Inspirasi

[Nikma Basyar] Sepatu Handmade dan Impiannya

Kaki kecil, kaki mungil. Membuat indah, terkadang membuat susah. Indah saat dipandang, namun susah saat mencari ukuran yang pas saat butuh untuk mengenakan sepatu. Sebab sepatu ukuran kecil (35 ke bawah) pada umumnya adalah sepatu ukuran anak-anak. Tentu saja modelnya pun menyesuaikan dengan selera anak-anak. Warna ngejreng, berenda-renda, motif Hello Kitty, kadang malah mengeluarkan bunyi cit-cit.

Akan menjadi tidak lucu bila orang dewasa memakainya bukan? Jika pun ada untuk orang dewasa, hanya pada model tertentu atau tempat tertentu saja. Itupun bahan biasanya dari kulit. Pusing, bingung, dan harus ada solusi agar seorang dewasa dengan ukuran kaki mungil dapat memakai sepatu kasual. Bisa menggunakan sepatu tanpa harus malu karena terbatas model konvensional atau klasik saja. Masak mau jalan-jalan sore, pakai sepatu kantoran?

Demikian hal tersebut di atas yang dirasakan oleh Nikmatus Sholihah. Ibu muda dari dua orang anak yang aktif dalam berbagai kegiatan kewirausahaan, khususnya bidang kerajinan tangan (craft). Pengalaman bertahun-tahun menjadi desainer sekaligus produsen berbagai produk kreatif buatan tangan membuatnya harus berpikir keras. Berpikir serius di saat mengalami titik kejenuhan akibat usaha mandiri yang banyak macam itu harus dikerjakannya seorang diri. Titik balik menjadi berkah untuk melejitkan ide brilian. Daripada bersusah-payah membeli sepatu untuk dipakai, mengapa tidak membuat sendiri saja?

Pengalaman pernah membuat sepatu bayi dari kain perca yang bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, membuatnya kembali bersemangat. Mbak Nikma, demikian panggilan akrabnya, segera berbenah diri kembali. Dicobalah untuk membuat desain sepatu handmade (buatan tangan). Dukungan kerabatnya yang merupakan mantan tukang sepatu berpengalaman menjadi modal semangat tambahan. Hingga sang kerabat itupun rela ‘turun gelanggan’ kembali untuk berjibaku dengan desain, bahan, serta proses pembuatan sepatu.

Nikma Basyar Mulai Menapakkan Kaki

Setelah dirasa cukup melakukan berbagai eksperimen, termasuk sepatu yang prototipe yang dipakai sendiri, mulailah melangkahkan kaki untuk menjual. Ya, menjual. Lewat berbagai media sosial dan blog, Mbak Nikma memasarkan produk sepatu handmade-nya ke pasar. Maklumlah, penjualan model daring (on line) seperti itu dirasa cukup praktis, efektif, dan efisien. Murah namun menghasilkan. Meski secara finansial mungkin kurang cepat perputarannya. Dapat dimaklumi, pembuatan sepatu hanya berdasarkan pesanan saja. Maka ada kesan bahwa produksinya lambat.

Karena pertimbangan pasar, mau tak mau akhirnya pemasaran secara konvensional pun dilakukan. Tanpa meninggalkan strategi daring dengan cara memperbanyak contoh-contoh model yang gambar/fotonya bisa ditampilkan di layar monitor atau gawai. Mungkin terkesan lucu kan? Khalayak baru tahu produk yang dijual, sudah cukup laku dengan pemasaran via internet.

Ragam sepatu couple yg cukup laku keras. [dok. nikmabasyar]

Ragam sepatu couple yg cukup laku keras. [dok. nikmabasyar]

Pilihan menjual langsung di tengah dunia persepatuan yang cukup kompleks, rupanya cukup tepat untuk dilakukan. Aktivitas di berbagai komunitas sekaligus menjadi pengurus, rupanya cukup menguntungkan. Berangsung-angsur merek Nikmah Basyar dengan sepatu handmadenya pun dilirik oleh dinas/instansi terkait. Berbagai kesempatan mengikuti pameran yang bersifat lokal, regional, hingga nasional pun tak disia-siakan. Apalagi produk buatan yang dipakai sendiri juga menjadi bukti bahwa kualitas produksinya bukanlah ‘kacangan’.

Mulai menapakkan kaki pada produk spesialis sepatu buatan tangan kini menjadi pilihan utama. Mulai melangkah, terantuk, jatuh, bangun, jatuh, dan bangun lagi menjadi sebuah proses yang tak terlupakan. Salah ukuran sepatu, keterlambatan pengiriman karena batas waktu, sepatu ditawar dengan harga yang sangat rendah, menjadi cerita tersendiri. Semakin memotivasi diri untuk selalu memberikan yang terbaik untuk konsumen. Membuat rumus ukuran sepatu, komitmen waktu penyelesaian, kualitas, serta model yang selalu berganti (baru) menjadi sesuatu yang dapat diandalkan.

Gerak Cepat Mematenkan ‘Nikma Basyar’

Sepatu unik dengan berbagai model, mulai dari sepatu anak, sepatu dewasa, sepatu couple, hingga sepatu batik etnik menjadi produk unggulannya. Kini tak hanya konsumen lokal saja yang menjadi penggemarnya. Konsumen manca pun telah melirik produk asli Krian, Sidoarjo ini. Keren kan? Tentu ini menjadi catatan penting untuk ke depannya.

Keluarga yang selalu memberikan dukungan. [dok. nikmabasyar]

Keluarga yang selalu memberikan dukungan. [dok. nikmabasyar]

Dukungan sang suami, Agus Susanto, serta anak-anak menjadi salah satu modal kuat untuk terus maju dan berkembang. Otoritas dan totalitas mengembangkan produk sepatu Nikma Basyar juga mendapatkan dukungan dari pemerintah. Tawaran untuk mematenkan merek Nikma Basyar menjadi satu hal yang tak bisa disia-siakan. Maka pada tahun 2014, merek ‘Nikma Basyar‘ pun didaftarkan ke Dirjen HAKI Kemenkum HAM RI.

Hal tersebut semakin membuat percaya diri untuk menjual merek (branding). Apalagi saat ini para reseller pun cukup memberikan kontribusi signikan untuk penjualan secara daring. Dengan merek yang sudah diakui keabsahannya maka tak akan sungkan lagi memasarkan sepatu produk Nikma Basyar yang unik. Salah satu produk unggulan daerah Kabupaten Sidoarjo yang telah beberapa kali masuk ke liputan media massa, baik cetak maupun daring. Tak ketinggalan juga beberapa acara televisi yang telah menyambangi rumah yang sekaligus menjadi rumah produksinya di Desa Terik, Krian, Sidoarjo. Salah satu acara televisi yang berkesempatan meliput adalah ‘Laptop Si Unyil’.

Membangun jaringan, selalu berinovasi terhadap model dan bahan, menjaga kualitas, menjadikan Nikma Basyar semakin mantap menatap masa depan. Ini sekaligus memberikan motivasi sekaligus inspirasi bagi siapa saja. Tak ada sesuatu hal yang tak mungkin. Berawal dari kesulitan untuk mendapatkan sepatu dengan ukuran yang pas, akhirnya menjadi ide untuk membuat sepatu sendiri. Satu hal yang mungkin mudah untuk memikirkan, namun tak mudah untuk mewujudkan.

Kalau Mbak Nikma bisa, mengapa kita tidak?

Mas Nuz

Pecinta keluarga yang kadang suka nulis dan jalan-jalan.

Komentar

Indoblognet merupakan bagian dari MB Communication Network (MB Network) yang diimplementasikan menjadi sebuah jaringan netizen dan blogger Indonesia.

Kami memberikan ruang bagi eksistensi sobat netizen dan blogger menuangkan ide, gagasan, opini, sekaligus berbagi informasi, ilmu, dan cerita tentang berbagai pengalaman yang menginspirasi untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Fanpage

Instagram @Indoblognet

  • Cara termudah untuk menghasilkan konten visual yang bagus adalah: buat konten yang memiliki keterikatan dengan audiens, mengandung unsur emosional, dan juga orisinal .
.
.
DOUBLE TAP IF YOU AGREE
.
.
.
#indoblognet #mbcommunication #trendingpost #popularpost #viralpost #content #brandingcontent

Follow Me

Copyright © 2017 Indoblognet.com. Design by: Planetmaya.net.

To Top