Ekonomi

Nasionalisme Melalui Investasi di Bursa Efek Indonesia

Saya tergelitik untuk menulis mengenai nasionalisme melalui investasi di Bursa Efek Indonesia ini karena buzzing yang dilakukan oleh beberapa teman blogger. Hari ini saya melihat beberapa teman blogger yang saya kenal ramai-ramai buzzing tentang sebuah kompetisi trading saham yang diselenggarakan oleh salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia. Sebuah acara yang membuat saya cukup bahagia.

Kenapa bahagia? Karena paling tidak, dasar-dasar mengenai bursa efek, pasar modal dan mekanisme dasar tentang jual beli saham sudah mulai tersosialisasikan ke lebih banyak orang. Trus apa hubungannya beli saham dengan nasionalisme? Kalau menurut saya, membeli saham dan berinvestasi di salah satu perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah salah satu bentuk nasionalisme saya.

Nasionalisme Melalui Investasi di Bursa Efek Indonesia

Membantu Stabilitas Pasar Modal Indonesia

business-257911_1280

Jadi, menurut saya nih ya, investasi di pasar modal dengan membeli saham di Bursa Efek Indonesia, adalah salah satu bentuk nasionalisme. Kenapa begitu?

Dengan ikut berinvestasi di bursa efek Indonesia dengan membeli saham salah satu perusahaan yang tercatat di sana, kita bisa bantu stabilitas pasar modal loh. Oke, mungkin membuka rekening di perusahaan sekuritas untuk bisa membeli saham butuh modal hanya Rp. 5 juta. Apa sih yang bisa dilakukan uang Rp. 5 juta rupiah untuk membantu stabilitas pasar modal yang nilai total kapitalisasi pasarnya per Januari 2016 sebesar Rp. 4.801 Trilyun? (data dari beritasatu.com)

Iya tidak banyak. Apalagi dengan jumlah total investor individu di Bursa Efek Indonesia hanya sekitar 492 ribu orang. Bandingkan dengan jumlah rekening bank yang sebesar 184 juta rekening (data Liputan6.com per Juni 2016). Dengan mengambil rata-rata dana investor individu sebesar Rp. 50 juta saja, total investasi masyarakat Indonesia di pasar modalnya sendiri hanya sebesar Rp. 24.6 trilyun dari Rp. 4.801 trilyun tadi. Sisanya? Dana asing (dan korporasi Indonesia yang kemungkinan juga dimiliki asing selain pemegang saham perusahaan).

Sering denger kan di berita-berita kalau ekonomi Indonesia goyah, rupiah melemah, tekanan ekonomi berat karena dana asing keluar. Ya dana asing di pasar modal kita itu.

Mau bantu biar ekonomi Indonesia lebih stabil? Mulai investasi di pasar modal Indonesia. Beli saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Kalo kita semua rame-rame ikut punya bagian di pasar modal Indonesia, kita gak perlu kuatir sama dana asing! 😀

Ikut Memiliki Perusahaan-Perusahaan Indonesia

Tahu kan ya teman-teman kalau membeli saham di bursa efek Indonesia, artinya kita ikutan punya perusahaan yang sahamnya kita beli. Ya! arti saham itu sendiri kan artinya bukti kepemilikan saham sebuah perusahaan. Begitu kita beli satu saham perusahaan, kita ikut memiliki perusahaan itu sebesar jumlah saham yang kita beli.

Jangan buru-buru sensi kalo denger salah satu atau salah dua perusahaan telekomunikasi terbesar di negeri ini sahamnya dimiliki asing trus mengutuk asing. Pun waktu ada perusahaan strategis lainnya sahamnya dibeli asing, dibeli perusahaan Amrik, trus kita rame-rame mengutuk asing. Nah kita sendiri sudah mau ikutan punya perusahaan kita sendiri nggak?

Jujur deh, hayok jawab, berapa banyak diantara rakyat Indonesia yang ikut punya Indosat selain pemegang sahamnya sendiri. Berapa banyak dari kita yang bisa bilang: Telkom itu perusahaan saya loh! Atau yang rame-rame nyinyirin Adaro yang menambang batu bara trus nuduh keuntungannya dilarikan buat asing, berapa banyak yang sudah mau beli saham peruasahaan-perusahaan itu?

Mengutuk keterlibatan asing di pasar modal kita, marah ketika aset negara dikuasai asing dan segudang sumpah serapah lainnya tapi giliran ditanya mau beli sahamnya atau tidak, ternyata gak mau jawab iya.

Katanya bangga sama Indonesia, bangga juga dong dengan perusahaan Indonesia? Hayuk atuh beli sahamnya.

Menikmati Keuntungan Perusahaan di Indonesia

Satu hal yang pasti dirasakan oleh pihak asing dari ketakutan masyarakat Indonesia membeli saham perusahaan mereka sendiri: Keuntungan perusahaan-perusahaan negeri ini lari ke tangan mereka! Sesuai dengan porsi kepemilikan saham mereka pastinyalah.

Lah kita rakyat Indonesia yang gak ikutan beli sahamnya gimana? Ya silahkan gigit jari deh. Hehehe.

Gimana nggak gigit jari? Pihak-pihak yang beli saham perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia ini bisa mendapatkan deviden kalau saham perusahaan yang mereka beli bagi-bagi keuntungan waktu hasil usaha mereka bagus. Kalo perusahaan yang sahamnya mereka pegang dapet untung, perusahaan yang tercatat di bursa itu akan bagi-bagi untungnya sebesar sekian rupiah per lembar saham. Kalau baginya Rp. 100/lembar saham aja setahun sekali, trus pegang sahamnya 500.000 lembar. Dapet berapa tuh setahun?

Yes, Rp. 50.000.000,-

stock-624712_1920

Kita yang notabene beli pulsa Telkomsel, Indosat dan XL tiap hari, atau yang daerah kampung halamannya ditambang batubaranya, atau yang anaknya tiap hari minum susu UHT kemasan, atau yang tiap hari duitnya dipotong biaya administrasi di bank Mandiri, BRI, BNI atau bank apapun lah, dapet untung apa? Yakalo gak punya sahamnya ya itu tadi, gigit jari aja.

Belum lagi kalau saham itu nilainya bisa naik. Jadi misalkan sekarang beli per lembar nilainya Rp. 100, bisa jadi lima atau sepuluh tahun lagi nilainya bisa naik sampai ke Rp. 1.000,- Kalikan dengan jumlah lembar yang kita punya. Gimana?

Asing udah dapet dua keuntungan itu, makanya dana mereka keluar masuk pasar modal Indonesia. Saham naik, mereka rame-rame jual, IHSG anjlok lagi. Saham turun? mereka rame-rame beli, biar kalo naik mereka bisa jual lagi. 😀

Takut Beli Saham? Basi!

Nah kaaan, saham naik dan turun! Nakutin! Saya bisa jantungan kalo harga saham tiba-tiba turun 50%!

Ah menurut saya sih basi!

Kalau beli sahamnya memang saham yang gorengan dan gak jelas nasibnya sih silahkan aja. Namanya judi itu sih mah.

Nah kalau misalkan kita beli saham perusahaan kayak Telkom, Astra Internasional, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI, XL, Indosat, Unilever, Indofood atau perusahaan-perusahaan yang sudah stabil, berdiri lama dan setiap hari orang pakai produk-produknya. Kenapa harus takut kan?

Beli sahamnya dan tutup mata saja. Bayangkan sepuluh sampai lima belas tahun lagi, kira-kira perusahaan itu masih ada gak di bumi pertiwi? Sederhana kan?

Kalau mau belajar dasar-dasar investasi di bursa efek Indonesia, bisa juga mengambil kelas pasar modal gratis yang diadakan oleh IDX.

Nah kalau sudah terbiasa dan profil risiko sudah meningkat, silahkan mulai investasi di perusahaan-perusahan yang berkembang. Silahkan baca postingan di blog saya tentang memeriksa profil risiko sebelum mulai berinvestasi.

Penutup: Kapan Mulai Investasi di Bursa Efek Indonesia?

Jadi, kapan sebaiknya mulai investasi di Bursa Efek Indonesia? SEKARANG!

Itu menurut saya, tidak ada alasan lagi buat menunda investasi di pasar modal Indonesia dan menunjukkan betapa bangganya kita sama perekonomian negara kita sendiri. Kalau masih ragu, silahkan baca postingan saya tentang 5 alasan investasi saham. Selamat memelajari investasi di bursa efek dan mari kita rame-rame dukung pasar modal kita! 😀

Cheers!
@danirachmat

Referensi:

  • http://www.beritasatu.com/edukasi/338586-kapitalisasi-pasar-indikator-perkembangan-pasar-saham.html
  • http://bisnis.liputan6.com/read/2573451/menggenjot-jumlah-investor-di-pasar-modal-indonesia

 

 

Dani

Blogger dengan passion di personal finance yang hobi baca buku dan jual dagangan (yang kalo bisa) tanpa rugi.

Latest posts by Dani (see all)

Komentar

To Top