjadi ampunan dan di akhirnya merupakan kebebasan dari neraka”. [HR. Ibnu Huzaimah]

Masya Allah, begitu dahsyat dan mulianya bulan Ramadhan. Bagi mereka yang mentalnya memble dan imannya belum mantap maka berpuasa pada bulan Ramadhan mungkin dianggap sebagai suatu siksaan. Berbeda halnya dengan muslimin yang imannya sudah mantap. Mereka ini bahkan serasa mau menangis ketika bulan Ramadhan akan segera berakhir. Mereka lalu berdoa agar dirinya diberi kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan pada tahun berikutnya. Mereka menyadari betapa agungnya bulan Ramadan yang penuh rahmat, barokah, dan penuh ampunan tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Seandainya umatku mengerti kebaikan-kebaikan yang ada di bulan ini (Ramadhan), niscaya umatku mengharapkan dalam setahun menjadi Ramadhan semuanya”. [HR. Ath-Thabrani]

Selain memberikan pahala berlimpah, dalam  bulan Ramadhan Allah Subhana wa Ta’ala juga memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Tentu amat rugi jika pada bulan penuh maghfirah ini kita tak mendapat ampunan atas dosa-dosa yang kita lakukan. Oleh karena itu selain melakukan amal ibadah kita juga dianjurkan untuk beristighfar memohon ampunan kepada Allah yang Maha Pengampun. Kita juga dianjurkan membaca doa ”Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fa’fu anni (Ya Allah Engkau Yang Maha Pengampun Lagi Maha Pemurah, Engkau senang mengampuni hamba-hamba-Mu karena itu ampunilah dosa-dosaku)”.  Tentu kita tidak akan senang jika disebut orang yang celaka karena pada bulan Ramadhan tidak mendapat ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadits dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu, bahwa suatu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dan beliau membaca “Aamiin” tiga kali. Para sahabat pun bertanya, apa gerangan yang menyebabkan beliau membaca aamiin tiga kali. Kemudian beliau bersabda: “Jibril berdoa di sampingku: (salah satunya): “Celakalah seorang hamba, ketika dia berjumpa bulan Ramadhan, namun dosanya belum diampuni” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maka aku ucapkan Aamiin” [HR. Ahmad, Turmudzi, dan dishahihkan al-Albani]

Bulan suci Ramadhan yang penuh barokah dan maghfirah hanya datang setahun sekali. Setiap muslim senantiasa berdoa, memohon agar dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tersebut pada tahun berikutnya. Nah ketika doa itu dikabulkan maka selayaknya memanfaatkan waktu yang hanya sebulan itu untuk sebanyak-banyak melaksanakan ibadah dengan ikhlas, baik, benar, dan dengan niat yang lurus. Normal-normal saja rasanya kurang cukup untuk menggapai pahala yang begitu banyak.

Oleh karena itu kaum muslimin berlomba-lomba mengisi bulan Ramadhan dengan menahan lapar dan dahaga, Shalat Tarawih dan witir berjamaah, menebar kebajikan, sedekah, membaca Al Qur’an, dan amalan lainnya. Namun sayang disayang ternyata ada juga kaum muslimin yang tidak mendapat apa-apa selain lapar dan dahaga belaka. Rasululllah Shallallahu wa sallam bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, sementara yang dia dapatkan dari puasanya hanyalah rasa haus dan dahaga…” [HR. Ahmad, Ibn Khuzaimah, dan dishahihkan al-Albani]

Mengapa hal itu sampai menimpa mereka? Yah, mereka yang merugi tersebut memang tidak makan dan minum tetapi ucapan, sikap, dan tingkah lakunya tidak dijaga dengan baik. Lisannya masih belum bersih dari gunjingan, ghibah, cacian, umpatan, dan makian. Kata dusta dan bohong masih terlontar dari bibirnya. Demikian pula anggota tubuh yang lainnya belum terlepas dari perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ramadhan memang bukan bulan biasa. Tentu sepantasnyalah jika kaum muslim dan muslimat menyambutnya dengan cara yang istimewa pula. Kegiatan ibadah yang normal-normal saja sebaiknya ditingkatkan lagi jumlah dan kualitasnya. Mereka yang belum pernah melaksanakan Sholat Tahajud, Sholat Dhuha, dan sholat sunnah lainnya, misalnya, sebaiknya memanfaatkan momen bulan Ramadhan ini untuk memulainya. Doa dan dzikir juga dipergiat. Demikian pula infaq dan sodaqah. Perbanyak istighfar untuk memohon ampun atas semua dosa. Jangan segan pula meminta maaf kepada orangtua, kerabat, tetangga, dan sahabat.

Semoga kita menjadi orang yang bertaqwa dan dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan tahun berikutnya. Aamiin.

Image source: pixabay.com

Editor: Indoblognet

Abdul Cholik

Abdul Cholik adalah seorang purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI. Ngeblog sejak tahun 2009 dan mempunyai beberapa blog termasuk di kompasiana. Telah menerbitkan lebih dari 20 buku berbagai topik, termasuk buku antologi.
Selain menulis review buku, produk, dan jasa juga sering memenangkan lomba blog atau giveaway.
Pemilik www.abdulcholik.com ini dapat ditemui dengan mudah di Facebook/PakDCholik dan Twitter/@pakdecholik

Latest posts by Abdul Cholik (see all)

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Hai, haaai smart people 😍 Asyikkk ya weekend! Have fun ya, guys 😄
.
Guys, tau gak sih kamuuu, lebih dari 3,8 milyar orang di seluruh dunia menggunakan internet, dimana jumlahnya meningkat 38 juta orang sejak Januari 2017 😁
.
Kenaikan ini menandakan bahwa penetrasi internet di seluruh dunia mencapai 51%, atau bisa dibilang orang yang pakai internet udah lebih banyak daripada orang yang nggak pakai internet, hihi.. Memang sih, tahun 2017 ini sebenarnya peningkatan jumlah pengguna internet jauh lebih lambat daripada tahun 2016 😆
.
Daaan, dari 3,8 milyar orang pengguna internet di seluruh dunia, 2,9 milyarnya aktif menggunakan media sosial, lho! Wawww 😋 Pastinya kamu termasuk di dalamnya dong, heheee
.
Sumber: youthmanual.com
.
#indoblognet #mbcommunication #internet #survey #sosialmedia #socialnetworking #weekend #saturday #viral

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top